• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Peran Pemerintah dan Lembaga Zakat untuk Selamatkan Bangsa dari TBC

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 1 April 2021 - 11:09
in Nasional
Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pada 2020 Dompet Dhuafa menginisiasi program Kawasan Sehat yang bertujuan untuk menciptakan kawasan yang memiliki indikator-indikator kesehatan tertentu yang dicapai melalui kegiatan pemberdayaan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengelolaan sumber daya lokal dan kemitraan.

Pos Sehat dibentuk sebagai pusat pengembangan Program Kesehatan Kawasan minimal setingkat Rukun Warga (RW). Salah satu indikatornya adalah Pengelolaan pasien Tuberkulosis (TBC) pendampingan pengobatan penderita TBC sampai sembuh yang berbasis masyarakat.

BacaJuga:

Perempuan Tak Cukup Jadi Pengguna Teknologi, Rini Dorong 4 Langkah Pemberdayaan

UNSIA Cetak Talenta Digital, Perkuat Langkah Menuju Kampus Inovator AI

Kemenag: Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Segera Cair

Langkah upaya upaya mendukung program eliminasi TB di Indonesia, Dompet Dhuafa melalui LKC Dompet Dhuafa telah melakukan program penanggulangan penyakit TBC sejak 2004-2020. Dompet Dhuafa bermitra dengan Kementerian Kesehatan, Aisyiah, LKNU dan mitra lainnya.

Fokus program pada pemberdayaan masyarakat berupa TBC komunitas dengan kegiatan berupa pelatihan dan pemberdayaan kader TBC, kontak investigasi, active case finding dan membentuk pusat informasi TBC masyarakat yang berada di Pos Sehat dan Desa/Kelurahan. Pprogram TBC serta konfirmasi diagnostik, edukasi dan pelatihan PMO serta pemantauan pengobatan sampai sembuh dilayanan satelit kesehatan Dompet Dhuafa.

Menurut Direktur P2PMI Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid, Kementerian Kesehatan mengatakan, terdapat enam langkah upaya strategi penanggulangan TBC 2020-2024. Dimulai dari penguatan pemimpin program pada tingkat pusat, provinsi dan kabupaten maupun kota, peningkatan akses pelayanan Tuberkulosis yang bermutu dan berpihak pada pasien, lalu peningkatan upaya promosi, pencegahan, pemberian obatan pencegahan dan pengedalian infeksi,

“Strategi keempat pemanfaatan hasil riset dan teknologi skrining, diagnosis dan tata laksana Tuberkulosis, sementara pada strategi kelima peningkatan peran serta komunitas, mitra dan sektor lainnya, dan pada strategi keenam penguatan manajemen program melalui penguatan sistem kesehatan. Namun dari semua strategi dan upaya dalam penanggulangan TB di Indonesia, “terdapat tantangan dan hambatan yang ditemui terutama di lapangan, mulai dari terhambatnya kegiatan Investigasi Kontak (IK) , beban ganda petugas TB dengan Covid-19, keterbatasan fasilitas kesehatan yang melayani TB RO hingga stigma masyrakat tentang TB RO,” kata dia, dalam acara webinar TB Day pada Rabu (31/03/2021).

dr. Siti juga menyampaikan apresiasi atas peran dan kontribusi Dompet Dhuafa sejak 2004 sampai saat ini dengan kemitraan strategis dan program dukungan kesehatan dan non kesehatan yg mendukung upaya eliminasi TBC 2030.

Tuberkulosis dengan Covid-19 mempunyai perbedaan yang sangat tipis, hal ini dipaparkan oleh DR. Dr. Anna Rozaliyani, M. Biomed, Sp. P(K) selaku perwakilan Persatuan Dokter Paru Indonesia. “Masyarakat harus mengenali perbedaan gejala TB dan Covid-19, terutama pada sakit kepala bila dalam TBC tidak ada namun pada Covid-19 sering dikeluhkan, batuk pada TBC batuk kronik dapat berlangsung lebih dari 2 minggu sementara pada Covid-19 batuk tiba-tiba dan kering, namun akan berdahak bila pada kasus yang berat, nyeri tenggorokan tidak ditemukan pada TBC namun sering terlapor pada kasus Covid-19, berat badan, keringat malam hingga nafsu makan menurun ini sering ditemui pada kasus TBC akan tetapi tidak pada kasus Covid-19, sementara sesak nafas pada kasus TBC ada namun konstan akan tetapi pada kasus Covid-19 sesak akan memburuk pada hitungan hari,” terang DR. Anna

“Masyarakat umum harus menjadi garda terdepan dalam penanggulangan TB selanjutnya terdapat peran tokoh masyarakat, mitra kesmas hingga fasiltas pelayanan kesehatan, puskesman dan klinik sementara pada benteng terakhir terdapat Rumah sakit baik non rujukan maupun rujukan,” tambahnya.

