• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Indonesia Tertinggi Konsumsi GGL, Komisi IX Minta Dibentuk Pansus

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 2 Juli 2024 - 14:40
in Nasional
Ilustrasi - Minuman berpemanis dalam kemasan. (ist)

Ilustrasi - Minuman berpemanis dalam kemasan. (ist)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Komisi IX DPR RI kompak menyerukan adanya pembentukan panitia khusus (Pansus) untuk menanggulangi tingkat konsumsi masyarakat terhadap gula, garam dan lemak (GGL).

Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris, dalam menyoroti adanya data dari GlobalData Q2 2021 Consumer Survey pada Juni 2021 yang menunjukkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan tingkat konsumsi Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) tertinggi di Asia Pasifik.

BacaJuga:

Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi, Kemendikdasmen Perluas Bantuan Kuliah bagi 150 Ribu Guru

Kemenag: Pengajuan Izin Pesantren di 2026 Turun Signifikan, Ini Penyebabnya

Fraksi Demokrat DPR Soroti Tren Urbanisasi 2045, Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan Terancam

Diketahui, konsumsi MBDK ataupun GGL secara berlebih berisiko meningkatkan kejadian obesitas, diabetes, hipertensi, dan kematian akibat penyakit jantung koroner. Akibatnya Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk kesehatan ikut membengkak.

“Pemerintah perlu duduk bersama dalam menanggulangi konsumsi GGL yang berlebih di tengah masyarakat, kalua pun tidak bisa mendapatkan satu kesimpulan yang sama saya setuju dengan pandangan teman-teman di Komisi IX untuk membentuk Pansus,” ungkap Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris sebagaimana dilansir dari laman DPR, Selasa (2/7/2024).

Menurut Charles, pemerintah perlu segera menangani konsumsi GGL yang berlebih. Pasalnya saat ini kasus diabetes yang menjangkit anak – anak meningkat 70 kali lipat.

“Ini mengerikan sekali, bagaimana kita bisa mencapai Indonesia Emas tahun 2045, yang ada 2045 nanti akan menjadi mimpi buruk kalau kita tidak segera menindaklanjuti masalah ini,” tegas legislator Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Senada, Anggota Komisi IX DPR RI Darul Siska menyarankan DPR RI agar membentuk pansus dengan anggota yang berasal dari lintas komisi untuk menangani persoalan konsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan.

“Karena ini multisektor yang menanganinya, saya menganggap bahwa Panja ini tidak cukup. Saya menyarankan ini harus ada Pansus lintas komisi agar dapat memantau secara terus-menerus penangan konsumsi gula, garam dan lemak yang berlebihan oleh pemerintah,” katanya.

Darul Siska menjelaskan saat ini panitia khusus itu penting untuk dibentuk karena terdapat kecenderungan penyakit yang ditimbulkan oleh GGL, seperti diabetes melitus hingga kanker yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

“Ada kecenderungan penyakit yang ditimbulkan GGL akan meningkat dari tahun ke tahun, apalagi tingkat literasi masyarakatnya rendah,” ujar dia.

Selain pembentukan Pansus, Darul Siska pun menyarankan agar pemerintah menghadirkan program kampanye nasional mengenai waspada terhadap pengkonsumsian gula, garam, dan lemak berlebih.

“Perlu program kampanye nasional bagaimana kita mewaspadai atau meningkatkan literasi masyarakat terhadap GGL,” jelasnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal (Plt Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Yudhi Pramono mengatakan data dari GlobalData Q2 2021 Consumer Survey pada Juni 2021 menunjukkan bahwa Indonesia menjadi negara dengan tingkat konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) tertinggi di Asia Pasifik.

“Hal ini menjadi salah satu perhatian yang sangat penting untuk diintervensi dalam pengendalian konsumsi gula di Indonesia karena dapat berisiko meningkatkan kejadian obesitas, diabetes, hipertensi, dan kematian akibat penyakit jantung koroner,” tuturnya,

Selanjutnya, Yudhi menyampaikan pula bahwa survei konsumsi makanan individu dari Litbangkes pada 2014 menunjukkan rata-rata konsumsi garam penduduk Indonesia 2764 mg/orang/hari. Lalu, survei konsumsi makanan individu pada 2015 menunjukkan sebesar 27 persen penduduk Indonesia sudah mengonsumsi lemak total melebihi batas rekomendasi per hari atau sudah melebihi 67 gram per hari. (dil)

Tags: DPR RIGGLKomisi IX DPR RIMBDKMinuman Berpemanis Dalam Kemasan

Berita Terkait.

Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Nasional

Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi, Kemendikdasmen Perluas Bantuan Kuliah bagi 150 Ribu Guru

Selasa, 22 September 2026 - 22:38
Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Nasional

Kemenag: Pengajuan Izin Pesantren di 2026 Turun Signifikan, Ini Penyebabnya

Selasa, 22 September 2026 - 21:08
Fraksi Demokrat DPR Soroti Tren Urbanisasi 2045, Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan Terancam
Nasional

Fraksi Demokrat DPR Soroti Tren Urbanisasi 2045, Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan Terancam

Selasa, 22 September 2026 - 18:25
Perkuat Perlindungan, Menag: Cegah Kekerasan dan Disiplinkan Pondok Pesantren 
Nasional

Perkuat Perlindungan, Menag: Cegah Kekerasan dan Disiplinkan Pondok Pesantren 

Selasa, 22 September 2026 - 16:04
isyana
Nasional

Gen Z Jadi Kunci Bonus Demografi, Wamen Isyana Minta Duta Genre Tebar Dampak Nyata

Selasa, 22 September 2026 - 14:04
bc2
Nasional

Gempur Penyelundupan Rp27 Miliar, Bea Cukai Sita 30 Kontainer Beras-Garam Ilegal dan Ribuan Ballpress

Selasa, 22 September 2026 - 12:42

OLAHRAGA

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 22 September 2026 - 08:53

INDOPOSCO.ID – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memasuki tahap serius. Sebanyak 21 pemain telah tiba dan...

SelengkapnyaDetails
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5539 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1248 shares
    Share 499 Tweet 312
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1010 shares
    Share 404 Tweet 253
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.