• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Indonesia Kembali Pimpin Komite HS Dunia, Bea Cukai Perkuat Peran di Perdagangan Global

Nasuha Editor Nasuha
Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:17
in Nasional
Kepala Balai Laboratorium Bea dan Cukai Kelas I Jakarta, Taufik Ismail, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua HSC untuk memimpin sidang ke-79 dan ke-80 pada 2027. Foto: Dok Bea Cukai

Kepala Balai Laboratorium Bea dan Cukai Kelas I Jakarta, Taufik Ismail, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua HSC untuk memimpin sidang ke-79 dan ke-80 pada 2027. Foto: Dok Bea Cukai

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indonesia kembali mendapat kepercayaan memimpin Harmonized System Committee (HSC) di bawah Organisasi Kepabeanan Dunia atau World Customs Organization (WCO). Kepala Balai Laboratorium Bea dan Cukai Kelas I Jakarta, Taufik Ismail, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua HSC untuk memimpin sidang ke-79 dan ke-80 pada 2027.

Penetapan tersebut memperpanjang peran Indonesia dalam forum internasional yang membahas klasifikasi barang dalam perdagangan global. Sebelumnya, Taufik mencatatkan sejarah sebagai perwakilan Indonesia pertama yang menduduki posisi Ketua HSC pada 2026.

BacaJuga:

2 Tahun Kabinet Merah Putih, ATR/BPN Hadir Lebih Dekat Lewat Mobil Layanan Keliling

Danantara Akuisisi Hotel di Makkah, Komnas Haji Soroti Efisiensi Biaya Jemaah

Sawit Aset Mahal, Pengusaha Tak Punya Alasan Membakar Lahan

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Netty Hartawati, menjelaskan, Harmonized System (HS) merupakan sistem internasional untuk mengelompokkan berbagai jenis barang. Sistem ini menjadi acuan dalam menentukan tarif kepabeanan, menyusun statistik perdagangan, hingga menerapkan ketentuan ekspor dan impor.

HS mencakup lebih dari 5.000 kelompok barang dengan kode enam digit yang digunakan lebih dari 200 negara dan ekonomi. Sistem yang dikembangkan WCO tersebut berfungsi sebagai bahasa universal perdagangan untuk mendukung kebijakan pemerintah, pengawasan barang, perpajakan, dan analisis ekonomi.

“Misalnya, sepatu olahraga dan sepatu keselamatan mungkin sama-sama kita sebut sepatu dalam percakapan sehari-hari, tetapi karakteristik dan fungsi barang perlu diperhatikan ketika menentukan klasifikasinya,” ujar Netty.

Di kawasan ASEAN, HS menjadi dasar penyusunan ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature (AHTN). Sementara di Indonesia, penerapannya dituangkan dalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI), yang menyesuaikan klasifikasi internasional dengan kebutuhan regional dan nasional.

Ketepatan klasifikasi menjadi hal penting bagi pelaku usaha karena berpengaruh terhadap tarif yang dikenakan serta ketentuan yang harus dipenuhi saat melakukan ekspor dan impor. Bagi pemerintah, keseragaman klasifikasi juga mendukung konsistensi administrasi kepabeanan dan penyusunan data perdagangan.

Netty mengatakan, sistem HS perlu diperbarui dan dikembangkan secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi, karakteristik produk, dan kebutuhan perdagangan internasional. Pembahasan tersebut dilakukan melalui HSC, komite di bawah WCO yang bertugas membahas persoalan klasifikasi, menafsirkan ketentuan HS, serta menangani perbedaan pandangan antaranggota.

Pada Sidang HSC ke-78 yang berlangsung pada 7–18 September 2026 di kantor pusat WCO di Brussel, Belgia, sebanyak 67 anggota yang terdiri atas 66 negara dan Uni Eropa mengikuti pembahasan bersama Sekretariat WCO dan sejumlah pengamat. Dari 99 agenda yang disiapkan, sebanyak 91 agenda telah diperiksa dan dibahas oleh komite.

Sidang tersebut membahas berbagai persoalan klasifikasi barang, penyempurnaan instrumen referensi HS, serta persiapan implementasi HS 2028 dan pengembangan HS 2033. Pembahasan ini diperlukan untuk memastikan klasifikasi barang tetap konsisten, terutama ketika fungsi, teknologi, dan penamaan produk terus berkembang.

