INDOPOSCO.ID – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menerima audiensi jajaran Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Pertemuan ini membahas pemanfaatan domain internet dan Aksara Nusantara di ruang digital guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) nasional.
Selain digitalisasi budaya, audiensi tersebut fokus pada perluasan akses pasar digital dan komersialisasi identitas budaya lokal sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia.
”Melalui Program Sinergi Ekraf dalam kerangka Asta Ekraf, kami melakukan matchmaking antar-pemangku kepentingan secara heksaheliks—mulai dari pemerintah, akademisi, swasta, komunitas, media, hingga lembaga keuangan. PANDI memiliki posisi strategis dalam membawa teknologi dan identitas digital yang siap disinergikan dengan ratusan mitra Kementerian Ekraf,” ujar Teuku Riefky.
Menekraf menekankan bahwa semangat kementerian yang dipimpinnya adalah mendorong ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru yang dimulai dari daerah. Potensi lokal seperti bahasa dan aksara daerah harus didorong agar lebih berkembang di ruang digital.
”Kami ingin budaya tidak berhenti sebagai warisan (heritage), tetapi masuk ke wilayah ekonomi. Ketika Aksara Nusantara disentuh inovasi, teknologi, dan kreativitas, nilainya akan meningkat secara ekonomi,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, PANDI memaparkan perkembangan Internationalized Domain Names (IDN) Aksara Nusantara, peluncuran IDN Aksara Bali, serta potensi penggunaan domain .id bagi para pelaku ekraf. Integrasi aksara lokal pada situs web, aplikasi, dan konten digital dinilai mampu memperkuat identitas sekaligus membuka peluang komersialisasi bagi para kreator di berbagai daerah.
Ketua Dewan Pengurus PANDI, Isnawan, menjelaskan bahwa domain internet kini dirancang sebagai aset digital bernilai ekonomis yang bahkan berpotensi menjadi jaminan aset.
”Aksara tak hanya sebatas konservasi, tetapi diharapkan menjadi bagian dari konten dan aktivitas ekonomi kreatif, bukan sekadar nama domain,” kata Isnawan.
Dalam pertemuan tersebut, PANDI turut mengundang Kementerian Ekraf pada ajang peluncuran IDN Nusantara yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada Oktober 2026 mendatang, bertepatan dengan forum Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).
Ke depan, Kementerian Ekraf dan PANDI sepakat untuk terus mengeksplorasi kerja sama strategis guna mempertemukan kekuatan identitas budaya lokal dengan kemajuan teknologi digital. (ney)















