• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Catwalk Batik di Ottawa, Undang Decak Kagum Warga Kanada

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:18
in Internasional
KBRI Ottawa, Hari Batik Nasional, Muhsin Syihab, Batik Indonesia

KBRI Ottawa, Hari Batik Nasional, Muhsin Syihab, Batik Indonesia

Share on FacebookShare on Twitter

BacaJuga:

Di Sidang PBB, Menlu RI Gaungkan Ketahanan Nasional dan Dukungan Palestina

DPD RI Dorong Pengakuan Masyarakat Adat Papua Tak Berhenti di Jenewa

Kecam Narasi Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB, Komisi I Tawarkan 3 Pilar Solusi Strategis untuk Papua

INDOPOSCO.ID — Aula Caraka Nusantara KBRI Ottawa dipoles menjadi galeri dan catwalk batik yang menuai decak kagum publik Kanada dan ekspatriat di Ottawa. Sekitar 150 undangan dari unsur anggota Parlemen Kanada, korps diplomatik ASEAN dan negara sahabat, pengusaha, serta berbagai pemangku kepentingan di Kanada hadir dalam resepsi bertema Batik: From Indonesia to the World. Resepsi ini memperingati Hari Batik Nasional sekaligus 17 tahun pengakuan UNESCO atas batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.
Alunan gamelan Jawa menyambut kedatangan para tamu yang sebagian di antaranya hadir dalam balutan pakaian batik. Selanjutnya, para hadirin dihibur oleh penampilan Angklung “Indonesia Canadian Angklung Society (ICAS)” yang membawakan 2 lagu di mana salah satunya berjudul It’s now or never dari Elvis Presley. Dua penampilan musik tradisional tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film pendek tentang batik produksi KBRI Ottawa bertajuk Batik: From Indonesia to the World.
Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, menegaskan akar batik yang tak terpisahkan dari Indonesia. “Izinkan saya menyampaikannya secara lugas: Batik adalah Indonesia. Indonesia dalam namanya, yang berasal dari bahasa Jawa, dan Indonesia dalam tekniknya, seni malam dan pewarnaan yang tekun, diwariskan dari generasi ke generasi selama berabad-abad,” tegasnya.
Namun, lanjut Dubes Muhsin, batik bukan merupakan benda museum. Bagi masyarakat Indonesia, batik menyertai kelahiran, pernikahan, hingga perpisahan; hadir di sekolah, kantor, dan ruang-ruang pemerintahan. Batik juga menopang penghidupan hampir dua ratus ribu warga Indonesia di puluhan ribu bengkel kecil dan usaha keluarga, sebagian besar perempuan.
Dubes Muhsin juga menyebut batik sebagai salah satu bentuk diplomasi Indonesia yang paling fasih. Ia mengingatkan hadirin bahwa Perdana Menteri Kanada Jean Chrétien mengenakan batik bersama para pemimpin Asia-Pasifik pada KTT APEC di Bogor tahun 1994, demikian pula Perdana Menteri Justin Trudeau pada KTT ASEAN di Jakarta tahun 2023. “Setiap kali, batik menyampaikan sesuatu yang tak mampu diungkapkan komunike mana pun: bahwa persahabatan dapat dikenakan, tidak hanya dituliskan,” tuturnya.
Menyongsong 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Kanada pada 2027, Dubes Muhsin mengajak hadirin memaknai filosofi para perajin batik.
“Hal-hal yang langgeng dibuat titik demi titik, garis demi garis — dengan kesabaran, ketelitian, dan komitmen dari kedua belah pihak.”
Sebagai tamu kehormatan, Anggota Parlemen Kanada sekaligus Ketua Bersama Kelompok Persahabatan Parlemen Kanada–Indonesia, Sameer Zuberi, menilai peringatan ini penting untuk memperdalam pemahaman publik Kanada tentang Indonesia. “Batik, yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan, adalah pintu yang indah untuk mengenal Indonesia, yang bukan hanya sebagai mitra ekonomi bagi Kanada, tetapi juga sebagai bangsa dengan kekayaan budaya yang luar biasa,” ujarnya.
Zuberi juga menggarisbawahi hubungan Kanada–Indonesia yang terus menguat, termasuk melalui Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Kanada (ICA-CEPA) yang ditandatangani di Ottawa pada 24 September 2025. “ICA-CEPA membuka babak baru kemitraan kita. Perayaan budaya seperti sore ini memastikan kemitraan tersebut berakar pada saling pengertian antarmasyarakat,” tambahnya.
Kekaguman juga diungkapkan oleh salah satu undangan yang hadir, yaitu Helena Skarcic, Istri Duta Besar Kroasia untuk Kanada, yang merupakan Ketua Asosiasi Para Pendamping Duta Besar di Kanada. “Saya sangat senang bisa hadir di acara Batik Indonesia yang diselenggarakan KBRI Ottawa. Sebelumnya saya tidak tahu bagaimana batik dibuat dan saya sungguh kagum. Saya sangat terkesan melihat bagaimana anak-anak begitu gembira dan bersenang-senang saat mengenakan batik Anda. Hal yang mengejutkan saya adalah, apa yang semula saya kira sekadar pakaian tradisional biasa ternyata sangat luar biasa dan istimewa untuk dikenakan di berbagai acara,” pungkasnya.
Usai sesi foto bersama, resepsi ditutup dengan peragaan busana batik yang diawali tari kontemporer Indonesia, dibawakan keluarga besar KBRI Ottawa dan diaspora Indonesia. Bertajuk The Ageless Runway: Batik Across Generations, peragaan dibuka sesi The Living Museum: Timeless Artifact yang menghadirkan dua belas kain pusaka dalam tiga babak. Babak pertama membawa hadirin ke keraton Yogyakarta dan Surakarta melalui Udan Liris, Parang Rusak Klitik, Semen bermotif Sawat/Gurda, Sidomukti, dan Peksi Kurung — sebagian di antaranya motif yang penggunaannya pernah diatur keraton sejak akhir abad ke-18. Babak kedua beranjak ke Banyumas melalui Jahean, Semen Sawat polikrom, dan Burung Hong, yang merekam perjumpaan batik dengan pengaruh Eropa dan Tionghoa.
Babak ketiga menyusuri pesisir dan pulau-pulau lain: Mega Mendung dari Cirebon, Lunglungan dari Lasem, Tar-poteh Kembang Cengkeh dari tradisi Gentongan Tanjung Bumi, Madura, hingga batik bercorak Asmat dari Papua. Lintasan generasi kemudian dilanjutkan tiga skuad — anak-anak usia 6–12 tahun, remaja 13–18 tahun, dan kaum perempuan yang membuktikan bahwa gaya tak mengenal usia — dengan batik dalam busana keseharian. Perayaan ini menjadi pengingat bahwa warisan budaya paling bermakna ketika ia dikenakan, dipahami, dan diteruskan, dari Indonesia, untuk dunia. (srv)
Tags: Batik Indonesiahari batik nasionalKBRI OttawaMuhsin Syihab

