• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Kementan dan Komisi IV DPR Kendalikan Hama Tikus

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 6 Februari 2022 - 04:11
in Nasional
Kementan bersama Komisi IV DPR RI di Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (5/2/2022). Foto : Kementan

Kementan bersama Komisi IV DPR RI di Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (5/2/2022). Foto : Kementan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dalam rangka pemenuhan pangan nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Komisi IV DPR RI terus berusaha menggenjot peningkatan produktifitas tanaman padi. Salah satunya melalui gerakan pengendalian hama tikus yang menjadi penyebab kehancuran pada fase persemaian, fase generatif dan fase panen sehingga berdampak pada penurunan berat produksi.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan, tikus sawah sebagai hama utama tanaman padi, dengan dominasi di ekosistem sawah irigasi sehingga perlu upaya berlanjut untuk pengendalian hama tikus yang dapat dilakukan secara alami, mekanis, biologi bahkan pengendalian secara kimia. Kementan sendiri mengusulkan cara pengendalian tikus melalui gropyokan dilakukan terus menembus dimulai selesai pengolahan pertama sampai dengan sebelum tanam.

BacaJuga:

Transformasi Birokrasi Butuh Warisan Nilai, Menteri PANRB Soroti Peran Strategis Wredatama

Hadapi Geopolitik Global, Wamenko Polkam Dorong Politik Berkeadilan dan Berorientasi Kemaslahatan

Mendiktisaintek: Aparatur Harus Lahirkan Kebijakan yang Sejahterakan Rakyat

“Tikus dapat makan semua jenis tanaman, namun yang paling disukai sebagai makanannya adalah padi, jagung, kacang hijau, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar dan suka di tempat yang kotor, sehingga kunci pencegahan adalah sanitasi lingkungan, harus rajin bersih bersih dan tanam serentak,” cakap Suwandi saat pertemuan dan diskusi dalam kunjungan kerja khusus Komisi IV DPR RI mengenai penanganan hama tikus dan kasus tersengatnya petani akibat terkena jerat tikus yang menggunakan arus listrik di Balai Desa Jambanan, Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (5/2/2022).

Suwandi menjelaskan ada beberapa cara pengendalian hama tikus secara secara mekanik antara lain, penggunaan perangkap (traping) dengan sistem bubu perangkap linier (LTBS), sistem bubu perangkap (TBS) dan penggunaan jebakan RAPMORI (Rattus Fall-Trap Modification with Teri). Pengendalian hama juga dapat dilakuakan secara biologi yakni dengan pengendalian kesuburan, dengan metode pemandulan (imunokontrasepsi) dengan satu tipe virus yang spesifik dan pemanfaatan pemangsa alami seperti burung hantu, ular sawah.

“Pengendalian secara kimia juga bisa dilakukan yakni dengan penggunaan umpan beracun (rodentisida) dan bahan fumigant. Bahkan ada bio-pestisida yang ramah lingkungan: ubi gadung, bintaro, ubikayu direbus air kelapa.

“Intinya lakukan pencegahan dengan menjaga sanitasi dan tanam serentak, tanam tanaman bau menyengat: serai, tomat, bunga tagetes, gunakan musuh alami burung hantu. sedangkan pengendalian disesuaikan fase tanaman bisa secara mekanis, biologis dan pilihan terakhir kimiawi,” jelasnya.

“Terkait hama tikus di Sragen ini Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sudah berkomunikasi dengan PLN dan melakukan solusi, dan telah memberi arahan ke Ibu Bupati, Kapolres dan Dandim untuk menindaklanjuti dan mengawal implementasinya,” imbuh Suwandi.

Anggota Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan kunjungan kerja kali ini dalam rangka penanganan hama tikus dan kasus tersengatnya petani akibat terkena jebakan tikus yang menggunakan arus listrik di balai desa Jambanan. Upaya untuk menanggulangi jebakan tikus beraliran listrik perlu dilakukan sosialisasi akan ancaman dan ancaman pidana penggunaanya.

“Untuk itu, penerapan jebakan tikus beraliran listrik perlu pelibatan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri dan perlu adanya operasi gabungan untuk pencabutan jebakan tikus dan kami mendorong pemerintah untuk menerbitan surat edaran pengendalian hama tikus dan pelarangan penggunaanya,” terangnya.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan Pemerintah Kabupaten Sragen dibantu oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah telah melakukan pengendalian hama tikus pada tahun 2021 melalui beberapa program dan kegiatan serta bantuan yang diserahkan kepada petani.

“Dan tahun ini kami juga akan berupaya semaksimal mungkin untuk pengendalian hama tikus ini,” dempak Kusdinar.

Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain gerakan pengendalian (gerdal) 50 kali dalam satu tahun, pemberian bantuan emposan 256 unit dibagikan kepada gapoktan/poktan di 20 kecamatan, pemberian sarana pengendalian hama tikus, pemberian bantuan emposan 256 unit dibagikan kepada gapoktan/poktan di 20 kecamatan, pemberian sarana pengendalian hama tikus, bantuan rumah burung hantu 44 unit.

“Kami juga akan melakukan sosialisasi pengendalian hama tikus dan sosialisasi pelarangan penggunaan jebakan tikus beraliran listrik melalui pertemuan poktan/gapoktan, siaran radio dan media cetak. Dengan upaya ini diharapkan panen musim tanam I dapat maksimal juga,” tutup Kusdinar.

Perlu diketahui, rekomendasi lain pengendalian tikus yang dianjurkan Kementan kepada petani yakni pemasangan TBS (Trap Barier System) di persemaian yang digabungkan dengan jebakan tikus, pengemposan lubang aktif dengan menggunakan alat pengemposan dan sulfur, pemasangan LTBS (Linier Trap Barier System) yang digabungkan dengan jebakan tikus, pengumpanan dilakukan pada umur padi persemaian sampai dengan umur padi 35 hst dan pada saat umur tanaman generatif jalani pembongkaran lubang tikus telah melahirkan yg ada di pematang. (mg4)

Tags: hamaKementanpertaniantikus

Berita Terkait.

rini
Nasional

Transformasi Birokrasi Butuh Warisan Nilai, Menteri PANRB Soroti Peran Strategis Wredatama

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:13
wamrnko
Nasional

Hadapi Geopolitik Global, Wamenko Polkam Dorong Politik Berkeadilan dan Berorientasi Kemaslahatan

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:03
brian
Nasional

Mendiktisaintek: Aparatur Harus Lahirkan Kebijakan yang Sejahterakan Rakyat

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:02
to
Nasional

Mendagri Tegaskan ASN Harus Mampu Beradaptasi dan Layani Masyarakat yang Beragam

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:32
tito
Nasional

IPDN Wisuda 1.404 Mahasiswa, Mendagri: Telah Lahir Ilmuwan di Bidang Pemerintahan

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:12
brin
Nasional

Kebutuhan Material Fluoresensi Terus Meningkat, BRIN Kembangkan GKDL Berbasis Biomassa

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:02

BERITA POPULER

  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1424 shares
    Share 570 Tweet 356
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2930 shares
    Share 1172 Tweet 733
  • Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

    726 shares
    Share 290 Tweet 182
  • Persija Revisi Agenda Pramusim, Piala Presiden Jadi Ujian Sebelum TC Thailand

    691 shares
    Share 276 Tweet 173
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.