INDOPOSCO.ID – Dapur hotel yang beroperasi sepanjang hari membutuhkan pasokan energi yang stabil sekaligus efisien. Kebutuhan tersebut mendorong Hotel Platinum Adisucipto Yogyakarta memanfaatkan Compressed Natural Gas (CNG) yang disalurkan PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina.
Peralihan dari LPG ke gas bumi tidak sekadar mengubah sumber energi. Bagi Hotel Platinum, penggunaan CNG turut memberikan dampak langsung terhadap biaya operasional dan aktivitas dapur.
Chief Engineering Platinum Hotel, Maryudi, mengatakan konsumsi gas bumi untuk kebutuhan dapur saat ini berada di kisaran 40 hingga 60 meter kubik (m³) per hari. Layanan tersebut ditopang tujuh CNG Cylinder dengan kapasitas masing-masing sekitar 28 m³.
“Penggunaan CNG menjadi salah satu langkah investasi jangka panjang yang memberikan manfaat bagi operasional hotel. Untuk kebutuhan dapur, kami mencatat efisiensi biaya penggunaan gas sekitar 20%–30% dibandingkan ketika masih menggunakan LPG. Efisiensi ini membantu kami dalam menjaga biaya operasional hotel,” ujar Maryudi dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).
Selain menekan biaya, gas bumi juga dinilai memberikan keuntungan dalam aktivitas memasak. Nyala api yang stabil membantu proses pengolahan makanan, sedangkan karakteristik pembakarannya yang relatif lebih bersih dapat mengurangi residu pada peralatan sekaligus menjaga area dapur tetap bersih.
Keandalan pasokan menjadi aspek penting karena operasional hotel berlangsung selama 24 jam. Area Head Gagas Jawa Tengah Bagian Utara, Miranti Dyah Pramesti, mengatakan Gagas menyiapkan dukungan operasional sekaligus menerapkan standar keamanan dan keselamatan dalam pelayanan.
“Untuk mendukung operasional Hotel Platinum yang berlangsung 24 jam, kami menyiagakan tim operasional dan melakukan pemantauan pasokan secara berkelanjutan. Penggunaan gas pelanggan dipantau secara real-time sehingga apabila terdapat potensi kendala atau laporan dari lapangan, tim dapat segera melakukan respons dan penanganan,” jelas Miranti.
Gagas juga menyesuaikan pengisian ulang CNG dengan pola konsumsi pelanggan sehingga hotel tidak perlu mengelola sendiri kebutuhan pasokannya.
“Prinsip layanan kami adalah ‘pelanggan tinggal pakai’. Operator melakukan pengisian ulang secara rutin dan terukur berdasarkan pemantauan pemakaian gas. Kami juga menjalankan pemeriksaan berkala, termasuk deteksi potensi kebocoran, untuk memastikan seluruh sistem dan fasilitas gas di area hotel tetap berada dalam kondisi aman dan optimal,” tambah Miranti.
Dalam proses peralihan tersebut, Gagas turut mendampingi konversi peralatan dapur agar dapat menggunakan CNG secara aman tanpa mengganggu kebutuhan operasional staf hotel.
Saat ini, enam unit Hotel Platinum di Indonesia telah menggunakan gas bumi yang disalurkan Gagas. Penggunaan CNG ini memperlihatkan peluang perluasan pemanfaatan gas bumi di sektor hospitality, terutama bagi usaha yang membutuhkan pasokan energi secara kontinu.
Penyaluran CNG ke Hotel Platinum juga menjadi bagian dari pengembangan layanan gas bumi beyond pipeline PGN. Melalui skema ini, gas bumi dapat menjangkau pelanggan yang belum terhubung langsung dengan jaringan pipa.
PGN bersama Gagas pun terus memperluas pemanfaatan gas bumi untuk sektor komersial dan industri, termasuk perhotelan, melalui pengembangan layanan beyond pipeline serta penguatan aspek keandalan dan pelayanan pelanggan di Yogyakarta dan berbagai wilayah lainnya. (her)















