INDOPOSCO.ID – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), H. Wihaji, meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-Pendidikan Anak Usia Dini (non-PAUD) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Kamis (6/8/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan layanan MBG 3B bagi 33.852 penerima manfaat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berjalan sesuai standar, berkualitas, dan tepat sasaran.
Program MBG 3B diarahkan untuk mendukung pemenuhan gizi ibu dan anak sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting sejak periode awal kehidupan. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Wihaji memeriksa langsung tempat penyimpanan bahan pangan, fasilitas pendingin, proses pengolahan makanan, kualitas menu, hingga kesiapan distribusi. Berdasarkan data yang diterimanya, jumlah penerima manfaat MBG 3B secara nasional telah mencapai lebih dari 9,6 juta orang, sedangkan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah menjangkau 33.852 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. “Per hari ini sudah ada lebih dari 9,6 juta penerima manfaat MBG 3B. Di Provinsi Bangka Belitung terdapat 33.852 penerima manfaat yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujar Menteri Wihaji.
SPPG Pangkalbalam yang ditinjau melayani 498 penerima manfaat kelompok 3B. Menurut Menteri Wihaji, peninjauan langsung diperlukan untuk memastikan data sasaran sesuai dengan kondisi di lapangan dan pelayanan berjalan sesuai ketentuan. Ia menegaskan arahan Presiden Republik Indonesia agar jajaran pemerintah lebih aktif turun ke lapangan, bukan hanya mengandalkan rapat dan laporan administratif. “Yang diminta Bapak Presiden, jangan banyak diskusi dan jangan banyak lokakarya. Turun ke lapangan, cek. Kalau ada masalah, segera diselesaikan,”tegasnya.
Berdasarkan hasil peninjauan, Menteri Wihaji menilai pelaksanaan MBG 3B di SPPG Pangkalbalam telah berjalan dengan baik dan sesuai prosedur. Ia menyampaikan bahwa terdapat 107 SPPG di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan sebanyak 94 di antaranya telah mendistribusikan MBG 3B kepada kelompok sasaran. “Dari laporan yang saya terima, di Provinsi Bangka Belitung terdapat 107 SPPG yang ada dan pada Juli 2026, tercatat 94 di antaranya sudah mendistribusikan MBG 3B,”katanya. Ia meminta SPPG yang belum menyalurkan MBG kepada kelompok 3B segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional (BGN). “Saya minta yang belum segera berkoordinasi agar seluruh ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD yang berhak dapat menerima program ini,”lanjutnya.
Menurut Menteri Wihaji, MBG 3B memiliki peran penting karena menyasar kelompok pada fase awal kehidupan. Pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, menyusui, hingga usia balita menjadi fondasi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. “Program makanan bergizi untuk anak sekolah sudah ada di banyak negara. Namun, program yang secara khusus menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita seperti MBG 3B merupakan kekhususan yang dimiliki Indonesia. Karena itu, kita harus memastikan program ini berjalan dengan baik di seluruh wilayah,” ujarnya.
Menteri Wihaji juga memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tidak akan terhenti apabila terdapat SPPG yang harus menghentikan operasional sementara karena belum memenuhi ketentuan. Penerima manfaat akan dialihkan ke SPPG terdekat yang masih memiliki kapasitas produksi dan distribusi. “Kalau ada SPPG yang ditutup, penerima manfaat tetap akan dilayani melalui SPPG terdekat yang masih memiliki kapasitas. Yang terpenting, pelayanan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap berjalan,” jelasnya. Koordinasi antara pengelola SPPG, pemerintah daerah, Kemendukbangga/BKKBN, dan BGN akan terus diperkuat agar distribusi MBG 3B berlangsung tepat sasaran, berkualitas, dan berkelanjutan, sehingga mampu mendukung percepatan penurunan stunting serta pembangunan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.(ney)


















