INDOPOSCO.ID – Jasad anak buah kapal (ABK), Surakman (60) ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu pada 12 September 2026. Ia dipastikan merupakan salah satu korban hilang kontak Speedboat Arupadatu 1 yang dilaporkan hilang kontak pada 7 September 2026.
Korban ditemukan oleh nelayan di wilayah Pulau Enggano. Kepastian identitas korban diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan DNA yang dilakukan oleh Tim DVI Polda Bengkulu.
Hasil pemeriksaan DNA tersebut menunjukkan kecocokan dengan DNA anak korban, Yayat, sehingga secara medis forensik korban dapat diidentifikasi sebagai Surakman. Proses identifikasi membutuhkan waktu sekitar 10 hari dan hasil pemeriksaan DNA dinyatakan selesai pada 22 September 2026.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad menyatakan, bahwa proses pencarian telah dilakukan secara maksimal oleh seluruh unsur SAR yang terlibat.
“Operasi SAR telah dilaksanakan sejak tanggal 8 sampai dengan 18 September 2026. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemantauan. Namun sampai dengan 23 September 2026, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban ataupun tanda-tanda Speedboat Arupadatu 1,” kata Al Amrad dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Setelah teridentifikasinya jenazah Sukarman, proses penanganan korban akan dilakukan sesuai prosedur oleh pihak terkait dan diserahkan kepada keluarga.
Operasi pencarian Speedboat Arupadatu 1 sebelumnya melibatkan unsur SAR gabungan dengan berbagai upaya pencarian di wilayah perairan yang menjadi lokasi kejadian maupun area yang diperkirakan memiliki kemungkinan keberadaan korban dan kapal.
Kini, tujuh orang masih berstatus dalam pencarian terdiri atas Warta, 55 tahun, selaku kapten kapal; ABK Heriyanto, 49 tahun, guide; serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance. (dan)















