INDOPOSCO.ID – Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah memperingatkan Majelis Umum PBB bahwa kebijakan Israel lebih dari sekadar merusak solusi dua negara dan sekarang mengancam kehidupan dan keberadaan warga Palestina.
Pernyataan Abbas disampaikan secara daring dari kantornya di Ramallah dan disiarkan di hadapan majelis pada Kamis (24/9/2026), setelah Amerika Serikat menolak visa delegasi Palestina untuk menghadiri pertemuan tersebut selama 2 tahun berturut-turut.
Abbas mengatakan, warga Palestina menghadapi salah satu periode paling berbahaya dalam sejarah mereka, yang ditandai dengan pembunuhan, penghancuran, kelaparan, upaya pengungsian, serta perang genosida yang menciptakan bencana kemanusiaan tanpa tanding.
“Lingkungan, kota, kamp pengungsian, institusi, sekolah, universitas, rumah sakit, masjid, dan gereja telah dihancurkan. Setiap fondasi kehidupan, dan masa depan seluruh generasi, telah menjadi sasaran,” kata Abbas dilansir dari Al Jazeera, Jumat (25/9/2026).
Ia mengemukakan bahwa kegiatan Israel di Tepi Barat yang diduduki merupakan rencana kolonial jahat dan menyebut warga Palestina sedang dipaksa mengungsi.”
“Kenyataan di lapangan berubah setiap hari sehubungan dengan pemukiman Israel yang dibangun di atas tanah Palestina, sebuah praktik yang ilegal menurut hukum internasional,” ucap Abbas.
Ia mendesak masyarakat internasional untuk menerapkan solusi dua negara berdasarkan hukum internasional untuk menjamin keamanan.
“Menyelamatkan solusi dimulai dengan melestarikan tanah di mana negara Palestina akan didirikan dan melindungi orang-orang yang tinggal di sana,” jelasnya.
Setiap periode transisi harus mengarah pada penyatuan kembali Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki di bawah satu negara Palestina dengan satu angkatan bersenjata yang sah. (dan)















