• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

UT Perkuat Budaya Menulis, Penulis: Ada Ketidakadilan Dana Transfer ke Daerah

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Senin, 3 Agustus 2026 - 22:02
in Nasional
utt

Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof Ali Muktiyanto bersama para penulis buku dan jajaran pimpinan UT. Foto: Nasuha/INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof Ali Muktiyanto menegaskan, komitmennya untuk terus melahirkan dan mengembangkan karya akademik sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.

Menurutnya, karya akademik harus menjadi fondasi dalam membangun kewibawaan, integritas, dan reputasi akademik UT. “Tiga hal penting yang sedang kami perjuangkan adalah membangun kewibawaan akademik, membangun integritas akademik, dan membangun reputasi akademik. Semua itu harus berangkat dari budaya akademik yang terus kita lestarikan, yaitu budaya menulis,” ujar Prof Ali saat peluncuran Bedah Buku 2026 di kampus UT, Senin (3/8/2026).

BacaJuga:

Tak Perlu Tunggu 2028, DPR Dorong Penyesuaian Anggaran MBG Secepatnya

Mendikdasmen Ajak Guru dan Murid Berinovasi Lewat ImajiNation 2026

Mendagri Tito: Integrasi Data Dukcapil Perkuat Perlindungan Sosial Tepat Sasaran

Ali mengatakan, budaya menulis karya ilmiah dan mengabadikannya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi akademik di perguruan tinggi. Sebab, menurutnya, salah satu fungsi utama perguruan tinggi adalah mereproduksi ilmu pengetahuan, kemudian mendiseminasikan dan menyebarluaskannya kepada masyarakat luas.

“Pada akhirnya ilmu pengetahuan itu harus memberikan kebermanfaatan bagi kesejahteraan umat, khususnya bagi bangsa dan negara yang kita cintai,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, UT meluncurkan dua buku akademik. Buku pertama berjudul Teori dan Regulasi Otonomi Daerah karya Prof Chanif Nurcholis yang mengulas perjalanan kebijakan desentralisasi di Indonesia, mulai dari landasan teori, perkembangan regulasi hingga dinamika implementasinya di berbagai daerah.

Menurut Ali, buku tersebut diharapkan mampu memantik diskusi untuk menemukan konsep otonomi daerah yang lebih ideal.

“Semoga kehadiran buku Prof Chanif Nurcholis terus memacu diskusi untuk menemukan kembali otonomi daerah yang ideal, sesuai cita-cita reformasi dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, buku kedua berjudul Siluet Dibalik Keputusan Diskresi karya Dr Sofjan Aripin, M.Si., Dr Hj Rulinawaty, S.Sos., M.Si., dan Alvian Rachmad E.P. mengupas praktik penggunaan diskresi dalam administrasi pemerintahan.

Buku tersebut memberikan gambaran mengenai penggunaan diskresi sebagai instrumen pengambilan keputusan ketika regulasi belum mampu menjawab seluruh persoalan, sekaligus menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepastian hukum, kepentingan publik, dan akuntabilitas.

Ali berharap buku tersebut dapat menjadi rujukan bagi aparatur pemerintah dalam menggunakan kewenangan secara tepat.

“Khususnya bagi para pihak yang mendapatkan kewenangan agar memahami dan memanfaatkan diskresi sebagaimana mestinya, sehingga tidak bergeser menjadi penyalahgunaan kewenangan atau abuse of power yang justru kontraproduktif terhadap tata kelola pemerintahan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Penulis Buku Teori dan Regulasi Otonomi Daerah, Prof Chanif Nurcholis menilai ada ketidakadilan pemerintah dalam melaksanakan transfer ke daerah (TKD). Padahal transfer dana dari APBN tersebut digunakan untuk pemerintah daerah.

“Saya melihat ada ketidakadilan, TKD itu baru 17 persen dan 83 persen hanya berputar di Kementerian/ lembaga (K/L) atau di pusat,” ungkap Chanif.

Dari buku tersebut, ia menawarkan penggabungan rezim redistribusi fiskal dan rezim fiskal. Dengan demikian, Pemerintah daerah tidak akan kekurangan fiskal.

“Dengan penggabungan ini, jadi anggaran APBN bisa diredistribusikan ulang lagi. Sehingga uang tidak berputar di pusat saja dan daerah tidak kekurangan uang,” ujarnya. (nas)

Tags: Budaya MenulisDana TransferpenulisUT

Berita Terkait.

mbg
Nasional

Tak Perlu Tunggu 2028, DPR Dorong Penyesuaian Anggaran MBG Secepatnya

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:12
abdul
Nasional

Mendikdasmen Ajak Guru dan Murid Berinovasi Lewat ImajiNation 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:03
tito
Nasional

Mendagri Tito: Integrasi Data Dukcapil Perkuat Perlindungan Sosial Tepat Sasaran

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:53
Mulai 17 Agustus, Kementerian ATR/BPN Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari di 15 Kantah
Nasional

Mulai 17 Agustus, Kementerian ATR/BPN Uji Coba Layanan Peralihan Hak 10 Hari di 15 Kantah

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:09
Ekonomi Indonesia Kembali Tunjukkan Taji, Industri Bangkit dan Inflasi Kian Terkendali
Nasional

Wamendiktisaintek: Pendidikan Vokasi Harus Jamin Lulusan Siap Kerja

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:27
Menatap 81 Tahun RI, Nusantara Centre Gelar Simposium Perekonomian Nasional dan Luncurkan Buku “Pemikiran Soemitro
Nasional

Menatap 81 Tahun RI, Nusantara Centre Gelar Simposium Perekonomian Nasional dan Luncurkan Buku “Pemikiran Soemitro

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:55

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2101 shares
    Share 840 Tweet 525
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2394 shares
    Share 958 Tweet 599
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1117 shares
    Share 447 Tweet 279
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1081 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.