INDOPOSCO.ID — Penyerang Timnas Indonesia Mitchell Baker menyamai catatan legenda Timnas Indonesia Iswadi Idris setelah mencetak lima gol ke gawang Bangladesh pada semifinal FIFA ASEAN Cup 2026 pada Kamis (1/10/2026).
Mitchell Baker menjadi aktor penting dalam kemenangan besar Indonesia 9-2 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026 malam. Ia mencetak lima gol masing-masing pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7.
Lima gol tersebut membawa Mitchell Baker masuk ke dalam daftar pemain yang mampu mencetak sedikitnya lima gol dalam satu pertandingan bersama Timnas Indonesia. Ia berada dalam catatan yang sama dengan Iswadi Idris, salah satu pemain penting skuad Garuda pada era 1960-an dan 1970-an.
Bang Is sapaan karib Iswadi pernah memperkuat Timnas Indonesia sebagai gelandang dan dikenal dengan julukan “Boncel” karena posturnya yang hanya setinggi 165 sentimeter. Nomor punggung 13 juga menjadi nomor yang identik dengan pemain kelahiran 18 Maret 1948 tersebut.
Dalam perjalanan kariernya bersama Timnas Indonesia, Iswadi pernah mencetak lima gol dalam satu pertandingan saat menghadapi Vietnam pada 1971. Catatan itu bertahan selama puluhan tahun sebelum akhirnya disamai penyerang Skuad Garuda berusia 19 tahun itu.
Melalui akun Instagram pribadinya @_mitchell.baker, Mitchell Baker mengunggah ulang unggahan akun resmi @timnasindonesia mengenai torehan gol yang diraihnya dalam satu pertandingan.
“Galeri Penghargaan Garuda,” tulis akun Instagram Timnas Indonesia dilihat di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Namun, Mitchell Baker belum melewati rekor pencetak gol terbanyak dalam satu pertandingan untuk Timnas Indonesia. Torehan tersebut masih menjadi milik Soetjipto Soentoro.
Soetjipto pernah mencetak delapan gol ketika Indonesia mengalahkan Singapura 9-1 pada semifinal Merdeka Games 1969 lalu. Catatan tersebut menjadi jumlah gol terbanyak yang pernah dibukukan seorang pemain dalam satu pertandingan bersama Timnas Indonesia.
Sementara itu, beberapa pemain pernah mencetak empat gol dalam satu pertandingan untuk Indonesia. Budi Sudarsono melakukannya saat menghadapi Kamboja pada Piala Kemerdekaan tahun 2008, sedangkan Zaenal Arief mencetak empat gol ketika Indonesia bertemu Filipina pada Piala Tiger tahun 2002. (dan)
















