INDOPOSCO.ID — Kepedulian terhadap krisis kemanusiaan di Palestina terus digelorakan. Melalui konser kemanusiaan bertajuk “Voice for Palestine: One Hope, One Voice, One Future”, gerakan Indonesia for Palestine movement bersama Laju Peduli, Global Humanity Network, ZIS Indosat, serta berbagai mitra komunitas menggelar panggung solidaritas di Usmar Ismail Hall, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Acara yang digelar guna memperingati 3 tahun Taufan Al-Aqsa ini mengangkat tema semangat juang masyarakat Palestina sekaligus mengajak masyarakat Indonesia untuk memperkuat persatuan dalam menyuarakan dukungan bagi Palestina.
“Kegiatan ini wujud kepedulian masyarakat Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan dan kemanusiaan Palestina. Dan kegiatan ini terus kami digaungkan,” ujar President Global Humanity Network Said Mukaffiy kepada indoposco.id, Rabu (7/10/2026).
Ia menuturkan, kegiatan ini dilakukan memasuki hampir tiga tahun eskalasi konflik sejak Oktober 2023 oleh sejumlah lembaga kemanusiaan, seperti Laju Peduli, ZIS Indosat, dan Global Humanity Network.
“Antusias masyarakat tinggi, setidaknya sekitar 300 hingga 400 peserta hadir dari berbagai kalangan. Mulai masyarakat umum, ulama, ustadz hingga tokoh publik,” bebernya.
Ia mengatakan, dukungan masyarakat Indonesia terhadap Palestina harus terus dijaga. Menurutnya, kepedulian kemanusiaan tidak boleh meredup hanya karena konflik telah berlangsung dalam waktu panjang.
Di tempat yang sama, Direktur Laju Peduli, Rizqi Dwi Putra, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali mengingatkan publik mengenai kondisi warga Palestina yang hingga kini masih menghadapi krisis kemanusiaan.
“Kita ingin menyuarakan kembali tentang Palestina. Kurang lebih hampir tiga tahun ini, puluhan ribu jiwa telah syahid. Melalui momentum ini, kita ingin menegaskan bahwa perjuangan saudara-saudara kita di Palestina belum selesai,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, selain menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi gerakan kemanusiaan, “Voice for Palestine” juga menghadirkan talkshow interaktif. Sejumlah tokoh publik dan penceramah, di antaranya Ari Untung dan Muzammil Hasballah, turut menyampaikan pandangan sekaligus mengajak masyarakat tetap konsisten memberikan dukungan.
“Krisis berkepanjangan di Gaza membuat kebutuhan dasar warga semakin sulit terpenuhi,” katanya.
“Persediaan makanan, air bersih, listrik hingga pakaian masih menjadi persoalan serius yang dihadapi masyarakat di tengah kehancuran akibat konflik,” imbuhnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada diskusi. Penyelenggara bersama mitra lembaga zakat dan NGO kemanusiaan juga menggalang dukungan untuk disalurkan kepada warga Palestina yang terdampak.
Sementara itu, Atallah, salah satu warga Palestina, menggambarkan kondisi masyarakat Gaza yang masih berada dalam tekanan berat. Kehancuran infrastruktur membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber mata pencaharian.
Menurut dia, meski sejumlah kebutuhan pokok mulai tersedia di pasar lokal, banyak warga tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk membelinya. Kehancuran pabrik dan fasilitas usaha membuat lapangan pekerjaan nyaris tidak tersedia.
“Seluruh Jalur Gaza hancur total. Warga tidak punya pekerjaan, pabrik-pabrik hancur. Mereka sepenuhnya bergantung pada bantuan yang dikirimkan,” ujarnya.
Dia menyebut keluarganya sendiri baru berhasil dievakuasi sekitar dua bulan lalu. Persoalan kesehatan juga menjadi ancaman serius. Kerusakan fasilitas medis dan rumah sakit membuat akses layanan kesehatan semakin terbatas.
“Kondisi sanitasi yang buruk turut memicu persoalan lain, termasuk munculnya hama dan berbagai risiko penyakit,” ungkapnya.
Di tengah situasi tersebut, dikatakan dia, bantuan dari masyarakat Indonesia dinilai memberikan harapan bagi warga Gaza. Sejumlah lembaga filantropi seperti Darut Tauhiid, Rumah Zakat, LAZISMU, dan GHN terus menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Warga Gaza sangat mengenal dan mencintai Indonesia. Masyarakat Indonesia tidak pernah meninggalkan kami. Bantuan terus mengalir melalui konvoi kemanusiaan dari Mesir maupun Yordania,” tuturnya.
Atallah pun mengajak masyarakat Indonesia agar tidak menghentikan dukungan bagi Palestina. Menurutnya, bantuan yang diberikan masyarakat Indonesia sangat berarti bagi warga Gaza yang tengah bertahan dalam kondisi serba terbatas.
“Amanah dari para dermawan Indonesia dipastikan sampai kepada mereka yang membutuhkan. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan ini dengan surga-Nya,” ujarnya. (nas)

















