• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

DPR: Buku Pelajaran Jangan Memuat Situs dengan Jelas

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 11 Februari 2021 - 20:31
in Nasional
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sebaiknya dalam buku pelajaran tidak menyebutkan nama situs tertentu dengan jelas. Karena itu sama saja mengarahkan siswa untuk mengaksesnya. Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf menanggapi buku Sosiologi SMA/MA kelas XII yang memuat situs yang berisi konten pornografi.

Dede mengakui, pemerintah lemah dalam melakukan pengawasan terhadap situs-situs yang ada. Karena tidak sedikit situs bermuatan konten pornografi bisa dengan mudah diakses oleh publik. “Saya setuju, sebaiknya di dalam buku pelajaran tidak menulis situs secara jelas,” ujar Dede Yusuf melalui gawai, Kamis (11/2/2021).

BacaJuga:

Crash di Spa-Francorchamps Warnai Kisah Persahabatan Sean Gelael dan Antonio Giovinazzi

Legislator Komisi II Dukung Pemda Prioritas RTH dan Jalur Pedestrian untuk Wujudkan Kota Ramah Pejalan Kaki

Cek Kesehatan Gratis di Sekolah, Komisi X DPR Soroti Kesehatan Mental Siswa

Ia meminta, agar pihak terkait dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan penerbit buku melakukan koreksi dan revisi buku tersebut. Fenomena ini dalam dunia pendidikan, menurut Dede, bentuk keteledoran.

“Harus ada tanggung jawab publik. Apa yang sudah dirilis itu milik publik, baik itu positif ataupun negatif dalam pemanfaatannya. Jadi kalau bicara pendidikan harus tersamarkan,” terangnya.

Lebih jauh Politisi Partai Demokrat ini mengungkapkan, sebelum buku digunakan sebagai acuan proses pembelajaran siswa, sekolah harus melakukan quality control atau pengecekan dengan benar. Apalagi fenomena buku dengan muatan konten yang kurang tepat, menurut Dede seringkali ditemukan di lingkungan sekolah.

“Kita sering sekali mendengar buku-buku sekolah yang bermuatan porno atau muatan yang kurang pas, bahkan bisa setiap bulan. Artinya apa? Kemendikbud jangan merilis buku sebelum mendapatkan hasil pengecekan. Ini kami pertanyakan? Jelas fungsi pusat kurikulum dan perbukuan (Puskurbuk), Kemendikbud belum optimal,” ungkapnya.

Sebagai fungsi pengawasan, menurut Dede, peran pemerintah semestinya mengetahui dampak buku saat dirilis ke masyarakat. “Kalau sekolah kan hanya membeli apa yang sesuai kebutuhan mereka. Jadi Kemendikbud harus mengecek isi atau konten dalam buku, sebelum dirilis,” ucapnya.

Upaya penarikan buku yang mencantumkan situs bermuatan pornografi oleh dinas, masih ujar Dede, sebagai langkah yang kurang tepat. Karena akan menimbulkan kerugian pada pembiayaan hingga pengulangan pembelajaran bagi siswa. Ke depan, menurutnya, harus ada penguatan di bidang pengawasan. Agar kasus serupa tidak berulang.

“Itu (quality control) penting, harus diperkuat, agar buku sesudah dirilis tidak menuai polemik di masyarakat,” ujarnya.

“Dinas pendidikan cukup hanya meninjau ulang dan menyampaikan kepada pemerintah daerah untuk melarang buku beredar kembali sebelum ada revisi. Kan itu hanya 1 atau 2 kata saja yang tidak pas,” imbuhnya. (nas)

Tags: Dede YusufKemdikbudkomisi x dpr ri

Berita Terkait.

gt3
Nasional

Crash di Spa-Francorchamps Warnai Kisah Persahabatan Sean Gelael dan Antonio Giovinazzi

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:07
aher
Nasional

Legislator Komisi II Dukung Pemda Prioritas RTH dan Jalur Pedestrian untuk Wujudkan Kota Ramah Pejalan Kaki

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:06
cek kesehatan
Nasional

Cek Kesehatan Gratis di Sekolah, Komisi X DPR Soroti Kesehatan Mental Siswa

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:35
ponto
Nasional

Wadah Tunggal Advokat Disebut Mati Suri, Peradi SAI Dorong Penataan Multi Bar

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:15
narkoba
Nasional

DPR Dukung Polri Miskinkan Bandar Narkoba, Oknum Polisi Terlibat TPPU Harus Disikat

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:05
haji
Nasional

Pengawasan Diperketat, Praktik Haji Ilegal di Medsos Meresahkan

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:04

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3701 shares
    Share 1480 Tweet 925
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • DPR Didesak Turun Tangan, Warga Pam Baru Benhil Bersikukuh Tolak Penggusuran Paksa

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.