INDOPOSCO.ID – Upaya pelestarian satwa liar di Indonesia kembali membuahkan hasil positif. Memasuki bulan kemerdekaan, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengonfirmasi kelahiran seekor bayi Orangutan Sumatera (Pongo abelii) di Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho, Cagar Alam (CA) Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Hingga Selasa (4/8/2026), tim Post Release Monitoring (PRM) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh terus mengintensifkan pemantauan terhadap kondisi sang bayi betina beserta induknya.
Bayi orangutan tersebut dilahirkan oleh induk bernama Wenda, individu hasil rehabilitasi yang telah dilepasliarkan dan hidup mandiri di alam bebas sejak 2014. Keberadaan pasangan induk dan anak ini pertama kali terdeteksi oleh tim lapangan pada 29 Juli 2026 lalu, saat Wenda tampak menggendong anaknya yang diperkirakan berusia kurang dari satu minggu.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa kelahiran bayi orangutan di habitat alaminya merupakan simbol harapan baru bagi keberlanjutan ekosistem hutan.
”Kehadiran bayi ini adalah simbol harapan baru bagi keberlanjutan ekosistem hutan yang tak ternilai harganya. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat upaya konservasi, menindak tegas perdagangan satwa liar ilegal, dan memastikan setiap orangutan yang dilepasliarkan memiliki kesempatan hidup, beradaptasi, dan berkembang biak di habitat alaminya,” ujar Raja Juli Antoni.
Sementara itu, Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, menyampaikan bahwa keberhasilan reintroduksi ini tidak lepas dari sinergi lintas pihak, mulai dari pemerintah, organisasi mitra konservasi, hingga peran aktif masyarakat lokal.
”Keberhasilan ini adalah kerja bersama. Komitmen kami adalah memperkuat pengawasan kawasan, meningkatkan kolaborasi dengan mitra, serta melibatkan masyarakat sekitar agar kawasan hutan terlindungi dari perusakan dan kejahatan perdagangan satwa liar. Orangutan hanya bisa bertahan jika habitatnya tetap lestari,” tegas Ujang.
Kelahiran bayi Wenda menambah daftar catatan sukses program reintroduksi satwa dilindungi di Aceh, sekaligus menjadi momentum menjelang Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. (ney)


















