• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pemprov Jabar Targetkan 100 Ribu Petani Milenial Produktif hingga 2023

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 27 Maret 2021 - 19:03
in Nasional
indoposco

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Foto: Instagram/@ridwankamil

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menargetkan 100 ribu petani milenial aktif produktif hingga 2023. Mereka sebagai regenerasi petani konvensional untuk menciptakan komoditas pertanian level ekspor.

Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menyediakan fasilitas lahan 10 ribu hektare tersebar di 27 daerah yang siap digunakan.

BacaJuga:

Kepala Bapanas Tegaskan Impor Ilegal Beras Sangat Keterlaluan dan Rugikan Petani

RUU Reforma Agraria Disetujui Jadi UU oleh DPR, Pemerintah Upayakan Sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat

Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi, Kemendikdasmen Perluas Bantuan Kuliah bagi 150 Ribu Guru

Ridwan Kamil menjelaskan, skema kerja sama petani milenial dilakukan melalui perbankan sekaligus diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada tahun ini, kata Ridwan Kamil, pihaknya menargetkan 5 ribu petani milenial produktif untuk membantu pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

“Pertanian ini masa depan, sudah teruji oleh pandemi. Hanya bisnis pangan dan digital yang tumbuhnya tinggi, di saat sektor ekonomi lain turun,” ujar Ridwan Kamil di Bandung, Sabtu ( 27/3/2021).

Menurut Ridwan Kamil, dalam pemberdayaan petani milenial ini, infrastruktur digital yang disiapkan yaitu Internet of Things (IoT) Smart Farming. Perangkat IoT ini terdiri dari perangkat panel sensor yang tertancap dalam tanah dan tersambung gadget smartphone, tablet atau PC dengan koneksi data atau wifi untuk mengawasi dan mengendalikan hingga mendeteksi kelembaban tanah, Power of Hydrogen (PH) atau tingkat keasaman air dan suhu ruangan screen house.

IoT ini, kata Ridwan Kamil, diproyeksikan dapat digunakan dengan kapasitas maksimal luas lahan 240 meter.

“Harus pakai teknologi. Ini bisa menaikkan produktivitas. Tanah subur, teknologi. Juga mengubah persepsi jangan menganggap urusan duit hadir di kota saja,” kata Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil ini.

Kang Kamil mengaku tak khawatir dengan ketersediaan lahan garapan. “Kami miliki 10 ribu hektare yang akan kami kendalikan. Kalau ditambah dengan HGU – HGU kosong, itu juta-jutaan hektare. Kita memperbanyak forum pembeli, seperti tani hub. Ini bisnis masa depan,” katanya.

Untuk memperkuat pasar konsumen, Ridwan Kamil mengusulkan untuk membuat forum khusus untuk memperkuat level bisnis. “Ini akan memutus tengkulak-tengkulak karena bisa membeli langsung dari petani. Harga jual dari petani bisa lebih tinggi, tapi harga beli oleh konsumen bisa lebih murah. Ini juga bisa digerakkan oleh bupati wali kota. Mudah-mudahan ke depannya tidak ada impor pangan,” katanya.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Jawa Barat menyatakan, pada tahap pertama disiapkan lahan 40 hektare di Cikadu Kabupaten Cianjur untuk komoditas ubi jalar.

Kepala DTPH Jawa Barat, Dadan Hidayat mengatakan, dari target 5.000 petani milenial pada tahap pertama ini, pihaknya menerima 951 pendaftar yang tertarik bertani hortikultura.

“Nanti 10 April hasilnya akan di-publish. Kami menyiapkan komoditas pertanian yang memiliki peluang pasar yang mampu menyejahterakan petani. Memberikan rezeki kota,” ujarnya.

Menurut Dadan, komoditas ubi yang ditanam sudah memiliki pasar yakni domestik 30 persen, ekspor 30 persen dan olahan 40 persen. Pihaknya juga sudah memiliki mitra yang mampu memproduksi 16 jenis olahan berbahan ubi jalar.

Dadan menyebutkan, untuk 12 meter lahan pertanian ubi jalar di Lembang yang di bawah binaannya ini mampu menghasilkan Rp16 juta per panen. ”Ada yang menggunakan budidaya dengan polybag. Ada juga yang menggunakan green house,” ujarnya. (dam)

Tags: Pemprov JabarPetani Milenial

Berita Terkait.

Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Nasional

Kepala Bapanas Tegaskan Impor Ilegal Beras Sangat Keterlaluan dan Rugikan Petani

Rabu, 23 September 2026 - 06:11
Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Nasional

RUU Reforma Agraria Disetujui Jadi UU oleh DPR, Pemerintah Upayakan Sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat

Rabu, 23 September 2026 - 00:12
Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Nasional

Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi, Kemendikdasmen Perluas Bantuan Kuliah bagi 150 Ribu Guru

Selasa, 22 September 2026 - 22:38
Kanwil Bea Cukai Sumbagtim Ungkap 75 Penindakan NPP hingga Agustus 2026
Nasional

Kemenag: Pengajuan Izin Pesantren di 2026 Turun Signifikan, Ini Penyebabnya

Selasa, 22 September 2026 - 21:08
Fraksi Demokrat DPR Soroti Tren Urbanisasi 2045, Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan Terancam
Nasional

Fraksi Demokrat DPR Soroti Tren Urbanisasi 2045, Regenerasi Petani dan Ketahanan Pangan Terancam

Selasa, 22 September 2026 - 18:25
Perkuat Perlindungan, Menag: Cegah Kekerasan dan Disiplinkan Pondok Pesantren 
Nasional

Perkuat Perlindungan, Menag: Cegah Kekerasan dan Disiplinkan Pondok Pesantren 

Selasa, 22 September 2026 - 16:04

OLAHRAGA

ole
Olahraga

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 22 September 2026 - 08:53

INDOPOSCO.ID – Persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memasuki tahap serius. Sebanyak 21 pemain telah tiba dan...

SelengkapnyaDetails
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05
persib

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Minggu, 20 September 2026 - 12:38
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5540 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1017 shares
    Share 407 Tweet 254
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    876 shares
    Share 350 Tweet 219
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.