INDOPOSCO.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menyiapkan anggaran lebih dari Rp2 triliun untuk pendanaan riset perguruan tinggi pada tahun anggaran mendatang. Penyaluran dana riset juga akan dipercepat agar pelaksanaan penelitian tidak lagi terkendala waktu.
Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto kepada indoposco.id melalui gawai, Minggu (20/9/2026).
Ia menuturkan, Kemendiktisaintek menargetkan peluncuran program pendanaan riset dilakukan pada November-Desember. Dengan skema tersebut, proses pengumuman diharapkan sudah dapat dilakukan pada Januari sehingga perguruan tinggi bisa langsung memulai kegiatan penelitian.
Brian mengatakan, percepatan tersebut dilakukan untuk menghindari pola penyaluran dana riset yang selama ini kerap dimulai pada pertengahan tahun.
“Dana riset itu beberapa waktu lalu memang mulainya di tengah tahun. Ini yang kita lihat waktunya jadi mepet, para dosen dan peneliti terburu-buru,” katanya.
“Makanya, tahun ini kita akan meluncurkannya di bulan November-Desember, sehingga Januari sudah pengumuman dan langsung bisa beroperasi,” imbuhnya.
Menurut dia, perubahan jadwal tersebut diharapkan memberikan waktu yang lebih panjang bagi dosen dan peneliti dalam menyiapkan serta melaksanakan penelitian. Dengan demikian, pemanfaatan anggaran riset diharapkan lebih optimal dan tidak menumpuk menjelang akhir tahun.
Selain memperbaiki tata kelola waktu, masih ujar Brian, Kemendiktisaintek juga akan menyelaraskan pendanaan riset dengan program prioritas nasional. Perguruan tinggi didorong menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Untuk memperkuat skema tersebut, Kemendiktisaintek akan bersinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),” katanya.
“Kolaborasi ini diarahkan untuk mengintegrasikan pendanaan dan program riset yang dilakukan pemerintah dengan penelitian di perguruan tinggi,” sambungnya.
Ia menambahkan, sinergi tersebut juga diharapkan dapat mencegah terjadinya pembiayaan ganda atau tumpang tindih penelitian antara BRIN dan perguruan tinggi. Dengan integrasi program, anggaran riset negara diharapkan dapat digunakan secara lebih efektif.
“Alokasi dana riset yang disiapkan Kemendiktisaintek diproyeksikan terus meningkat setiap tahun. Pemerintah berharap dukungan pendanaan tersebut dapat mendorong lahirnya inovasi dan hasil penelitian yang berkontribusi terhadap pembangunan nasional,” ujarnya. (nas)















