INDOPOSCO.ID – Kontingen DKI Jakarta kembali mengukuhkan dominasinya di dunia catur nasional. Membawa pulang 17 medali dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51 Tahun 2026 di Serang, Banten, Jakarta sukses mempertahankan gelar juara umum yang sebelumnya diraih pada Kejurnas 2025 di Mamuju, Sulawesi Barat.
Total enam emas, empat perak, dan tujuh perunggu mengantarkan kontingen Jakarta ke posisi teratas klasemen akhir. Tuan rumah Banten menempati peringkat kedua dengan tiga emas, satu perak, dan satu perunggu, disusul Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tiga emas dan satu perunggu.
Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mengapresiasi perjuangan atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh elemen yang terlibat dalam keberhasilan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta keluarga besar Percasi DKI Jakarta atas perjuangan dan kerja kerasnya sehingga Jakarta berhasil kembali menjadi juara umum Kejurnas Catur ke-51 Tahun 2026 di Banten,” ujar Kenneth dalam keterangannya, Kamis (2/10/2026).
Pria yang akrab disapa Bang Kent itu menyebut pencapaian tersebut merupakan hasil persiapan matang, disiplin, kekompakan tim, dan semangat juang para pecatur. Target yang ditetapkan sebelum keberangkatan ke Serang pun berhasil diwujudkan.
“Target yang kami canangkan sebelum keberangkatan ke Serang dapat tercapai. Raihan enam medali emas, empat medali perak, dan tujuh medali perunggu dengan total 17 medali merupakan hasil dari persiapan yang matang, disiplin, kerja sama tim, serta semangat juang para atlet yang luar biasa,” jelasnya.
Bagi Kenneth, mempertahankan gelar bukan sekadar perkara mengumpulkan medali. Prestasi tersebut menjadi indikator keberlanjutan pembinaan catur di Jakarta, terutama karena para atlet dari berbagai kelompok usia mampu bersaing di level nasional.
“Bagi saya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum ini bukan sekadar soal medali dan trofi, tetapi juga bukti bahwa pembinaan catur di DKI Jakarta terus berjalan dengan baik. Saya bangga melihat para atlet dari berbagai kelompok usia mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat nasional,” tutur Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan itu.
Trofi juara umum turut didedikasikan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan masyarakat Jakarta atas dukungan terhadap perkembangan olahraga, khususnya catur. Bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, Kenneth juga menjadikan prestasi tersebut sebagai penyemangat bagi generasi muda Indonesia.
“Trofi juara umum ini saya dedikasikan kepada Gubernur DKI Jakarta, Bapak Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, MM dan seluruh masyarakat Jakarta yang selalu memberikan dukungan kepada dunia olahraga, khususnya olahraga catur dan juga bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, saya mempersembahkan pencapaian titel juara umum ini kepada seluruh pemuda dan pemudi Indonesia agar terus berani bermimpi, bekerja keras, dan mengukir prestasi untuk bangsa,” terangnya.
Meski kembali berada di puncak, Kenneth mengingatkan jajaran Percasi DKI Jakarta agar tidak cepat berpuas diri. Pembinaan atlet muda dan peningkatan kualitas persiapan menjadi perhatian untuk menghadapi persaingan nasional maupun internasional.
“Ke depan, kami tidak ingin berpuas diri. Keberhasilan ini harus terus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan, memperluas kesempatan bagi pecatur muda, serta mempersiapkan atlet agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Tantangan berikutnya menanti pada Kejurnas Catur 2027 yang direncanakan berlangsung di Jakarta, bertepatan dengan peringatan lima abad Kota Jakarta. Kenneth menilai momentum itu bukan hanya kesempatan menjadi tuan rumah, tetapi juga ajang membuktikan kualitas pembinaan atlet ibu kota.
“Ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi kami untuk membuktikan bahwa Jakarta tidak hanya mampu menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga terus melahirkan atlet-atlet catur berprestasi,” ungkapnya.
Ia berharap capaian tersebut menjadi kebanggaan bersama sekaligus mendorong generasi muda untuk terus berprestasi. “Semoga prestasi ini menjadi kebanggaan bersama dan menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk terus berprestasi. Jakarta juara, catur Indonesia semakin berjaya,” tambahnya.
Salah satu penyumbang emas, WCM Hillary Rooca Theng, mengaku bersyukur dapat membantu Jakarta mempertahankan gelar. Saya persiapan bersama pelatih saya Kristianus Liem. Saya sudah berlatih keras selama ini. Lawan-lawannya sulit, yang tersulit dari Jawa Timur. Terima kasih atas dukungannya dari Pak Kenneth, semua fasilitas yang diberikan sangat bagus,” kata Hillary.
Sementara itu, Ketua Kontingen Atlet Percasi DKI Jakarta, Upi Darmayana Tamin, menilai persaingan tahun ini berlangsung ketat. “Persaingan Kejurnas 2026 ini sangat sengit karena berlangsung di Pulau Jawa, jadi pesertanya sangat banyak,” tutup Upi.
Kejurnas Catur ke-51 diikuti hampir 1.000 pecatur dari berbagai daerah. Percasi DKI Jakarta sendiri menurunkan 47 atlet, mulai dari kelompok usia U-7 hingga kategori veteran.
Dengan raihan tersebut, Jakarta tak hanya mempertahankan gelar juara umum, tetapi juga membawa modal penting untuk memperkuat pembinaan dan menatap Kejurnas 2027 di kandang sendiri. (her)


