“Contohnya, dalam perdagangan mesin, perangkat elektronik, atau produk dengan fungsi gabungan, penentuan klasifikasi perlu mengacu pada karakteristik barang dan ketentuan HS yang berlaku, bukan semata-mata nama dagang yang digunakan penjual,” jelas Netty.

Dia menegaskan, hasil pembahasan di tingkat internasional tidak serta-merta langsung berlaku di Indonesia. Implementasinya bergantung pada status keputusan, proses penyesuaian nomenklatur, serta tindak lanjut melalui mekanisme regional dan nasional yang relevan.

“Pengembangan HS perlu dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga konsistensi klasifikasi barang dalam perdagangan internasional. Bagi masyarakat dan pelaku usaha, pemahaman klasifikasi yang tepat membantu memberikan kejelasan dalam memenuhi ketentuan kepabeanan, sedangkan bagi pemerintah, hal ini mendukung administrasi dan data perdagangan yang lebih konsisten,” kata Netty.

Terpilihnya kembali Taufik sebagai Ketua HSC menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk melanjutkan kontribusi dalam kerja sama kepabeanan internasional. Sebagai ketua, Indonesia bertugas menjaga efektivitas persidangan, membantu koordinasi, dan memfasilitasi pertukaran pandangan antaranggota.

Meski demikian, posisi ketua tidak memberikan kewenangan untuk menetapkan keputusan secara sepihak. Keputusan terkait klasifikasi dan pengembangan HS tetap dilakukan melalui pembahasan bersama anggota HSC, sementara Indonesia tetap menjalankan peran dalam menyampaikan pandangan teknis dan mengawal kepentingan nasional.

Melalui peran tersebut, Indonesia diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menjaga sistem klasifikasi barang agar selaras dengan perkembangan perdagangan global. Bagi pelaku usaha, sistem yang konsisten menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kepastian dalam memenuhi kewajiban kepabeanan dan menjalankan kegiatan ekspor-impor. (ipo)

Tags: Bea CukaiIndonesia Pimpin HSCKetua HSCTaufik Ismail

Berita Terkait.

BRMS Perkuat Kinerja Kuartal III 2026, Bidik Peningkatan Produksi Emas
Nasional

2 Tahun Kabinet Merah Putih, ATR/BPN Hadir Lebih Dekat Lewat Mobil Layanan Keliling

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:07
Polri Tetapkan 245 Orang dan 20 Korporasi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Nasional

Danantara Akuisisi Hotel di Makkah, Komnas Haji Soroti Efisiensi Biaya Jemaah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:07
Sawit Aset Mahal, Pengusaha Tak Punya Alasan Membakar Lahan
Nasional

Sawit Aset Mahal, Pengusaha Tak Punya Alasan Membakar Lahan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:15
Polri Tetapkan 245 Orang dan 20 Korporasi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Nasional

Wamendiktisaintek Dorong Kampus Jadi Pusat Solusi Persoalan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:05
Polri Tetapkan 245 Orang dan 20 Korporasi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Nasional

TKA Tetap Bisa Diikuti Semua Murid, Kemendikdasmen Siapkan Solusi untuk Daerah Darurat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:32
Polri Tetapkan 245 Orang dan 20 Korporasi Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan
Nasional

Operasi Patuh 2026, Korlantas Tekankan Pentingnya Helm SNI dan Sabuk Pengaman

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:22

OLAHRAGA

Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah
Olahraga

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Editor Dilianto
Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57

INDOPOSCO.ID - Persoalan tata kelola kembali membayangi kompetisi futsal profesional Indonesia. Pergantian struktur organisasi hingga perubahan nama menjadi Asosiasi Futsal...

SelengkapnyaDetails
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43
timnas

Laga Indonesia Vs Yordania Terancam Batal, Erick Thohir Beber Kekhawatiran PSSI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:22
liverpool

Liverpool vs Chelsea: Iraola Isyaratkan Rotasi, The Reds Siap Tempur

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:27
ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

ACL Two 2026: Pimpin Klasemen, Pelatih Persib Sebut Timnya Bukan Favorit Lawan Melbourne Victory

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:58

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5147 shares
    Share 2059 Tweet 1287
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1262 shares
    Share 505 Tweet 316
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    986 shares
    Share 394 Tweet 247
  • Gempa Bumi Dangkal Getarkan Aceh Tenggara, BMKG: Kedalaman Hiposenter 3 Km

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.