• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Balas Pengeboman di Kabul, AS Serang ISIS dari Udara

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 29 Agustus 2021 - 05:27
in Internasional
Globemaster C-17 AS dari Pangkalan Angkatan Udara McGuire membawa Marinir AS ke Afghanistan dari Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait, Rabu (18/8/2021). Foto: Antara/Staff Sgt. Ryan Brooks/U.S. Air Force/Handout via REUTERS/AWW/djo

Globemaster C-17 AS dari Pangkalan Angkatan Udara McGuire membawa Marinir AS ke Afghanistan dari Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait, Rabu (18/8/2021). Foto: Antara/Staff Sgt. Ryan Brooks/U.S. Air Force/Handout via REUTERS/AWW/djo

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pasukan Barat yang tengah menjalani misi evakuasi di Afghanistan bersiap menghadapi serangan berikutnya pada Sabtu setelah AS mengeklaim telah membunuh seorang” perencana” ISIS lewat serangan pesawat nirawak (drone).

Serangan AS itu dilakukan dua hari setelah afiliasi ISIS di Afghanistan mengaku bertanggung jawab atas ledakan bom di luar bandara Kabul.

BacaJuga:

Tolak Pola Konflik Berulang, Menlu Iran: Kami Ingin Berakhirnya Perang

Perayaan HUT RI di Kanada, KBRI Beri Penghargaan untuk Dua Sosok Penting

Gempa NTT, Presiden Iran Sampaikan Dukacita dan Tawarkan Bantuan Medis

Dari 92 korban tewas dalam ledakan bom bunuh itu, 13 di antaranya adalah tentara AS.

Peristiwa itu menjadi insiden paling mematikan bagi pasukan AS di Afghanistan dalam satu dekade terakhir.

“Indikasi awalnya adalah kami membunuh target. Kami tahu tak ada korban dari warga sipil,” kata pihak militer AS tentang serangan drone itu dalam sebuah pernyataan.

Komando Pusat AS mengatakan serangan tersebut dilakukan di Nangarhar, provinsi sebelah timur Kabul yang berbatasan dengan Pakistan.

Tidak disebutkan apakah target serangan itu terlibat dalam ledakan bom di bandara.

Warga Jalalabad, ibu kota Nangarhar, mengatakan mereka mendengar sejumlah ledakan dari serangan udara pada Jumat( 27/ 8) sekitar tengah malam.

Namun, belum jelas apakah suara ledakan itu berasal dari drone AS.

Gedung Putih mengatakan beberapa hari mendatang akan menjadi operasi evakuasi AS yang paling berbahaya.

Pentagon menyebut AS telah mengevakuasi 110. 000 orang dari Afghanistan dalam dua minggu terakhir.

Juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan AS yakin masih ada ancaman” spesifik dan kredibel” terhadap bandara Kabul sehabis ledakan bom terjadi di salah satu gerbang bandara tersebut.

“Kami tentu siap dan memperkirakan berbagai upaya yang akan datang,” kata Kirby kepada pers di Washington.” Kami tengah memantau ancaman ini, (yang) sangat, sangat spesifik, jelas secara terus menerus.”

Akibat adanya ancaman keamanan, Kedutaan Besar AS di Kabul memperingatkan warga Amerika untuk menjauhi bandara dan mereka yang berada di gerbang- gerbang bandara diminta untuk segera meninggalkan tempat itu.

AS dan pasukan sekutunya sedang bergegas menyelesaikan evakuasi warga negara mereka dan warga Afghanistan yang rentan sebelum Selasa (31/8), tenggat yang ditentukan Presiden Joe Biden untuk menarik pasukan dari negara itu setelah dua dekade berperang dengan Taliban.

Sementara ribuan orang sudah dievakuasi, jumlah mereka yang tak dapat meninggalkan Afghanistan jauh lebih banyak.

Kerumunan orang memenuhi area di luar bandara untuk mencoba mendapatkan tempat dalam penerbangan pemindahan sejak Taliban mengambil alih Afghanistan pada 15 Agustus.

Pada Jumat, pasukan Taliban mencegah warga untuk mendekati bandara.

Biden sebelumnya mengatakan dia telah memerintahkan Pentagon untuk merencanakan serangan terhadap ISIS- K, afiliasi ISIS di Afghanistan yang mengaku bertanggung jawab atas pengeboman pada Kamis (26 8).

Huruf “K” pada nama ISIS- K merujuk pada “Khorasan”, julukan lama wilayah itu. (mg1)

Tags: afghanistanASISISKabulTaliban

Berita Terkait.

Sesmenko PMK: Teknologi Harus Hadir Menjawab Persoalan Nyata Bangsa
Internasional

Tolak Pola Konflik Berulang, Menlu Iran: Kami Ingin Berakhirnya Perang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:30
kbri
Internasional

Perayaan HUT RI di Kanada, KBRI Beri Penghargaan untuk Dua Sosok Penting

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:10
Gempa NTT, Presiden Iran Sampaikan Dukacita dan Tawarkan Bantuan Medis
Internasional

Gempa NTT, Presiden Iran Sampaikan Dukacita dan Tawarkan Bantuan Medis

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:15
Gunil Keluar, Xdinary Heroes Langsung Batalkan Sejumlah Jadwal
Internasional

KASA Korea Gandeng BIGBANG sebagai Duta Kehormatan Perdana

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:27
jubir
Internasional

Karoline Leavitt Mundur dari Jabatan Jubir Gedung Putih Akhir Agustus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:07
Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz di Tengah Kebuntuan AS
Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz di Tengah Kebuntuan AS

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:16

BERITA POPULER

  • Dari Tengah Rig, Pertamina Drilling Kobarkan Semangat Kemerdekaan dan Jaga Energi Indonesia

    Bea Cukai Yogyakarta Awasi Pemusnahan Rokok HM Sampoerna, Pastikan Sesuai Ketentuan

    25479 shares
    Share 10192 Tweet 6370
  • Polisi Blokade Mahasiswa di Thamrin, Ini Lokasi Demo yang Diperbolehkan

    5129 shares
    Share 2052 Tweet 1282
  • Harga Emas Pekan Depan Bakal Berayun, Selisih Proyeksi Capai Rp300 Ribu

    3285 shares
    Share 1314 Tweet 821
  • Pelajar Tewas Terlindas Truk, Pramono Anung Minta Jalan Licin Kramat Jati Diperbaiki

    2025 shares
    Share 810 Tweet 506
  • Rumah Tahan Gempa BRIN Lulus Ujian, Siap Jadi Model Rekonstruksi di Daerah Rawan Bencana

    1196 shares
    Share 478 Tweet 299
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.