• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ikatan Dokter Anak Belum Rekomendasikan PTM

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 18 Juni 2021 - 20:48
in Nasional
Siswa SMP Neeri 15 Kota Bogor menjalani uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Senin (31/5/2021). Foto: (ANTARA/HO/Pemkot Bogor)

Siswa SMP Neeri 15 Kota Bogor menjalani uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Senin (31/5/2021). Foto: (ANTARA/HO/Pemkot Bogor)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) belum merekomendasikan pembelajaran tatap muka (PTM) mengingat situasi pandemi COVID-19 di Tanah Air yang kembali mengkhawatirkan serta munculnya varian baru virus corona.

“Melihat situasi dan penyebaran COVID-19 di Indonesia, saat ini sekolah tatap muka belum direkomendasikan,” ujar Konsultan Respirologi anak dari Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Nastiti Kaswandani dalam siniar Dompet Dhuafa yang dipantau dari Jakarta, Jumat.

BacaJuga:

Aher Dukung E-Learning ASN Berintegritas, Perkuat Budaya Antikorupsi dan Profesionalisme Aparatur

Wamendagri Ribka Haluk Turun Langsung Tinjau Penanganan Dugaan Keracunan MBG di Jayapura

Lantik Pejabat di Lingkungan Kemendagri, Mendagri Minta ASN Tingkatkan Kinerja

Menurut dia persyaratan dibukanya kembali sekolah salah satunya transmisi lokal dapat terkendali ketika Positivity Rate pemeriksaan SWAB PCR sudah rendah atau kurang dari lima persen. Di samping itu, tingkat kematian juga harus menunjukkan angka penurunan.

Sejauh pemantauan IDAI, tingkat Positivity Rate jarang menyentuh angka kurang dari lima persen. Padahal jika dibandingkan dengan jumlah tes, Indonesia juga masih tergolong rendah.

“Ini yang menjadi masalah. Ketika nanti ada sekolah yang tetap memaksakan tatap muka dibuka, kita tidak bisa menghentikan sekolah dibuka terutama di daerah-daerah yang sangat keras meminta sekolah dibuka. Sehingga kita terpaksa membuat rekomendasi dan memberikan rambu-rambu agar tak memperburuk transmisi di sekolah,” katanya.

Ia menjelaskan jika sekolah tatap muka tetap ingin dimulai, maka pihak penyelenggara harus menyiapkan Blended Learning (opsi metode pembelajaran). Anak dan orang tua diberi kebebasan memilih metode pembelajaran luring atau daring.

“Kalau dibuka nanti ada pilihan, jika orang tua ingin anaknya di rumah saja, guru harus bisa memfasilitasi online learning-nya. Kalau ada online dan offline anak-anak memiliki hak yang sama, perlakuan yang sama,” kata dia.

Maka dari itu, ia mendesak penyelenggara mencari inovasi baru dalam proses belajar mengajar mengingat pandemi COVID-19 tidak diketahui kapan akan berakhir.

Beberapa inovasi yang bisa dilakukan seperti menggelar proses belajar mengajar di ruangan terbuka semisal taman, lapangan, atau sekolah di alam terbuka. Berdasarkan penelitian, jika aktivitas dilakukan di tempat terbuka resiko penularan lebih rendah ketimbang di ruangan tertutup.

Persiapan lainnya yakni vaksinasi. Semua guru dan pengurus sekolah yang berhubungan dengan anak harus sudah divaksinasi. Kemudian membuat kelompok belajar kecil agar jika nantinya ada yang terkonfirmasi positif maka proses pelacakan semakin mudah.

“Kalau dicampur dengan melibatkan banyak orang maka proses tracing-nya juga semakin besar. Sementara kemampuan kita untuk melakukan kontak tracing belum sebaik negara lain,” kata dia.

Saat PTM juga harus diperhatikan jam masuk dan pulang secara bertahap, sehingga penumpukan anak-anak bisa diminimalisir. Apalagi naluri anak untuk berkumpul dan bermain dengan teman sebayanya begitu besar.

“Penjagaan gerbang dan pengawasan yang ketat dan disiplin guna menghindari kerumunan. Begitu juga dengan transportasi mesti diperhatikan. Hal lainnya membuat pemetaan risiko siswa-orang tua dengan komorbid. Anak dengan komorbiditas sebaiknya tetap belajar secara daring,” katanya. (bro)

Tags: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)PTM

Berita Terkait.

Aher
Nasional

Aher Dukung E-Learning ASN Berintegritas, Perkuat Budaya Antikorupsi dan Profesionalisme Aparatur

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:04
Ribka-Haluk
Nasional

Wamendagri Ribka Haluk Turun Langsung Tinjau Penanganan Dugaan Keracunan MBG di Jayapura

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:03
Pelantikan
Nasional

Lantik Pejabat di Lingkungan Kemendagri, Mendagri Minta ASN Tingkatkan Kinerja

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:32
TP-PKK
Nasional

Ketum TP PKK Ajak Pelajar Biak Cintai Tanah Air Lewat Pemanfaatan Potensi Wisata Bahari*

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:12
Abdul-Mu'ti
Nasional

Lantik 17 Kepala Sekolah Perdana SNT, Mendikdasmen: Siap Cetak Talenta Unggul Indonesia

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:02
Wamendagri
Nasional

Wujudkan Pembangunan Berkeadilan Ekologis, Wamendagri Bima Dorong Legislator Daerah Perkuat Kepemimpinan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:41

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2195 shares
    Share 878 Tweet 549
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1984 shares
    Share 794 Tweet 496
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    1497 shares
    Share 599 Tweet 374
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2111 shares
    Share 844 Tweet 528
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.