INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui jumlah korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi 71 orang. Data itu tercatat hingga Rabu (19/8/2026) sore.
“Jumlah korban (meninggal dunia) ada bertambah satu orang menjadi 71 yaitu di Kabupaten Nagekeo,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan secara daring dalam kanal YouTube BNPB Indonesia, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Pemerintah menyampaikan duka cita mendalam atas bertambahnya korban jiwa, serta rasa prihatin bagi para korban luka-luka.
“Kami segenap pemerintah maupun dari kementerian lembaga yang ada bersama-sama saat ini mengucapkan belasungkawa,” ucap Berton.
Data korban meninggal dunia pada Selasa (18/8/2026) tercatat sebanyak 70 orang. Sebagian besar korban meninggal berasal dari Kabupaten Manggarai. Sementara itu, 1.182 orang mengalami luka-luka.
Pascagempa pada Sabtu (15/8/2026) mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, BNPB beserta kementerian terkait terus melakukan upaya penanganan darurat.
Penanganan difokuskan pada SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, pemenuhan logistik dan pengungsian, pengerahan personel gabungan, serta percepatan pemulihan jalan, listrik, komunikasi, dan infrastruktur dasar.
“BPBD Nusa Tenggara Timur menyiagakan 15 unit escavator: tiga unit di Kab. Sikka, delapan unit di Endeng/Rote, dua unit di Kab. Manggarai Barat, dan dua unit di Nagekeo, Sumba dan satu unit di Alor, serta satu unit dump truck,” tulis keterangan BNPB per Selasa (17/8/2026).(dan)























