INDOPOSCO.ID – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno mengenang almarhum tokoh nasional Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra sebagai sosok yang berjiwa seni tinggi dan tajam dalam menganalisis persoalan.
“Seorang yang berpembawaan tenang, tajam dalam melakukan analisis, memiliki insting estetis yang kuat,” kata Hendrawan kepada INDOPOSCO melalui gawai, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Almarhum juga dikenang sebagai figur yang tidak mudah tergoyahkan dan selalu setia menjalankan ideologi negara dalam kehidupan nyata.
“Kuat dalam pendirian. Beliau selalu menjaga prinsip-prinsip dasar dalam implementasi ideologi kebangsaan,” ucap Hendrawan.
Menurutnya, ketegasan almarhum terlihat saat penyusunan kabinet, ketika dia berani menolak calon menteri yang latar belakangnya dianggap bertentangan dengan visi partai.
“Dalam usulan pembentukan kabinet, misalnya, dia berani menyatakan bahwa seseorang tidak tepat karena rekam jejak tidak sesuai program yang diperjuangkan partainya,” jelas Hendrawan.
Tokoh nasional dan politikus senior Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra meninggal dunia di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Kabar meninggalnya Guruh Soekarnoputra dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. Putra bungsu Presiden pertama RI tersebut wafat pada usia 73 tahun.
”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Telah berpulang ke Rahmatullah Almarhum Bapak Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra Bin Sukarno,” tutur Hasto terpisah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/9/2026).(dan)















