• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pemerintah Tinggalkan Ego Sektoral, Layanan Publik Dibangun Lebih Terintegrasi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:31
in Nasional
Menteri PANRB, Rini Widyantini menyempaikan sambutan dalam acara Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 di Jakarta, Kamis (6/8/2026). Foto: Dokumen Kementerian PANRB

Menteri PANRB, Rini Widyantini menyempaikan sambutan dalam acara Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 di Jakarta, Kamis (6/8/2026). Foto: Dokumen Kementerian PANRB

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Alih-alih berlomba menghadirkan aplikasi baru, pemerintah kini mengubah arah transformasi digital menuju satu tujuan besar: menghadirkan layanan publik yang terhubung, sederhana, dan benar-benar memudahkan masyarakat. Perubahan pendekatan ini sekaligus menandai berakhirnya praktik pembangunan sistem yang berjalan sendiri-sendiri di setiap instansi.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan, tantangan transformasi digital saat ini bukan lagi soal menambah jumlah platform, melainkan menyatukan cara kerja pemerintah agar masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih mudah dan terpercaya.

BacaJuga:

Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel: 1 Senjata Api Tempur, 995 Senapan Angin

Ekonomi Syariah Dinilai Masih ‘Main di Lapangan Ping-pong’, PKS Siapkan Terobosan

Istiqlal Hadirkan 32 Program Gratis, Menag Ajak Masjid Besar Ikut Mencontoh

“Tantangan kita hari ini bukan lagi membangun lebih banyak aplikasi, melainkan membangun pemerintah yang bekerja sebagai satu kesatuan, sehingga pelayanan publik menjadi lebih sederhana, terintegrasi, aman, dan dapat dipercaya,” ujar Rini pada Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, pelayanan publik harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat sepanjang perjalanan hidup mereka, bukan berdasarkan batas kewenangan antarinstansi. Karena itu, kelompok penyandang disabilitas, masyarakat di wilayah terpencil, lanjut usia, warga berpenghasilan rendah, hingga mereka yang memiliki keterbatasan akses digital harus dilibatkan sejak tahap awal perancangan layanan.

Sebagai fondasi transformasi tersebut, pemerintah membangun Digital Public Infrastructure (DPI) yang mengintegrasikan identitas digital, pertukaran data, sistem pembayaran digital, serta pemanfaatan big data dan kecerdasan buatan. Infrastruktur bersama ini memungkinkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah berbagi sistem, mempercepat inovasi, sekaligus menghindari pembangunan layanan yang terpisah-pisah.

Implementasi pendekatan tersebut mulai terlihat pada digitalisasi penyaluran bantuan sosial. Program ini telah diterapkan di 38 provinsi dan 152 kabupaten/kota, dengan sekitar 67 persen wilayah implementasi berada di luar Pulau Jawa. Cakupannya mencapai sekitar 111 juta penduduk atau 36,6 juta rumah tangga.

Pemanfaatan identitas digital, verifikasi biometrik, dan pertukaran data yang aman berhasil memangkas proses verifikasi penerima bantuan dari sebelumnya sekitar 75–200 hari menjadi hanya satu menit hingga enam jam. Biaya verifikasi yang semula sekitar Rp150 ribu pun turun drastis menjadi sekitar Rp10 ribu, bahkan lebih rendah.

Bagi Rini, keberhasilan transformasi digital tidak boleh diukur dari banyaknya teknologi yang dibangun, melainkan dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Keberhasilan tidak diukur dari banyaknya sistem yang dibangun, tetapi dari seberapa besar waktu yang dapat dihemat, biaya yang dikurangi, dan kemudahan layanan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Rini.

Ia juga mengingatkan bahwa digitalisasi tidak boleh melahirkan kesenjangan baru. Untuk itu, pemerintah menerapkan pendekatan omnichannel melalui layanan tatap muka, layanan bergerak, kios mandiri, hingga layanan digital jarak jauh sehingga setiap warga tetap dapat memperoleh pelayanan sesuai kondisi dan kebutuhannya.

“Yang harus disatukan bukanlah kanal pelayanannya, melainkan proses bisnis, data, dan sistem yang bekerja di baliknya. Dengan demikian, masyarakat memperoleh pelayanan yang sama, cepat, dan konsisten melalui kanal apa pun yang mereka pilih,” jelas Rini.

Lebih jauh, Rini mengajak seluruh ekosistem digital nasional—mulai dari dunia usaha, industri teknologi, akademisi, masyarakat sipil, komunitas, hingga mitra pembangunan—untuk terlibat aktif dalam mewujudkan transformasi digital yang inklusif.

“Layanan publik yang inklusif hanya dapat diwujudkan ketika mereka yang membangun kebijakan, mengembangkan teknologi, dan merasakan langsung layanan duduk bersama sejak awal,” tambahnya.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan menjadi penggerak utama lahirnya pemerintahan digital yang tidak hanya mengandalkan kecanggihan teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, lebih setara, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa ada yang tertinggal. (her)

Tags: layanan publikPemerintah Digitalrini widyantiniTransformasi Digital

Berita Terkait.

Menkop Bawa Semangat Koperasi ke Festival Lembah Baliem Wamena
Nasional

Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel: 1 Senjata Api Tempur, 995 Senapan Angin

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:55
Ekonomi Syariah Dinilai Masih ‘Main di Lapangan Ping-pong’, PKS Siapkan Terobosan
Nasional

Ekonomi Syariah Dinilai Masih ‘Main di Lapangan Ping-pong’, PKS Siapkan Terobosan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:16
Istiqlal Hadirkan 32 Program Gratis, Menag Ajak Masjid Besar Ikut Mencontoh
Nasional

Istiqlal Hadirkan 32 Program Gratis, Menag Ajak Masjid Besar Ikut Mencontoh

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:53
Mengakhiri “Pecah Kongsi” Pimpinan Daerah, Pakar: Sebaiknya Pilkada Tidak Pilih Wakil
Nasional

Mengakhiri “Pecah Kongsi” Pimpinan Daerah, Pakar: Sebaiknya Pilkada Tidak Pilih Wakil

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:31
Barbuk
Nasional

Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan 10 Kilogram Ganja dari Thailand

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:47
Edukasi
Nasional

Edukasi Batasan Tubuh melalui Kampanye Berani Lindungi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:27

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2449 shares
    Share 980 Tweet 612
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2044 shares
    Share 818 Tweet 511
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1990 shares
    Share 796 Tweet 498
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2611 shares
    Share 1044 Tweet 653
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1368 shares
    Share 547 Tweet 342
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.