• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Banjir Terjadi Karena Akumulasi Model Pembangunan yang Ekstraktif

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 17 November 2021 - 19:49
in Nasional
penggundulan hutan

Ilustrasi - Deforestasi atau penggundulan hutan yang terjadi di Indonesia. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Greenpeace Indonesia menilai banjir yang semakin intens terjadi di beberapa wilayah di Indonesia bahkan saat ini sedang terjadi di beberapa wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), merupakan akumulasi dari model pembangunan yang ekstraktif terhadap sumber daya alam dan komoditas berbasis lahan secara luas.

Juru Kampanye Greenpeace Indonesia Rio Rompas, kepada Indoposco.id, Rabu (17/11/2021) menjelaskan model pembangunan ekstraktif ini telah dipraktikkan sejak zaman pemerintahan Soeharto hingga pemerintahan saat ini.

BacaJuga:

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Penting Jaga Kepastian Hukum Ketenagakerjaan

Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, DPR Bakal Panggil Pihak Terlibat

Omnibus Law Sektor Keuangan Belum Diperlukan, DPR Nilai UU P2SK Masih Relevan

“Akibatnya, bencana-bencana hidrometeorologi semakin meningkat. Itu merupakan dampak dari krisis iklim,” ujar Rio Rompas.

Baca Juga : Kata Jokowi Seperti Ini Terkait Banjir yang Belum Surut di Kalbar

Menurut Rio, respons pemerintah terhadap fenomena bencana hidrometeorologi, justru tidak mengubah model pembangunan ekstraktif tersebut.

“Bahkan, di saat-saat terakhir ini misalnya, pemerintah masih mengesahkan Omnibus Law Cipta Kerja, di mana banyak sekali memangkas perlindugan lingkungan. Penegakan hukum dipangkas, bahkan batas minimum 30 persen daerah aliran sungai (DAS) itu dihilangkan,” tegas Rio.

Rio menjelaskan, Indonesia memiliki kharakteristik kepulauan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan berbasis DAS.

“Jika DAS dikonversi atau dibuka hutannya, maka akan berdampak terhadap bencana banjir termasuk ekosistem gambut juga berdampak pada kebakaran hutan. Itu dua bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di daerah yang hutannya sudah habis, seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan saat ini mulai mengarah ke Papua,” kata Rio.

Baca Juga : Dampak Banjir, Ganjar Cek Rumah Pompa Antisipasi

Menurut Rio, fakta-fakta ini tidak pernah dievaluasi oleh pemerintah. Kendati, di atas kertas pemerintah telah mengeluarkan moratorium hutan dan lahan gambut, sejak 2011 sampai 2019 dipermanenkan oleh Presiden Jokowi.

“Effort pemerintah terkait deforestasi itu ada di kebijakan korporasi. Mereka (korporasi) melakukan deforestasi karena mendapat izin dari pemerintah. Jadi klaim Presiden Jokowi telah menurunkan deforestasi dan terendah selama 20 tahun terakhir ini perlu diuji. Apa sebenarnya effort pemerintah sehingga menurunkan deforestasi,” tegas Rio.

Rio menegaskan, kebijakan yang dipakai adalah moratorium hutan dan lahan gambut, karena, itu merupakan instruksi presiden dan tujuannya adalah menghentikan deforestasi hutan di Indonesia.

“Sehingga kami mencoba melihat selama berlakunya moratorium justru tidak efektif. Karena, faktanya deforestasi meningkat ketika moratorium itu dijalankan. Selama 2019-2020 memang deforestasi menurun. Namun, yang perlu dikaji setahun terakhir ini apa effort pemerintah?” tanya Rio.

Rio menjelaskan, deforestasi adalah kehilangan hutan. Menurunnya deforestasi selama setahun terakhir lebih disebabkan oleh pandemi Covid-19 karena perusahan mengalami kontraksi ekonomi sehingga tidak membuka lahan baru.

“Secara tidak langsung ada komitmen perusahaan untuk menerapkan No Deforestation, No Peat and No Exploitation (NDPE). Ini terjadi karena permintaan konsumen terhadap rantai pasok perusahaan-perusahaan itu tidak berasal dari praktik-praktik deforestasi,” katanya.

Rio mengatakan menurunnya deforestasi selama setahun terakhir, kalau melihat fakta yang ada, bukan karena effort pemerintah.

“Klaim bahwa keberhasilan pemerintah menurunkan deforestasi belum terbukti dalam konteks kebijakan,” pungkas Rio. (dam)

Tags: banjirgreenpeace indonesiaModel Pembangunan EkstraktifPenggundulan Hutan

Berita Terkait.

Polda Banten Dampingi Penyerahan dan Pemakaman Jenazah Korban Kapal Aruphadatu 1
Nasional

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Penting Jaga Kepastian Hukum Ketenagakerjaan

Kamis, 24 September 2026 - 18:45
Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, DPR Bakal Panggil Pihak Terlibat
Nasional

Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, DPR Bakal Panggil Pihak Terlibat

Kamis, 24 September 2026 - 17:45
Menkop Dorong BKMT Dirikan Koperasi untuk Pembinaan Umat
Nasional

Omnibus Law Sektor Keuangan Belum Diperlukan, DPR Nilai UU P2SK Masih Relevan

Kamis, 24 September 2026 - 17:35
Menkop Dorong BKMT Dirikan Koperasi untuk Pembinaan Umat
Nasional

Buruh Ancam Lipat Gandakan Massa Jika Tuntutan RUU Ketenagakerjaan Diabaikan

Kamis, 24 September 2026 - 16:55
Polda Banten Dampingi Penyerahan dan Pemakaman Jenazah Korban Kapal Aruphadatu 1
Nasional

Karhutla Hanguskan 127 Hektare Lahan di Lombok Utara, BPBD Koordinasi dengan TNGR

Kamis, 24 September 2026 - 16:45
Polda Banten Dampingi Penyerahan dan Pemakaman Jenazah Korban Kapal Aruphadatu 1
Nasional

DPR Minta Klaim Gizi Beras Bisa Dipertanggungjawabkan Produsen

Kamis, 24 September 2026 - 16:30

OLAHRAGA

java
Olahraga

Java United Buka Suara soal Perselisihan dengan Shin Tae-yong, Singgung Pemicu Keributan

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 24 September 2026 - 11:21

INDOPOSCO.ID – Kemenangan Persija Jakarta atas Java United justru menyisakan persoalan di luar lapangan. Duel yang berakhir dengan skor 1-0...

SelengkapnyaDetails
ferdinan

Resmi Berseragam Persija, Marselino Ferdinan Bawa Ambisi Besar

Kamis, 24 September 2026 - 09:19
tpkk

Tri Tito Karnavian Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 23 September 2026 - 21:11
Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Rabu, 23 September 2026 - 12:45
5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

Rabu, 23 September 2026 - 09:46

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5542 shares
    Share 2217 Tweet 1386
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1026 shares
    Share 410 Tweet 257
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    967 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.