Berita Terkait.

Di Sidang PBB, Menlu RI Gaungkan Ketahanan Nasional dan Dukungan Palestina
Internasional

Di Sidang PBB, Menlu RI Gaungkan Ketahanan Nasional dan Dukungan Palestina

Rabu, 30 September 2026 - 12:12
DPD RI Dorong Pengakuan Masyarakat Adat Papua Tak Berhenti di Jenewa
Internasional

DPD RI Dorong Pengakuan Masyarakat Adat Papua Tak Berhenti di Jenewa

Minggu, 27 September 2026 - 22:06
Kecam Narasi Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB, Komisi I Tawarkan 3 Pilar Solusi Strategis untuk Papua
Internasional

Kecam Narasi Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB, Komisi I Tawarkan 3 Pilar Solusi Strategis untuk Papua

Minggu, 27 September 2026 - 19:04
Pengamat: Indonesia Konsisten Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Internasional

Pengamat: Indonesia Konsisten Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

Minggu, 27 September 2026 - 18:05
abbas
Internasional

Mahmoud Abbas di Majelis Umum PBB: Kebijakan Israel Ancam Keberadaan Warga Palestina

Jumat, 25 September 2026 - 15:52
masoud
Internasional

Sambil Pamerkan Foto Korban Perang di PBB, Presiden Iran Sebut AS-Israel Pelaku Teror

Kamis, 24 September 2026 - 13:47

OLAHRAGA

Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 
Olahraga

Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

Editor Laurens Dami
Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:13

INDOPOSCO.ID — Penyerang Timnas Indonesia Mitchell Baker menyamai catatan legenda Timnas Indonesia Iswadi Idris setelah mencetak lima gol ke gawang...

SelengkapnyaDetails
Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:33
Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Siagakan 7 SPBU dan 10 Extra Flight

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:28
Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Menang Dramatis Usai ‘Diteror’ Malaysia, Garuda Segel Tiket Final FIFA ASEAN Cup!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:36

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3896 shares
    Share 1558 Tweet 974
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3924 shares
    Share 1570 Tweet 981
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1136 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Mulyadi Jayabaya Sambut Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Kamtibmas Diharap Makin Kuat

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.