INDOPOSCO.ID – Cara belajar generasi muda kini tak lagi bergantung pada buku cetak. Kehadiran teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuat pola belajar generasi muda berubah.
Menyikapi kondisi tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) mulai mengadaptasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) agar selaras dengan kebiasaan belajar generasi muda saat ini.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan, transformasi digital merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari dalam dunia pendidikan. Menurutnya, pendidikan agama tidak boleh tertinggal dari perkembangan teknologi yang kini menjadi bagian dari keseharian peserta didik khususnya generasi muda.
“Kita harus lebih cepat mengikuti perkembangan teknologi. Anak-anak kita sekarang berbeda dengan generasi sebelumnya. Jangan sampai pendidikan agama tertinggal dari cara belajar mereka,” ujar Nasaruddin dalam keterangan, Kamis (6/8/2026).
Sebagai langkah nyata, Kemenag menerbitkan 40 buku digital yang terdiri atas 39 buku teks utama PAI dan Budi Pekerti untuk jenjang PAUD/TK hingga SMA/SMK dan SLB, serta satu buku ajar PAI untuk perguruan tinggi umum.
“Semua buku ini terintegrasi dengan platform Smart PAI berbasis AI,” ucap Nasaruddin.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Amien Suyitno menjelaskan, Smart PAI merupakan ekosistem pembelajaran berbasis web yang menyediakan buku digital, kelas interaktif, bank soal, perpustakaan digital, asesmen pembelajaran hingga asisten AI.
Menurutnya, seluruh buku dapat diakses secara daring oleh guru maupun peserta didik. Pengguna tidak hanya bisa membaca dan mengunduh materi, tetapi juga mengikuti pembelajaran interaktif serta memanfaatkan fitur AI yang disediakan.
Amien menegaskan, berbeda dengan layanan AI generatif pada umumnya, asisten AI Smart PAI hanya menggunakan sumber pengetahuan dari 40 buku resmi terbitan Kemenag. Dengan begitu, jawaban yang diberikan tetap sesuai kurikulum nasional dan telah melalui proses validasi akademik.(nas)


















