• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Tak Sekadar Gelar Akademik, 45 Profesor UT Ditantang Lahirkan Riset Berdampak

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:07
in Nasional
ut

Rektor Universitas Terbuka Prof Ali Muktiyanto bersama 6 profesor dan Ketua Senat Akademik UT usai pengukuhan di kampus UT, Kamis (6/8/2026). Foto: Nasuha/ INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rektor Universitas Terbuka (UT) Prof Ali Muktiyanto menuturkan, Universitas Terbuka memiliki program kelompok riset profesor. Kelompok ini menjadi ikon dan lokomotif riset hingga hilirisasi.

“Kami menginginkan riset bisa dihilirisasi dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Program ini sesuai dengan program kampus berdampak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek),” ujar Ali kepada indoposco.id usai mengukuhkan 6 profesor di kampus UT, Kamis (6/8/2026).

BacaJuga:

Nakes Cibir Pasien BPJS di Medsos, Begini Kata Kemenkes

BPK: Imigrasi Bukan Sekadar Mesin PNBP, Tapi Penjaga Kedaulatan Negara

Terungkap, Raja Juli dengan Suhardiman Amby Gelar Pertemuan Beberapa Kali

Menurut Ali, para profesor yang dimiliki UT menjadi ketua kelompok riset. Sehingga riset tidak hanya berhenti di publikasi internasional saja. Tetapi bisa dihilirisasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami sudah siapkan pendanaan riset Rp100 juta hingga Rp1,5 miliar,” kata Ali.

Ia menegaskan, dengan jumlah 45 profesor yang dimiliki UT, bisa menghasilkan 45 ribu karya ilmiah yang terpublikasi di internasional dan 10 persen karya ilmiah dihilirisasi.

“Harapan kami 40-45 karya ilmiah ini bisa dihilirisasi dan kemudian bisa dimonetisasi,” kata Ali.

Lebih jauh Ali mengungkapkan, pengukuhan 6 profesor hari ini melengkapi profesor UT yang sebelumnya berjumlah 39 profesor. Jumlah profesor saat ini, menurutnya, 5 persen dari jumlah dosen universitas terbuka.

“Kami ingin para profesor yang dikukuhkan hari ini tidak hanya menjadi puncak karir akademik dari semata-mata kepakaran. Mereka bisa menjadi motivasi dan role model, serta panutan akademik dan non akademik,” kata Ali.

Diketahui, UT mengukuhkan 6 profesor hari ini, di antaranya Prof. Dr. Tita Rosita, M.Pd., Prof. Dr. Suparti, M.Pd., Prof. Dr. Mery Noviyanti, S.Si., M.Pd., Prof. Dr. Siti Aisyah, M.Si., Prof. Dr. Rahmat Hidayat, S.Sos., M.Si., dan Prof. Dr. Ir. Edi Rusdiyanto, M.Si.

Enam profesor yang dikukuhkan menyampaikan orasi ilmiah bertema “Transformasi Menuju Ekosistem Peradaban Berkelanjutan”. Masing-masing menawarkan solusi dari berbagai persoalan strategis, mulai dari pendidikan, tata kelola pemerintahan, lingkungan, literasi, kecerdasan artifisial (AI), hingga perlindungan pekerja migran.

Di bidang pendidikan, Prof. Dr. Tita Rosita, M.Pd. menekankan pentingnya membangun ekosistem pembelajaran abad ke-21 yang adaptif, personal, dan berpusat pada mahasiswa melalui pemanfaatan teknologi, analitik pembelajaran, serta AI.

Penguatan pendidikan juga disampaikan Prof. Dr. Suparti, M.Pd. yang mengusulkan strategi pembelajaran literasi agar peserta didik mampu berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif di era digital. Sementara Prof. Dr. Mery Noviyanti, S.Si., M.Pd. memperkenalkan pembelajaran matematika berbasis AI, Python Virtual Lab, dan GeoGebra guna memperkuat kemampuan computational thinking serta literasi AI.

Tak hanya pendidikan, tata kelola pemerintahan juga menjadi sorotan. Prof. Dr. Siti Aisyah, M.Si. menawarkan konsep smart governance yang mengintegrasikan teknologi digital, data, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar pelayanan publik menjadi lebih cepat, transparan, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Prof. Dr. Rahmat Hidayat, S.Sos., M.Si. mengembangkan model pelaporan kolaboratif berbasis End Mobile Traffick App untuk memperkuat perlindungan pekerja migran dari praktik forced scamming atau penipuan digital lintas negara yang semakin marak.

Di sektor lingkungan, Prof. Dr. Ir. Edi Rusdiyanto, M.Si. memperkenalkan konsep River-Settlement Symbiotic System (RS3) yang memandang sungai sebagai bagian tak terpisahkan dari ruang hidup masyarakat. Pendekatan tersebut diyakini mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana di kawasan perkotaan. (nas)

Tags: Kemendiktiksaintekrisetuniversitas terbukaUT

Berita Terkait.

tri
Nasional

Nakes Cibir Pasien BPJS di Medsos, Begini Kata Kemenkes

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:17
pnbp
Nasional

BPK: Imigrasi Bukan Sekadar Mesin PNBP, Tapi Penjaga Kedaulatan Negara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:06
menhut
Nasional

Terungkap, Raja Juli dengan Suhardiman Amby Gelar Pertemuan Beberapa Kali

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:04
Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan
Nasional

Menkeu Purbaya Kunjungi Booth Mitsubishi Fuso, Hasil Uji Biodiesel B50 Canter Jadi Sorotan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:33
Kementerian Kehutanan Perkuat Diplomasi Publik untuk Mengokohkan Kepemimpinan Indonesia dalam Tata Kelola Kehutanan Global
Nasional

6 Profesor UT Dikukuhkan, dari AI hingga Perlindungan Pekerja Migran Jadi Senjata Hadapi Zaman

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:50
Kementerian Kehutanan Perkuat Diplomasi Publik untuk Mengokohkan Kepemimpinan Indonesia dalam Tata Kelola Kehutanan Global
Nasional

Kementerian Kehutanan Perkuat Diplomasi Publik untuk Mengokohkan Kepemimpinan Indonesia dalam Tata Kelola Kehutanan Global

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:01

BERITA POPULER

  • john

    Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1964 shares
    Share 786 Tweet 491
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    1955 shares
    Share 782 Tweet 489
  • Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2111 shares
    Share 844 Tweet 528
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    1208 shares
    Share 483 Tweet 302
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.