• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Gugatan Pencalonan Gibran Masuk MK, Analisis Soroti Syarat Pendidikan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 21 September 2026 - 17:17
in Nasional
mk

Ilustrasi Mahkamah Konstitusi. Foto: Dok INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Analis politik dan hukum Saiful Huda Ems (SHE) menilai gugatan Denny Indrayana dkk. terhadap pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden membawa persoalan konstitusional yang lebih luas dari sekadar polemik ijazah. Menurut dia, perkara tersebut menguji apakah syarat pendidikan calon wakil presiden pada Pilpres 2024 telah dipenuhi sejak proses pencalonan.

“Pokok persoalannya bukan sekadar ijazah Gibran asli atau palsu. Dalil utamanya adalah apakah Gibran memenuhi syarat pendidikan sebagai calon Wakil Presiden pada saat pencalonan Pilpres 2024,” kata Saiful dalam keterangan, Senin (21/9/2026).

BacaJuga:

Hotspot Nasional Melonjak 165 Titik, Kemenhut Fokus Penanganan Karhutla di Kalteng

TPG Rp6,3 Miliar Cair, 263 Ustaz Pesantren Terima Tunjangan Profesi

Soroti Kasus Penyadapan, DPD RI: Penegakan Hukum Tak Boleh Pandang Bulu

Gugatan tersebut telah diregistrasi Mahkamah Konstitusi (MK) dengan Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Permohonan diajukan pada 10 September 2026 dan tercatat dalam registrasi MK pada 17 September 2026. Pemeriksaan pendahuluan dijadwalkan berlangsung hari ini, Senin (21/9/2026).

Saiful mengatakan, para pemohon mencoba menggunakan konstruksi Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) untuk mempersoalkan kembali aspek pencalonan pada Pilpres 2024. Padahal, hasil Pilpres 2024 telah melalui proses perselisihan di MK dan Gibran telah dilantik sebagai Wakil Presiden.

Menurut Saiful, salah satu isu utama yang akan diuji adalah ketentuan Pasal 169 huruf r UU Pemilu mengenai syarat pendidikan calon presiden dan wakil presiden. Para pemohon mendalilkan ketentuan tersebut merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi sejak proses pendaftaran hingga penetapan pasangan calon.

Persoalan berikutnya adalah tenggat pengajuan PHPU. Gugatan terkait hasil Pilpres 2024 tersebut baru diajukan pada 2026. Karena itu, menurut Saiful, MK perlu menjawab apakah persoalan syarat pencalonan yang didalilkan para pemohon dapat diperiksa melalui mekanisme PHPU setelah tahapan pemilu dan pelantikan presiden-wakil presiden berlangsung.

“Para pemohon berusaha membedakan antara sengketa hasil Pilpres 2024 dengan persoalan legalitas syarat pencalonan yang menurut mereka belum pernah diperiksa secara khusus oleh MK,” ujarnya.

Dalam petitumnya, para pemohon antara lain meminta MK menyatakan syarat pendidikan calon presiden dan wakil presiden sebagai syarat wajib, menyatakan Gibran tidak memenuhi syarat pendidikan, serta menyatakan pencalonannya pada Pilpres 2024 cacat hukum sejak awal. Mereka juga meminta sejumlah konsekuensi hukum terhadap keputusan KPU terkait pencalonan dan hasil Pilpres 2024.

Saiful menilai, apabila MK masuk ke pokok perkara, sejumlah pertanyaan konstitusional harus dijawab. Di antaranya mengenai kedudukan hukum pemohon, kewenangan MK memeriksa permohonan yang diajukan setelah rentang waktu PHPU, serta konsekuensi hukum apabila syarat pencalonan dinyatakan tidak terpenuhi.

Di sisi lain, lanjutnya, keberadaan perkara tersebut dalam proses persidangan belum berarti MK telah membenarkan dalil para pemohon. Registrasi perkara menunjukkan permohonan masuk dalam proses penanganan, sedangkan benar atau tidaknya dalil serta dapat atau tidaknya permohonan diterima tetap menjadi kewenangan hakim konstitusi untuk menilainya.

