• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Menteri Wihaji Perkuat Intervensi Keluarga Risiko Stunting melalui Gizi dan Rumah Layak Huni

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:10
in Nasional
wamenhaji

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, H. Wihaji (kanan), meninjau langsung sejumlah Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Kamis (6/8/2026)/istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, H. Wihaji, meninjau langsung sejumlah Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Kamis (6/8/2026). Langkah tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat intervensi pencegahan stunting dari hulu. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Wihaji menyerahkan bantuan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, bantuan nutrisi, serta menyaksikan penyerahan Bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni kepada tiga keluarga penerima manfaat.

Menteri Wihaji menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan sebelum anak mengalami gangguan pertumbuhan, yakni melalui intervensi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). “Keluarga risiko stunting kita data. Tadi saya melihat tiga titik, kemarin dua titik. Mereka memiliki anak pada fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Sebelum terjadi stunting, kita lakukan pendekatan, termasuk memperbaiki kondisi rumahnya,” ujar Menteri Wihaji.

BacaJuga:

Fraksi Demokrat DPR Soroti Tren Urbanisasi 2045, Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan Terancam

Perkuat Perlindungan, Menag: Cegah Kekerasan dan Disiplinkan Pondok Pesantren 

Gen Z Jadi Kunci Bonus Demografi, Wamen Isyana Minta Duta Genre Tebar Dampak Nyata

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Wihaji berdialog langsung dengan keluarga penerima manfaat untuk mengetahui kondisi kesehatan anak, kebutuhan gizi, pola pengasuhan, kondisi ekonomi, serta kelayakan lingkungan tempat tinggal. Menurutnya, pemenuhan gizi harus diiringi dengan lingkungan yang sehat, sanitasi yang baik, akses air bersih, dan hunian yang layak agar tumbuh kembang anak berlangsung optimal.

Bantuan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni merupakan bagian dari pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yang mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam membantu keluarga berisiko stunting sesuai kebutuhannya. Dalam kegiatan tersebut, PT Timah berperan sebagai Orang Tua Asuh dengan memberikan dukungan perbaikan rumah kepada keluarga penerima manfaat. Menteri Wihaji menjelaskan bahwa kolaborasi melalui GENTING menjadi solusi untuk menjangkau keluarga yang belum dapat menerima bantuan pemerintah karena terkendala persyaratan administratif. “Kalau mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, sering kali sulit karena ada syarat sertifikat dan sebagainya. Karena itu, harus ada cara lain melalui orang tua asuh yang persyaratannya tidak rumit, tetapi negara tetap hadir,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keterbatasan dokumen kepemilikan tanah tidak seharusnya membuat keluarga yang membutuhkan kehilangan kesempatan memperoleh bantuan. “Masa hanya karena tidak memiliki sertifikat negara tidak hadir. Tentu itu tidak adil. Karena itu, kita bantu sesuai dengan kewenangan yang kita miliki,” tegas Menteri Wihaji.

Menurut Menteri Wihaji, percepatan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, lembaga keuangan, organisasi masyarakat, dan masyarakat luas. Melalui intervensi terpadu, mulai dari pemenuhan gizi, pendampingan keluarga, hingga perbaikan rumah tidak layak huni, pemerintah berupaya memastikan setiap keluarga berisiko stunting memperoleh layanan yang tepat sasaran dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat dan berkualitas. (ney)

Tags: giziMenteri WihajiRumah Layak Hunistunting

Berita Terkait.

Fraksi Demokrat DPR Soroti Tren Urbanisasi 2045, Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan Terancam
Nasional

Fraksi Demokrat DPR Soroti Tren Urbanisasi 2045, Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan Terancam

Selasa, 22 September 2026 - 18:25
Perkuat Perlindungan, Menag: Cegah Kekerasan dan Disiplinkan Pondok Pesantren 
Nasional

Perkuat Perlindungan, Menag: Cegah Kekerasan dan Disiplinkan Pondok Pesantren 

Selasa, 22 September 2026 - 16:04
isyana
Nasional

Gen Z Jadi Kunci Bonus Demografi, Wamen Isyana Minta Duta Genre Tebar Dampak Nyata

Selasa, 22 September 2026 - 14:04
bc2
Nasional

Gempur Penyelundupan Rp27 Miliar, Bea Cukai Sita 30 Kontainer Beras-Garam Ilegal dan Ribuan Ballpress

Selasa, 22 September 2026 - 12:42
brian
Nasional

KIP Kuliah Diperkuat, Mendiktisaintek Sampaikan Tambahan Anggaran Rp1,267 Triliun

Selasa, 22 September 2026 - 12:32
rafly
Nasional

Menteri Ekraf dan PANDI Dorong Aksara Nusantara Masuk Ruang Digital, Targetkan Nilai Ekonomi Baru

Selasa, 22 September 2026 - 12:22

OLAHRAGA

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 22 September 2026 - 08:53

INDOPOSCO.ID – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memasuki tahap serius. Sebanyak 21 pemain telah tiba dan...

SelengkapnyaDetails
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5539 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1248 shares
    Share 499 Tweet 312
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.