• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

China Menyayangkan Sanksi Uni Eropa dan Inggris Terhadap Rusia

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 22 Mei 2025 - 23:03
in Internasional
china

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah China menyayangkan sanksi sepihak yang dijatuhkan Uni Eropa dan Inggris terhadap Rusia serta sejumlah perusahaan Tiongkok, yang dikaitkan dengan sikap Presiden Vladimir Putin yang enggan melakukan gencatan senjata dengan Ukraina.

“Kami menyesalkan dan dengan tegas menentang sanksi Eropa yang tidak dapat dibenarkan tersebut terhadap perusahaan China,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing pada Rabu (21/5).

BacaJuga:

Buka Akses Pasar Lebih Luas, Art Toys Indonesia Incar Pasar Korea Selatan

IRGC Tegaskan Selat Hormuz Baru Dibuka jika AS Penuhi Syarat Iran

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Uni Eropa (EU) dan Inggris mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia pada Selasa (20/5), sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin meski pembicaraan itu tidak menghasilkan komitmen untuk gencatan senjata di Ukraina.

China, kata Mao Ning, menentang sanksi sepihak yang tidak memiliki dasar hukum internasional atau otorisasi Dewan Keamanan PBB.

“Terkait krisis Ukraina, China berkomitmen untuk mendorong perundingan perdamaian. China tidak pernah menyediakan senjata mematikan bagi pihak-pihak yang berkonflik dan secara ketat mengontrol ekspor barang-barang dengan fungsi ganda,” ungkap Mao Ning.

Hubungan dan kerja sama antara perusahaan Tiongkok dan Rusia disebut Mao Ning adalah relasi nomal dan tidak boleh terganggu atau terpengaruh.

“Sebagian besar negara, termasuk negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat, juga terus berdagang dengan Rusia. Negara-negara di Eropa harus berhenti menggunakan standar ganda dalam perdagangan dan kerja sama ekonomi dengan Rusia dan merugikan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China,” tegas Mao Ning.

Mao Ning pun mengungkapkan China akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk dengan tegas mempertahankan hak dan kepentingan sahnya.

Sanksi terbaru Inggris menargetkan 14 anggota Badan Desain Sosial (SDA) lainnya, yang melaksanakan operasi informasi yang didanai Kremlin yang dirancang untuk melemahkan kedaulatan, demokrasi, dan supremasi hukum di Ukraina dan di seluruh dunia.

Sanksi juga menargetkan 46 lembaga keuangan yang membantu upaya Rusia untuk menghindari sanksi, serta Bursa Mata Uang St. Petersburg, dan Badan Penjamin Simpanan Rusia yang mengasuransikan bank-bank Rusia agar semakin mengisolasi ekonomi Rusia dan mengganggu aliran pendapatan Rusia.

Inggris juga akan memberikan sanksi kepada 18 kapal lagi dalam “armada bayangan” yang membawa minyak Rusia, bersama dengan para pendukung armada tersebut.

Sanksi juga termasuk John Michael Ormerod, warga negara Inggris yang membeli kapal untuk armada bayangan Rusia, dan 2 kapten tanker armada bayangan Rusia.

Inggris dan Uni Eropa juga memperketat Batas Harga Minyak yang membatasi harga untuk dikenakan Rusia terhadap minyaknya jika diangkut menggunakan layanan G7 seperti asuransi dan logistik.

Ada kemungkinan pengurangan batas harga minyak mentah sebesar 60 dolar AS, dengan tujuan menurunkan batas mendekati biaya produksi dan menyerang Putin atas pendapatan minyaknya.

Sanksi diumumkan pada Sabtu (17/5), setelah Rusia menembakkan 273 pesawat nirawak ke kota-kota Ukraina dan menjadi serangan pesawat nirawak terbesar dalam perang yang terjadi sejak 2022 itu. Salah satu serangan yaitu terhadap sebuah bus di Sumy menewaskan 9 warga sipil.

Sanksi kali ini bertujuan untuk mengganggu rantai pasokan sistem senjata mematikan Rusia, termasuk rudal Iskander. Rusia disebut menggunakan beberapa jenis senjata termasuk rudal Iskander yang merengut nyawa penduduk sipil.

Sanksi Inggris dan Uni Eropa selama ini disebut telah berdampak buruk pada ekonomi Rusia. PDB Rusia menyusut pada kuartal pertama 2025 dan ekonomi nonpertahanan telah mengalami resesi selama beberapa waktu.

Pengeluaran untuk keamanan dan pertahanan saat ini lebih dari 40 persen anggaran federal, dan Presiden Putin harus menaikkan pajak dan memangkas pengeluaran sosial untuk melanjutkan perang.

Rusia dan Ukraina menggelar pembicaraan langsung pertama mereka dalam lebih dari tiga tahun konflik, pada Jumat (16/5) atas perintah Trump, tetapi gagal menyetujui gencatan senjata setelah Moskow mengajukan persyaratan yang oleh anggota delegasi Ukraina disebut “tidak dapat diterima”.

Ukraina mengatakan siap untuk gencatan senjata segera sesuai usulan Trump, sementara Rusia mengatakan ingin perundingan terlebih dahulu.

Uni Eropa menganggap sikap Rusia itu mengisyaratkan Presiden Putin belum ingin mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak 2022 itu. (bro)

Tags: ChinaInggrisRusiaSanksi Uni Eropa

Berita Terkait.

toys
Internasional

Buka Akses Pasar Lebih Luas, Art Toys Indonesia Incar Pasar Korea Selatan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:02
IRGC Tegaskan Selat Hormuz Baru Dibuka jika AS Penuhi Syarat Iran
Internasional

IRGC Tegaskan Selat Hormuz Baru Dibuka jika AS Penuhi Syarat Iran

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:30
Trump
Internasional

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:50
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada
Internasional

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:19
Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina
Internasional

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15
SB
Internasional

Swiss-Belhotel International Perluas Portofolio di Bali dengan Soft Opening Resor Ashva Swiss-belresort Ubud

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:25

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2464 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2199 shares
    Share 880 Tweet 550
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1995 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1379 shares
    Share 552 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1279 shares
    Share 512 Tweet 320
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.