• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Menjaga Tradisi, Menjawab Perubahan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 23 Juli 2023 - 17:38
in Nasional
lutfi

KH Lutfi Hakim, Imam Besar Forum Betawi Rempug (FBR). Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: KH Lutfi Hakim, Imam Besar Forum Betawi Rempug

INDOPOSCO.ID – Ditemani lirik lagunya Mashabi, di awal tahun 1445 Hijriah, di sela-sela persiapan memperingati Milad ke-22 Forum Betawi Rempug (FBR), memperhatikan Jakarta sebagai wilayah Indonesia memang memiliki kisahnya tersendiri: ruang-ruang kosong yang kini tergantikan oleh gedung menjulang, jalan setapak tanah merah tergantikan aspal dan beton nan pekat, belum lagi pergeseran nilai dan tradisi yang sangat fundamental bagi keberlangsungan kearifan Betawi sebagai masyarakat inti Jakarta.

BacaJuga:

Aher Dukung E-Learning ASN Berintegritas, Perkuat Budaya Antikorupsi dan Profesionalisme Aparatur

Wamendagri Ribka Haluk Turun Langsung Tinjau Penanganan Dugaan Keracunan MBG di Jayapura

Lantik Pejabat di Lingkungan Kemendagri, Mendagri Minta ASN Tingkatkan Kinerja

Bersandar pada nilai, menjaga tradisi bukan saja untuk membentengi, melainkan harus dimaksimalkan agar dapat menjawab perubahan Jakarta yang terus berkembang. Masyarakat Betawi kini dituntut untuk mampu mentransformasi dirinya, mengubah paradigma berpikir, berperilaku secara individu, keorganisasian, serta politiknya. Kalau tidak, saya khawatir masyarakat Betawi sama halnya dengan pohon eceng gondok: ke bawah tidak berakar, ke atas tidak berdahan.

Menjaga Tradisi

Menjaga tradisi sebagai tagline puncak Miladnya ke-22 FBR. Sangat strategisnya tradisi sebagai nilai kebetawian, mengutip Yasraf Amir Piliang, nilai tradisi akan produktif jika masyarakat Betawi memiliki creative of cultural atau kreativitas budaya.

Sebenarnya dengan kemampuan masyarakat Betawi menjaga tradisi , upaya pemajuan tradisi akan berlangsung tanpa disertai kekerasan dan tanpa menciptakan rasa takut di tengah masyarakat Jakarta. Terjaganya tradisi budaya Betawi akan melengkapi setiap proses perubahan dan pembangunan yang sedang berlangsung.

Kreativitas budaya secara konstruktif bukan sebaliknya yang menjadi pilihan. Kreativitas konstruktif bertujuan agar masyarakat Betawi sadar tradisi budaya dalam membangun yang belum ada sebelumnya, memecahkan masalah, menemukan hal-hal baru yang dapat memberikan kenyamanan, keindahan, keteraturan, dan banyak hal lain yang bersifat positif.

Di era peradaban ilmu pengetahun dan tekhnologi, menjaga tradisi yang akan kita bangun, meski memiliki tujuan menciptakan hal yang baru, tapi bukan dalam bentuk destruktif atau bersifat negatif seperti penghancuran, menciptakan konflik, kekacauan bahkan permusuhan.

Kerempugan menjaga tradisi memerlukan inovasi budaya, itulah kreativitas konstruktif kultural dalam menghadapi ragam perubahan Jakarta yang akan kita bangun. Inovasi budaya yang brilian ketika budaya menjadi konsumsi publik yang membentuk ruang baru secara bersama, menciptakan nilai, bentuk yang dapat dinikmati masyarakat dan mereka yang memiliki kepentingan.

Kontruksivisme budaya kerempugan memerlukan bangunan yang kuat antara relasi masyarakat Betawi dengan negara sebagai kebutuhan mendasar. Sejarah memang menjadi pelajaran, tetapi tidak boleh menolak perubahan. Selama ini masyarakat betawi hanya sebatas subordinat pemerintahan yang fungsinya dapat diperankan ketika pemerintah membutuhkan. Di lain pihak, masyarakat Betawi tidak dapat mempengaruhi kebijakan, bahkan masuk dalam pembahasan kebijakan pun tak memungkinkan.

