INDOPOSCO.ID – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN mendorong Generasi Z (Gen Z) untuk tidak sekadar menjadi penerima manfaat pembangunan, melainkan mengambil peran aktif memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Pasalnya, Gen Z memegang peran vital dalam memanfaatkan momentum puncak bonus demografi Indonesia.
Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, kelompok usia 13–28 tahun ini mendominasi dengan proporsi mencapai 24,93 persen dari total populasi penduduk Indonesia.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan hal tersebut saat membuka Sashing Ceremony Duta Genre dalam rangkaian Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Genre Nasional (ADUJAKNAS) 2026 di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Isyana menyoroti pentingnya kemampuan public speaking dan komunikasi interpersonal bagi Duta Genre untuk merangkul sesama remaja, terutama mereka yang menghadapi persoalan kehidupan maupun keterbatasan.
“Salah satunya adalah bergabung dengan Forum Genre (Generasi Berencana) Indonesia. Potensi public speaking Duta Genre menjadi suatu hal yang penting. Mereka dapat berbicara dengan sesama remaja, bisa terjun langsung ke daerah-daerah yang terkena bencana untuk membantu dalam pemulihan mental,” ujar Isyana.
Adapun helatan ADUJAKNAS ke-16 yang berlangsung pada 21–22 September 2026 ini mengusung tema “Gen Z Impact: Gerak Nyata untuk Indonesia”. Ajang nasional ini menjadi wadah kolaborasi bagi pendidik dan konselor sebaya untuk menjawab isu krusial remaja, seperti pencegahan perkawinan anak, kesehatan mental, literasi digital, hingga optimalisasi bonus demografi.
Selain itu, kegiatan ini menjadi puncak pemilihan Duta Genre Tingkat Nasional yang diproyeksikan sebagai role model sekaligus penggerak Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Program PIK-R sendiri saat ini telah bertransformasi dan berkolaborasi dengan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni Sekolah Rakyat.
Isyana berharap seluruh kontingen Duta Genre dari berbagai provinsi dapat memelihara semangat perubahan dan tidak berhenti pada status pencapaian kompetisi semata.
“Untuk para Duta Genre dari seluruh provinsi, yang paling penting adalah melakukan yang terbaik, penuh rasa tanggung jawab, dan bisa menginspirasi sesama remaja Indonesia,” pungkasnya. (ney)















