INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua DPR Saan Mustopa menyoroti maraknya kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan meminta pemerintah memperketat pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ya, tentu kita berharap bahwa kejadian-kejadian seperti itu tidak terulang ke depan,” kata Saan Mustopa di Jakarta dikutip Jumat (25/9/2026).
Ia mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengevaluasi dan membenahi manajemen pelaksanaan program MBG agar kejadian keracunan tidak kembali terjadi.
“Maka sekali lagi, kita mempercayakan kepada BGN ya untuk memperbaiki semua hal terkait dengan tata kelola dan sebagainya. Supaya kasus-kasus serupa ini tidak terulang ke depan,” ucap Saan Mustopa.
Kasus terbaru keracunan program MBG terjadi di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dengan jumlah korban mencapai 411 orang per 24 September 2026. Para korban mengalami gejala mual, pusing, sakit perut, dan diare.
Menu makanan yang diduga menjadi pemicu awal keracunan adalah olahan telur, namun Dinas Kesehatan Kabupaten Batang masih menunggu hasil uji laboratorium resmi. Pihak Dinkes juga membantah adanya kabar korban meninggal dunia akibat kejadian itu.
Sementara itu, kasus keracunan massal program MBG juga terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada 13 Agustus 2026. Sekitar 361 hingga 389 orang dari berbagai sekolah seperti SMAN 1 Berastagi, SMK Swasta Bersama, dan sekolah lainnya menjadi korban keracunan.
Salah satu siswi korban bernama Febiona Purba mengalami dampak kesehatan lanjutan berupa gangguan ingatan dan kejang yang kembali disorot pada awal September 2026. Kondisinya kini dilaporkan berangsur membaik, namun ia mengalami trauma psikologis yang mendalam terhadap menu makanan tersebut.(dan)















