INDOPOSCO.ID – Perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi menjadi tantangan serius bagi media massa dan profesi wartawan. Kehadiran media sosial, platform digital hingga fenomena homeless media membuat arus informasi semakin cepat sekaligus menghadirkan persoalan baru terkait akurasi dan tanggung jawab jurnalistik.
Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat sekaligus penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Lembaga Uji Kompetensi Wartawan Universitas Muhammadiyah Jakarta (LUKW UMJ), Hendri Ch Bangun, menilai kondisi tersebut membuat profesionalisme wartawan semakin penting.
Hal itu disampaikan Hendri dalam rangkaian UKW Angkatan ke-21 LUKW UMJ yang digelar INDOPOSCO bekerja sama dengan LUKW UMJ di Auditorium Kasman Singodimedjo, FISIP UMJ, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (20/9/2026).
Hendri menyoroti perubahan cara masyarakat mendapatkan informasi. Menurut dia, masyarakat kini semakin banyak menggunakan platform digital dan media sosial, seperti WhatsApp, YouTube, Instagram hingga TikTok.
“Cara masyarakat mendapatkan informasi juga sudah ketinggalan dari media sosial. Kita lihat yang pertama apa, WhatsApp, yang kedua YouTube, lalu juga ada Instagram dan TikTok,” ujar Hendri.
Perubahan tersebut membuat media massa menghadapi persaingan yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh organisasi pers, tetapi juga muncul dari berbagai kanal dan akun digital.
Hendri kemudian menyinggung fenomena homeless media, yakni kanal informasi yang menurutnya mengambil dan mengemas kembali informasi dari berbagai sumber tanpa memiliki struktur serta mekanisme pertanggungjawaban jurnalistik seperti media profesional.
“Sekarang ada homeless media. Itu dianggap media juga. Padahal dia comot sana, comot sini, dan dia tidak merasa bertanggung jawab nanti apabila ada masalah dengan informasi tersebut,” katanya.
Menurut Hendri, kondisi tersebut menjadi salah satu pembeda mendasar antara wartawan profesional dengan pihak yang sekadar menyebarluaskan informasi.
Wartawan yang bekerja di media massa, lanjut Hendri, memiliki standar etik yang harus dijaga sekaligus tanggung jawab terhadap informasi yang dipublikasikan kepada masyarakat.
“Beda dengan kita, para wartawan yang berada di media massa yang ada posisi etik yang selalu kita pertahankan dan kita merasa bertanggung jawab atas apa yang kita sampaikan,” tegasnya.
Dalam konteks perkembangan kecerdasan buatan (AI), prinsip tersebut dinilai semakin relevan. Teknologi dapat membantu mempercepat proses produksi dan distribusi informasi, tetapi profesionalisme, verifikasi, etika, serta tanggung jawab tetap menjadi bagian penting dari kerja jurnalistik.
Hendri juga menyinggung adanya penelitian yang menunjukkan perubahan posisi media massa dalam kehidupan publik. Namun, ia tidak merinci sumber penelitian tersebut dalam keterangannya.
Karena itu, menurut Hendri, wartawan perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu mempertahankan kualitas informasi di tengah derasnya arus konten digital.
Pesan tersebut menjadi salah satu relevansi utama pelaksanaan UKW INDOPOSCO-LUKW UMJ yang tahun ini mengangkat tema “Menguatkan Profesionalisme Jurnalis di Era AI”.
“Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada seluruh peserta yang dinyatakan lulus atau kompeten. Semoga ke depan semuanya semakin baik,” tutupnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi peserta, INDOPOSCO turut membagikan bingkisan yang dapat dibawa pulang untuk keluarga. Kemeriahan semakin terasa saat rangkaian UKW Angkatan ke-21 ditutup dengan pembagian doorprize berupa tiket wisata ke sejumlah destinasi di Jakarta dan Bogor.
Penutupan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Setelah dua hari menjalani seluruh tahapan ujian, para peserta pun mengakhiri rangkaian UKW dengan kebersamaan dan apresiasi dari panitia.
Pelaksanaan UKW INDOPOSCO-LUKW UMJ Angkatan ke-21 tersebut terselenggara berkat dukungan PT Aneka Tambang Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT Bukit Asam Tbk, PT Patra Drilling Contractor, PT Pertamina Hulu Energi, PT Pertamina Patra Niaga, BPJS Ketenagakerjaan, PT Bank Central Asia Tbk, PT Trimegah Bangun Persada Tbk.
Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Pertamina Hulu Indonesia, PT Energi Mega Persada Tbk, PT Bank BCA Syariah, PT Bumi Resources Minerals Tbk, PLN Icon Plus, PT United Tractors Tbk, PT Pertamina Gas, PT Elnusa Tbk, PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, PT Perta Arun Gas, PT Pertamina International Shipping, PT PLN Nusantara Power, Yayasan Samudera Indonesia Timur, PT PLN Indonesia Power, PT Elnusa Petrofin, PT Nusa Halmahera Minerals, dan Divisi Humas Polri.
Dukungan lainnya datang dari PT Mega Global Food Industri, Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center, PT Karya Tetangga Tuku, Park 5 Simatupang, PT Sariguna Primatirta Tbk (Cleo), PT Sasa Inti, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, PT Herba Utama, PT Orang Tua (OT Group), PT Kereta Cepat Indonesia China, dan PT Ambhara Taruna.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme insan pers. (her)