Sementara GM Divisi Kesehatan Dompet Dhuafa, dr. Yeni Purnamasari mengatakan, dengan melihat dari kasus TB yang terjadi di Indonesia, ternyata mempunyai dampak sosial-ekonomi yang dapat ditimbulkan oleh pasien yang mengidap penyakit TBC antara lain biaya yang dikeluarkan baik untuk transportasi menuju pengobatan hingga biaya tambahan selama pengobatan, hilangnya produktifitas pada usia produktif dikarenakan sakit serta pre mature death.

“Berbagai tantangan dalam penanggulangan TB di masyarakat yang ditemui dilapangan adalah terbatasnya dukungan keberhasilan pengobatan diantaranya akses transportasi, kebutuhan hidup, rumah singgah, atau tempat selama pengobatan, di sisi lain masih terdapat stigma negatif di masyarakat, dukungan psikososial dan ekonomi terbatas, tidak ada program pemberdayaan pasca pengobatan hingga perlu penguatan advokasi akses UHC dan pengambil kebijakan,” kata dia.

“Hal tersebut menjadi dasar perencanaan program berkesinambungan dikawasan sehat oleh Dompet Dhuafa dengan output program kawasan bebas TBC di 12 Wilayah LKC dompet Dhuafa di 12 Provinsi di Indonesia. Capaian tersebut dimulai dengan aktivasi edukasi dan pelatihan kader, temuan dan investigasi kasus dan follow up kasus TB di wilayah kawasan bekerjasama dengan puskesmas. Juga sudah dimulai dukungan nutrisi berupa paket gizi bagi 121 pasien TBC SO (sensitif Obat) dan RO (Resisten Obat) di wilayah kawasan sehat LKC Dompet Dhuafa,” tambah dr. Yeni.

Sementara di Sulawesi Selatan, Asdin perwakilan Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) menyampaikan aktivitas kegiatan yg dilakukan di kawasan sehat. “Kami hari ini bersama puskesmas dan DDV Sulsel meninjau salah satu pasien TB di RW 02, Keluarahan Pandang, Panakkukang, Sulawesi Selatan, selain kegiatan kujungan ketuk pintu, kami juga mengedukasi kepada pasien TB. Serta pemberian asupan gizi kepada pasien TB, ini merupakan bentuk dukungan dan pendampingan selama satu tahun ke depan.

Zulfiani perwakilan keluarga pasien TB, mengucapkan terima kasih Dompet Dhuafa dalam membantu dan memperhatikan kami semoga sehat semua.

Upaya ini perlu terus dilanjutkan dengan peran dan kolaborasi semua pihak secara berkesinambungan dan dampak pandemi Covid-19 tidak menghambat upaya penanggulangan TBC di Indonesia. Karena setiap detik berharga. Selamatkan Bangsa dari Tuberkulosis. (srv)

Tags: Dompet DhuafaTBCtuberkulosis

Berita Terkait.

Rini
Nasional

Perempuan Tak Cukup Jadi Pengguna Teknologi, Rini Dorong 4 Langkah Pemberdayaan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:06
UNSIA
Nasional

UNSIA Cetak Talenta Digital, Perkuat Langkah Menuju Kampus Inovator AI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:05
Menag
Nasional

Kemenag: Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Segera Cair

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:32
Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri
Nasional

Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:03
Ketua MPR RI: Qanun Asasi NU Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan NKRI
Nasional

Ketua MPR RI: Qanun Asasi NU Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan NKRI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:09
hakim
Nasional

Gus Kikin: Qanun Asasi Merupakan Ruh Nahdlatul Ulama

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:35

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2463 shares
    Share 985 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2194 shares
    Share 878 Tweet 549
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1995 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1277 shares
    Share 511 Tweet 319
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.