INDOPOSCO.ID – Di tengah khidmatnya perayaan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, sebuah babak penting sejarah pendidikan Islam kembali mencuat ke permukaan. Pondok Pesantren Darunnajah, salah satu lembaga pendidikan Islam terkemuka di tanah air, dianugerahi penghargaan bergengsi “100 Tahun Award”.
Penghargaan istimewa ini diterima langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, KH. Dr. Sofwan Manaf, M.Si., yang juga merupakan putra dari salah satu tokoh perintis pendidikan Islam bersejarah di Indonesia, KH Abdul Manaf Mukhayyar.
Akar Sejarah dan Perjuangan Panjang
Lahir sejak rintisan 1938 dari rahim perjuangan sang ayah, KH Abdul Manaf Mukhayyar, yang kemudian mengenal Model Pendidikan Gontor 1959, lalu diperkuat oleh kiprah menantunya, KH Mahrus Amin (alumni Gontor) 1961, Darunnajah tumbuh menjadi pilar pendidikan umat. Hubungan historis yang erat dengan Pondok Gontor menjadikan Darunnajah sebagai salah satu pesantren rintisan anak-anak tertua yang sukses menjaga eksistensinya hingga kini.
Bagi KH Sofwan Manaf, penghargaan yang diterima dari almamater dan guru-guru besar Gontor bukan sekadar seremoni. Ia memandangnya sebagai sebuah amanah besar untuk terus merawat nilai-nilai keikhlasan dan kemandirian pesantren.
“Penghargaan ini adalah pengingat bahwa estafet perjuangan para pendiri harus terus dijaga. Darunnajah berkomitmen untuk senantiasa istiqamah mengemban identitas Tarbiyatul Muallimin wal Muallimat Al-Islamiyah di tengah dinamika zaman,” ujar K.H. Sofwan Manaf dalam keterangannya, dikutip Senin (21/9/2026)
Konsistensi Menjaga Jati Diri di Era Modern
Di bawah kepemimpinan KH Sofwan Manaf bersama para pimpinan lainnya, Darunnajah tidak hanya mempertahankan tradisi salaf yang kuat, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan dunia modern. Penggunaan sistem kurikulum terpadu yang berakar pada manhaj pesantren tua terbukti mampu mencetak ribuan kader umat yang tersebar di berbagai sektor strategis nasional maupun internasional.
KH Hadiyanto Arief, pimpinan pesantren lainnya, menambahkan bahwa momentum satu abad Gontor ini menjadi inspirasi bagi Darunnajah untuk menatap masa depan. Harapannya besar agar Darunnajah dapat terus menapaki jejak keteladanan Gontor hingga usia 100, 200, bahkan 300 tahun ke depan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Tonggak Estafet Kepemimpinan Umat
Penghargaan “100 Tahun Award” kepada KH Sofwan Manaf dan keluarga besar Darunnajah menegaskan bahwa sanad keilmuan dan perjuangan para muassis (pendiri) pesantren di Indonesia memiliki mata rantai yang kuat.
Dari Gontor ke Darunnajah, warisan pendidikan wakaf ini membuktikan ketahanan institusionalnya. Di tangan para penerus seperti KH Sofwan Manaf, pesantren tidak sekadar menjadi tempat menimba ilmu agama, melainkan benteng pertahanan moral bangsa yang senantiasa relevan menghadapi tantangan zaman dengan pendidikan holistiknya. (srv)















