INDOPOSCO.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) kembali mencatatkan prestasi melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Kali ini, PLN EPI memborong tiga penghargaan sekaligus dalam ajang Indonesian CSR Awards (ICA) dan Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026.
Dua penghargaan bergengsi berupa Platinum diraih melalui program Bagek Kembar Berdaya: Membangun Wisata Pesisir, Menggerakkan Ekonomi Masyarakat. Sementara satu penghargaan lainnya diberikan kepada Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati dalam ajang Bakti Perempuan bagi Perusahaan, Komunitas, dan Negeri (BERBAKTI) 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang digelar Corporate Forum for CSR Development (CFCD) di Birawa Hall, Bidakara Hotel, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Program Bagek Kembar Berdaya mendapat Platinum pada ICA 2026 untuk Core Subject 7H Investasi Sosial.
Program yang dikembangkan di kawasan Pantai Bagek Kembar, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, ini menggabungkan penataan kawasan wisata pesisir dengan pemberdayaan UMKM dan masyarakat setempat.
Sebelumnya, kawasan pesisir yang berada di Ring 1 Program Gasifikasi PLN EPI tersebut belum tertata secara optimal. Sejumlah persoalan seperti keterbatasan fasilitas wisata, kondisi lapak UMKM yang sederhana, pengelolaan sampah, hingga kapasitas pelaku usaha dan promosi wisata menjadi tantangan yang perlu dibenahi.
Melalui program Bagek Kembar Berdaya, PLN EPI kemudian melakukan penataan kawasan dengan membangun landmark, 43 kios UMKM, serta sejumlah fasilitas umum. Tak berhenti pada pembangunan fisik, PLN EPI juga memberikan penguatan kapasitas kepada 39 pelaku UMKM. Materi yang diberikan antara lain legalitas usaha, gizi, hingga pemasaran digital.
Kelembagaan Pokdarwis Pantai Viral juga diperkuat sebagai motor penggerak pengembangan kawasan wisata tersebut. Penilaian ICA dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui kunjungan langsung dewan juri CFCD ke lokasi program. Langkah tersebut dilakukan untuk melihat implementasi program sekaligus manfaat yang dirasakan masyarakat.
Prestasi PLN EPI berlanjut dalam ajang ISDA 2026. Program Bagek Kembar Berdaya kembali memperoleh penghargaan Platinum, kali ini untuk kategori SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Program tersebut dinilai mendorong peningkatan kapasitas UMKM sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui pengembangan wisata pesisir yang melibatkan warga setempat.
Kontribusinya juga berkaitan dengan sejumlah target pembangunan berkelanjutan lainnya, seperti SDG 1 tentang Tanpa Kemiskinan, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 11 mengenai Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.
Di ajang yang sama, Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati mendapat penghargaan khusus BERBAKTI 2026 dengan kategori Women of Excellence in Corporate Leadership Driving Energy Security for a Sustainable Future.
Penghargaan itu menjadi apresiasi terhadap peran kepemimpinan perempuan di sektor korporasi, khususnya dalam mendorong ketahanan energi dan agenda keberlanjutan.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan, tiga penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas program TJSL.
Menurut dia, program pemberdayaan tidak semata-mata diukur dari pembangunan fasilitas maupun besaran bantuan yang diberikan, tetapi dari perubahan dan kemandirian yang mampu diciptakan di tengah masyarakat.
“Penghargaan ICA dan ISDA 2026 menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi PLN EPI untuk terus menghadirkan program TJSL yang menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak berkelanjutan,” ujar Mamit dalam keterangan, Sabtu (3/10/2026).
Dia menuturkan, melalui Bagek Kembar Berdaya, PLN EPI tidak hanya melakukan pembenahan kawasan pesisir. Lebih dari itu, perusahaan berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat agar potensi wisata dapat berkembang menjadi sumber ekonomi yang dikelola secara bersama.
“Bagi kami, keberhasilan program TJSL bukan hanya diukur dari apa yang dibangun atau berapa bantuan yang diberikan, tetapi dari perubahan yang tercipta dan kemampuan masyarakat untuk melanjutkan manfaat tersebut secara mandiri,” katanya.
Mamit menambahkan, kolaborasi dan keberlanjutan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program TJSL PLN EPI. Pendekatan tersebut sekaligus menandai pergeseran dari pola bantuan menuju pemberdayaan masyarakat.
Capaian tiga penghargaan tersebut, menurutnya, memperkuat komitmen PLN EPI untuk menjalankan bisnis energi yang tidak hanya berorientasi pada keandalan pasokan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan. (nas)
















