INDOPOSCO.ID – Perjalanan menuju Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ternyata tidak dimulai saat mesin motor menderu di Pertamina Mandalika International Circuit, melainkan detik pertama kaki melangkah keluar dari pesawat di Bandara Internasional Lombok.
Menjelang gelaran akbar pada 9–11 Oktober 2026, bandara utama di Nusa Tenggara Barat ini berubah wajah secara total. Seolah menyatu dengan sirkuit, koridor bandara dihiasi lantai bermotif lintasan, dinding bertema tribun penonton, hingga instalasi lampu start MotoGP yang begitu ikonik. Pilar terminal yang dibalut visual aksi para pembalap kelas dunia kian menegaskan bahwa atmosfer kompetisi papan atas sudah dimulai dari gerbang kedatangan.
Pengalaman interaktif pun langsung menyergap para penumpang. Di area foto, replika podium dan trofi MotoGP menjadi magnet utama pengunjung untuk mengabadikan momen kedatangan mereka. Suasana kian lengkap dengan hadirnya miniatur motor balap tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team di area pengambilan bagasi, serta ketersediaan booth resmi yang menjajakan official merchandise Pertamina Grand Prix of Indonesia.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa suasana yang hadir di bandara menjadi bagian dari penyambutan pengunjung sekaligus memperkuat antusiasme terhadap Indonesia sebagai tuan rumah ajang balap internasional.
“Kami ingin pengalaman Pertamina Grand Prix of Indonesia terasa sejak pengunjung pertama kali tiba di Lombok. Nuansa lintasan, replika podium, area foto, dan booth merchandise menghadirkan kesempatan bagi pengunjung untuk ikut merasakan semangat ajang ini,” ujar Baron dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).
“Penyambutan tersebut juga membawa pesan kebanggaan Indonesia dalam menjadi tuan rumah dan menyambut penggemar dari berbagai penjuru,” sambungnya.
Transformasi visual ini menjadikan bandara bukan sekadar tempat transit, melainkan panggung pembuka yang menghubungkan perjalanan wisatawan dengan pesona Mandalika sebagai magnet sport tourism dunia.
Lebih dari sekadar selebrasi ajang balap, keterlibatan aktif Pertamina dalam motorsport diproyeksikan mampu memberi dampak berantai (multiplier effect) bagi perekonomian lokal. Lonjakan wisatawan diharapkan langsung menghidupkan berbagai sektor usaha masyarakat, mulai dari jasa transportasi, penginapan, wisata kuliner, hingga UMKM produk khas Lombok.
Baron menambahkan, dukungan Pertamina terhadap motorsport juga sejalan pengenalan terhadap pariwisata Indonesia dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Kedatangan pengunjung diharapkan turut mendorong aktivitas usaha lokal, mulai dari transportasi dan akomodasi hingga kuliner serta produk khas daerah.
“Antusiasme terhadap Pertamina Grand Prix of Indonesia menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih banyak potensi Lombok. Kami berharap pengunjung menikmati balapan sekaligus menjelajahi destinasi wisata, mengenal budaya, dan menikmati produk lokal, sehingga pengalaman mereka semakin lengkap dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” tambahnya. (her)

















