• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Gawat, Krisis Iklim Semakin Nyata Akibat Kenaikan Temperatur Bumi

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 9 November 2022 - 23:45
in Headline
iklim

Suasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena polusi udara di Jakarta, Rabu (28/9/2022). Berdasarkan data dari situs pemantauan udara AirVisual.com pada Rabu 28 September pukul 15.00 WIB, Jakarta menempati posisi keempat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan indeks kualitas udara di angka 152 atau dalam kategori tidak sehat. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Lembaga think-tank yang bergerak di bidang energi dan lingkungan Institute for Essential Services Reform (IESR) memandang fenomena krisis iklim mulai terlihat nyata di mana Indonesia yang seharusnya musim kemarau tapi hujan dan sebaliknya.

Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa menuturkan fenomena krisis iklim terjadi juga di belahan bumi lain pada pertengahan tahun ini, seperti gelombang panas di India dan Pakistan, kemudian Eropa dan Amerika Serikat.

BacaJuga:

1 ABK Speedboat Pembawa 5 Jurnalis Ditemukan Meninggal di Bengkulu

Ekonomi 2027 Dipatok 6 Persen, Pemerintah Siapkan Strategi Dongkrak Investasi

Denny Indrayana Bongkar Dalil Syarat Pendidikan Gibran: Ada Surat, tapi Mana Bukti Kelulusannya?

“Tapi juga waktu yang tidak terlalu lama Pakistan mengalami hujan deras yang menyebabkan sepertiga dari negara itu terendam banjir selama berminggu-minggu dan dampaknya sangat luar biasa,” ujarnya dalam rilis laporan Climate Transparency Report 2022 yang dipantau di Jakarta, seperti dikutip Antara, Rabu (9/11/2022)

Fabby mengatakan berbagai fenomena itu adalah sekelumit dari manifestasi krisis iklim yang dihadapi oleh manusia. Kondisi itu disebabkan karena kenaikan temperatur global yang baru mencapai 1,1 derajat.

Apabila negara-negara di seluruh dunia tidak melakukan upaya serius untuk mengatasi masalah itu, maka temperatur planet bumi akan naik jauh lebih tinggi.

Cuaca buruk
Ilustrasi. (Antara)

“Kabar yang baik adalah negara-negara sudah mulai memahami konsekuensi dari krisis iklim. Oleh karena itu di COP26 yang lalu, sebelum COP26 dan setelah COP26, banyak negara yang menyampaikan aksi target penurunan emisi gas rumah kaca yang lebih tinggi, termasuk Indonesia yang baru saja meluncurkan NDC,” kata Fabby.

Pada September 2022, Pemerintah Indonesia telah menyerahkan enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) dengan meningkatkan pengurangan emisi dari sebelumnya 29 persen menjadi 31,89 persen dengan bantuan sendiri dan dari 41 persen menjadi 43,20 persen dengan dukungan internasional.

“Kalau dilihat walaupun ada kenaikan komitmen atau mungkin lebih kepada janji untuk menurunkan emisi gas rumah kaca yang lebih tinggi, saat ini kita masih mengarah kepada kalau seluruh target NDC yang ada itu tercapai kita masih mengarah pada target 2,5 derajat kenaikan temperatur,” terangnya.

Fabby menyampaikan angka itu jauh di atas apa yang disampaikan para ahli sebagai batas. Laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) yang yang terakhir menyampaikan kenaikan temperatur global harus dibatasi maksimal 1,5 derajat Celcius.

Apabila penurunan tingkat kenaikan suhu di bawah 2 derajat, maka konsekuensi dan risikonya masih jauh lebih tinggi dan dampak kerugian sosial dan ekonomi dari krisis iklim itu akan jauh lebih besar.

“Oleh karena itu, setiap negara diminta untuk memangkas emisi gas rumah kaca,” imbuh Fabby.

Lebih lanjut ia mengatakan negara-negara yang tergabung di dalam G20 bertanggung jawab terhadap terhadap 85 persen emisi gas rumah kaca dunia, sehingga mereka harus mengambil peran yang lebih besar dalam memangkas emisi gas rumah kaca secara drastis. (mg2)

Tags: iklimkrisis iklimTemperatur Bumi

Berita Terkait.

jurnalis
Headline

1 ABK Speedboat Pembawa 5 Jurnalis Ditemukan Meninggal di Bengkulu

Rabu, 23 September 2026 - 17:07
menkeu
Headline

Ekonomi 2027 Dipatok 6 Persen, Pemerintah Siapkan Strategi Dongkrak Investasi

Rabu, 23 September 2026 - 16:16
denny
Headline

Denny Indrayana Bongkar Dalil Syarat Pendidikan Gibran: Ada Surat, tapi Mana Bukti Kelulusannya?

Rabu, 23 September 2026 - 15:35
ade
Headline

Kembangkan Kasus Ade Kuswara, KPK Usut Dugaan Pengaturan Proyek oleh Ipda Yayat

Rabu, 23 September 2026 - 15:15
Saksi Ungkap Semua Pejabat Kemenag Terlibat Pembahasan Kuota Haji 50:50
Headline

Saksi Ungkap Semua Pejabat Kemenag Terlibat Pembahasan Kuota Haji 50:50

Selasa, 22 September 2026 - 19:05
suahasil
Headline

Menkeu Sebut Impor Beras Ilegal Coreng Swasembada Pangan Nasional

Selasa, 22 September 2026 - 13:13

OLAHRAGA

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI
Olahraga

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Editor Laurens Dami
Rabu, 23 September 2026 - 12:45

INDOPOSCO.ID – Persija Jakarta mengambil langkah tegas menyikapi insiden yang melibatkan pelatihnya, Shin Tae-yong, dalam pertandingan kontra Java United. Dugaan...

SelengkapnyaDetails
5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

Rabu, 23 September 2026 - 09:46
FIFA ASEAN Cup 2026: Dony Tri dan Yakob Sayuri Absen, Skuad Garuda Panggil Shayne-Rizky Eka

FIFA ASEAN Cup 2026: Dony Tri dan Yakob Sayuri Absen, Skuad Garuda Panggil Shayne-Rizky Eka

Rabu, 23 September 2026 - 08:34
ole

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Selasa, 22 September 2026 - 08:53
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5542 shares
    Share 2217 Tweet 1386
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1024 shares
    Share 410 Tweet 256
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    939 shares
    Share 376 Tweet 235
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.