Bertemanlah dengan sistem, beradaptasilah pada sistem, godalah kalau memungkinkan rayulah, dan agar dapat masuk ke dalam sistem. Acapkali, Betawi mengeluhkan posisinya sendiri baik secara ekonomi, politik maupun budaya, tapi apa yang dikeluhkan ya sebatas penyesalan tanpa adanya upaya untuk keluar dari kondisi meskipun negara telah memberikan ruang secara konstitusi.

Menjawab Perubahan

Organisasi kebetawian maupun ketokohan individu Betawi, mengutip Prof. Yasmin, haruslah melakukan rekonstruksi sosial sebagai bentuk penguatan sistem kebetawian dalam wadah keadatan dan penempatan para tokoh Betawi yang dalam perkembangannya menyebar pada ragam profesi seiring dengan perkembangan zaman.

Rekonstruksi sosial untuk menjawab perubahan dan ketahan tradisi Betawi yang dikembangkan haruslah berlangsung dua arah: melalui penguatan kelembagaan dan penguatan kelembagaan dengan pelibatan individu atas dasar ragam kekayaan tokoh Betawi.

Dalam konteks inilah kerempugan dibangun berdasar pada dialogisme heteronomis, sebuah prinsip dialog dengan menghargai heterogentitas dan pluralitas keahlian (profesi) individu Betawi. Dialog yang salah akan sulit bagi Betawi menjawab perubahan: mengulangi kesilapan serupa, pengkerdilan diri, serta menutup ruang keterlibatan Betawi selama perubahan dan pembangunan berlangsung.

Tradisi Betawi sebenarnya mampu menghasilkan sintesis kebudayaan dengan kekayaan tradisi yang dimiliki. Peluang yang terbuka oleh demokratisasi harus dimanfaatkan dengan mengembangkan berbagai kemungkinan baru. Semua itu bergantung pada bangunan dialog rekonstruksi sosial yang diinginkan kaum Betawi.

Terakhir penulis kembali menegaskan, ada relasi penting yang selama ini diabaikan dan terabaikan oleh masyarakat Betawi untuk membangun otonomi dalam pengembangan tradisi Betawi. Otonomi yang diberikan secara prinsip memberikan hak pada entitas Betawi sebagai suku untuk mengatur organsasi keadatan.

Untuk menjawab perubahan itulah kerempugan budaya dibangun pada orientasi internal mencakup penguatan hak dan otoritas pengurusan diri sendiri tanpa campur tangan pihak lain dan orientasi eksternal, yaitu penguatan tradisi membangun dialog dengan pihak lain dalam membangun pengaturan bersama terhadap berbagai kepentingan Jakarta. (*)

Tags: fbrforum betawi rempugkh lutfi hakimmilad ke-22 fbrtradisi

Berita Terkait.

Aher
Nasional

Aher Dukung E-Learning ASN Berintegritas, Perkuat Budaya Antikorupsi dan Profesionalisme Aparatur

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:04
Ribka-Haluk
Nasional

Wamendagri Ribka Haluk Turun Langsung Tinjau Penanganan Dugaan Keracunan MBG di Jayapura

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:03
Pelantikan
Nasional

Lantik Pejabat di Lingkungan Kemendagri, Mendagri Minta ASN Tingkatkan Kinerja

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:32
TP-PKK
Nasional

Ketum TP PKK Ajak Pelajar Biak Cintai Tanah Air Lewat Pemanfaatan Potensi Wisata Bahari*

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:12
Abdul-Mu'ti
Nasional

Lantik 17 Kepala Sekolah Perdana SNT, Mendikdasmen: Siap Cetak Talenta Unggul Indonesia

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:02
Wamendagri
Nasional

Wujudkan Pembangunan Berkeadilan Ekologis, Wamendagri Bima Dorong Legislator Daerah Perkuat Kepemimpinan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:41

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2378 shares
    Share 951 Tweet 595
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1989 shares
    Share 796 Tweet 497
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    1804 shares
    Share 722 Tweet 451
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1300 shares
    Share 520 Tweet 325
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.