Ia menambahkan, MK sendiri telah menerbitkan PMK Nomor 1 Tahun 2026 yang secara khusus mengatur tahapan, kegiatan, dan jadwal penanganan permohonan PHPU Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024 yang diajukan pada 2026. Peraturan tersebut menjadi salah satu dasar prosedural bagi penanganan perkara yang kini tengah berjalan.

Dikatakan dia, sidang pemeriksaan pendahuluan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 dijadwalkan pada Senin (21/9/2026) pukul 19.00 WIB. Dalam persidangan tersebut, para pemohon akan menyampaikan permohonan di hadapan hakim konstitusi. Perkara ini selanjutnya akan menguji sejumlah persoalan formil maupun substansial terkait pencalonan Gibran pada Pilpres 2024.

“Yang paling penting sekarang bukan membuat kesimpulan sebelum putusan, tetapi melihat bagaimana MK menjawab persoalan tenggat PHPU, syarat pencalonan, kewenangan MK, serta konsekuensi konstitusional jika dalil para pemohon terbukti,” kata Saiful.

Dengan demikian, dikatakan dia, perkara ini tidak hanya menyangkut posisi Gibran, tetapi juga menjadi ujian terhadap batas kewenangan MK dalam memeriksa persoalan pencalonan setelah proses pemilu selesai. (nas)

Tags: GibranMKWapres

Berita Terkait.

Hotspot Nasional Melonjak 165 Titik, Kemenhut Fokus Penanganan Karhutla di Kalteng
Nasional

Hotspot Nasional Melonjak 165 Titik, Kemenhut Fokus Penanganan Karhutla di Kalteng

Minggu, 8 November 2026 - 22:21
TPG Rp6,3 Miliar Cair, 263 Ustaz Pesantren Terima Tunjangan Profesi
Nasional

TPG Rp6,3 Miliar Cair, 263 Ustaz Pesantren Terima Tunjangan Profesi

Minggu, 8 November 2026 - 20:11
Soroti Kasus Penyadapan, DPD RI: Penegakan Hukum Tak Boleh Pandang Bulu
Nasional

Soroti Kasus Penyadapan, DPD RI: Penegakan Hukum Tak Boleh Pandang Bulu

Minggu, 8 November 2026 - 17:55
BRIN Targetkan 21 Cagar Biosfer Jadi Mesin Ekonomi
Nasional

BRIN Targetkan 21 Cagar Biosfer Jadi Mesin Ekonomi

Minggu, 8 November 2026 - 16:17
Kena PHK! Cek UU Ketenagakerjaan Baru Atur Pesangon hingga 9 Kali Gaji, Ini Rinciannya
Nasional

Kena PHK! Cek UU Ketenagakerjaan Baru Atur Pesangon hingga 9 Kali Gaji, Ini Rinciannya

Minggu, 8 November 2026 - 12:12
Putusan MA Batalkan Suket Pendidikan Gibran, Legislator PAN Ini Desak Wapres Legowo Mundur
Nasional

Putusan MA Batalkan Suket Pendidikan Gibran, Legislator PAN Ini Desak Wapres Legowo Mundur

Minggu, 8 November 2026 - 10:56

OLAHRAGA

STY
Olahraga

Persija vs Persebaya, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Tidak Lengah

Editor Juni Armanto
Sabtu, 7 November 2026 - 15:45

INDOPOSCO.ID - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong meminta anak asuhnya tetap waspada saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan kesembilan Super...

SelengkapnyaDetails
witan

Jamu Persebaya, Persija Usung Misi Bangkit di Hadapan Jakmania

Sabtu, 7 November 2026 - 09:35
Sirkuit Mandalika

Gaspol di Mandalika, Pertamina Dukung Regenerasi Pebalap Indonesia lewat MRS 2026

Jumat, 6 November 2026 - 21:21
rafael

PSIM vs Dewa United: Asa ke Puncak, Banten Warriors Pantang Terpeleset

Jumat, 6 November 2026 - 11:21
bola

Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

Jumat, 6 November 2026 - 08:51

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3348 shares
    Share 1339 Tweet 837
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2314 shares
    Share 926 Tweet 579
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1878 shares
    Share 751 Tweet 470
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.