INDOPOSCO.ID – Bea Cukai Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan industri berorientasi ekspor dengan menghadiri kegiatan ekspor perdana PT Kurnia Tunggal Nugraha, perusahaan yang telah resmi memperoleh fasilitas Kawasan Berikat.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (22/09) tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Timur, Kanwil DJPB Provinsi Jambi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Bea Cukai Palembang, KPP Pratama Jambi Telanaipura, dan KPP Pratama Pelayangan.
Fasilitas Kawasan Berikat merupakan salah satu instrumen fiskal pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri nasional. Melalui fasilitas ini, perusahaan memperoleh kemudahan di bidang kepabeanan, antara lain berupa penangguhan bea masuk dan tidak dipungut pajak dalam rangka impor atas pemasukan bahan baku yang akan diolah, dirakit, atau digunakan untuk tujuan ekspor.
Kepala Kantor Bea Cukai Jambi, Dafit Kasianto, mengungkapkan bahwa ekspor perdana tersebut menjadi momentum untuk melihat optimalisasi pemanfaatan fasilitas fiskal bagi kegiatan ekonomi di daerah. “Hari ini yang kita lepas bukan sekadar ekspor. Ini adalah ekspor perdana PT Kurnia Tunggal Nugraha setelah memperoleh fasilitas Kawasan Berikat. Bagi Bea Cukai Jambi, ini menjadi awal untuk melihat apakah fasilitas yang diberikan negara benar-benar dapat diterjemahkan menjadi kegiatan ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun PT Kurnia Tunggal Nugraha telah menjalankan kegiatan produksi sebelumnya, status Kawasan Berikat diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses bisnis sekaligus membuka peluang ekspansi yang lebih luas bagi perusahaan.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Bea Cukai tetap menyeimbangkan fungsi pelayanan dan pengawasan. “Peran kami ada dua dan keduanya harus berjalan bersama, melayani sekaligus mengawasi. Kami memberikan kemudahan kepada perusahaan yang memenuhi persyaratan, tetapi pengawasan, IT inventory, administrasi, dan akuntabilitasnya juga harus tetap kuat,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pemberian fasilitas fiskal tidak hanya diukur dari aspek administratif, tetapi juga dari dampaknya terhadap perekonomian regional. “Fasilitas bukan tujuan akhir. Fasilitas harus menjadi economic enabler yang mendorong investasi, ekspor, lapangan kerja, dan nilai tambah bagi Jambi, dengan pengawasan yang tetap kuat. Kami ingin memastikan kehadiran Bea Cukai memberikan nilai tambah yang nyata bagi perekonomian, bukan hanya menyelesaikan proses administrasi,” imbuhnya.
Ekspor perdana melalui fasilitas Kawasan Berikat tersebut menjadi salah satu indikator bagi iklim investasi di Provinsi Jambi sekaligus mendukung percepatan program hilirisasi industri nasional. Sinergi pemerintah dan dunia usaha diharapkan dapat mendorong optimalisasi rantai pasok lokal dan penyerapan tenaga kerja.
“Harapan kami, ekspor hari ini bukan menjadi titik akhir, tetapi titik awal. Industri tumbuh, ekspor meningkat, lapangan kerja bertambah, ekonomi Jambi bergerak dan semuanya tetap dalam tata kelola dan pengawasan yang baik,” pungkasnya. (ipo)















