INDOPOSCO.ID – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyatakan dukungan penuh terhadap pengusulan Mr. Assaat sebagai Pahlawan Nasional. Dukungan itu disampaikan saat menerima audiensi putra Mr. Assaat, Iqbal Assaat, di Kantor Kementerian Kebudayaan di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Iqbal Assaat menjelaskan bahwa proses pengusulan sebenarnya telah dimulai beberapa tahun lalu. Namun, pandemi Covid-19 membuat proses tersebut terhenti. Upaya itu kembali dilanjutkan sejak Februari 2025 oleh Ikatan Keluarga Banuhampu bersama penulis dan sejarawan Hasril Chaniago sesuai mekanisme yang berlaku.
“Sebagai bagian dari proses ini keluarga telah mengumpulkan berbagai dokumen pendukung, mulai dari surat-surat pribadi, arsip keluarga, hingga foto-foto bersejarah. Seluruh dokumen penting itu telah diserahkan kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai bahan pendukung kajian,” ujar Iqbal.
Menanggapi hal itu, Fadli Zon menilai Mr. Assaat merupakan figur penting dalam sejarah Indonesia yang layak memperoleh penghargaan negara melalui gelar Pahlawan Nasional.
“Bagaimanapun, Mr. Assaat pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia pada masa Republik Indonesia Serikat (RIS). Beliau juga berperan dalam peresmian Universitas Gadjah Mada pada 1950,” ujar Fadli.
Menurut Fadli, rekam jejak dan kontribusi Mr. Assaat perlu dikaji secara komprehensif agar masyarakat semakin memahami peran strategisnya dalam perjalanan bangsa.
Ia berharap proses pengusulan dapat berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah. Penguatan kajian sejarah, seminar ilmiah, serta dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting agar jasa dan pengabdian Mr. Assaat dapat dipertimbangkan dalam pemberian gelar Pahlawan Nasional.
Sebagai informasi, Mr. Assaat pernah mengemban amanah sebagai Presiden Republik Indonesia ketika Indonesia berbentuk Republik Indonesia Serikat (RIS), sebelum akhirnya negara kembali ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, namanya juga tercatat dalam sejarah sebagai salah satu tokoh yang meresmikan Universitas Gadjah Mada pada 1950. (nas)


















