INDOPOSCO.ID – Persahabatan Sean Gelael dan Antonio Giovinazzi sudah terjalin jauh sebelum keduanya dikenal di panggung balap dunia. Mereka tumbuh bersama di lintasan karting, berbagi mimpi sejak usia muda, hingga akhirnya sama-sama menembus level tertinggi motorsport internasional.
Meski perjalanan karier mereka sempat berpisah arah di dunia formula, takdir kembali mempertemukan dua sahabat itu di FIA World Endurance Championship (WEC). Menariknya, debut mereka di ajang balap ketahanan justru terjadi bersamaan pada musim 2016, bahkan dalam satu mobil yang sama milik Extreme Speed Motorsports.
Di musim itu, Sean dan Giovinazzi langsung mencatat momen spesial. Bersama Tom Blomqvist, keduanya naik podium untuk pertama kalinya di WEC usai finis runner-up pada seri Shanghai, China.
Satu dekade berlalu, keduanya kini sama-sama menjadi nama besar di paddock WEC. Tahun lalu, Sean merebut pole position LMGT3 bersama United Autosports 95, sementara Giovinazzi membawa Ferrari nomor 51 start terdepan di kelas Hypercar.
Namun balapan 6 Hours of Spa-Francorchamps akhir pekan lalu menghadirkan kisah unik sekaligus dramatis bagi dua sahabat lama tersebut.
Ironisnya, insiden yang mempertemukan mereka di lintasan justru terjadi ketika keduanya sedang tidak berada di balik kemudi.
Sean yang memperkuat Team WRT 32 sudah menuntaskan tugasnya sebelum mobil BMW M4 GT3 Evo diserahkan kepada Augusto Farfus. Di sisi lain, Ferrari 51 milik Giovinazzi tengah dikendalikan Alessandro Pier Guidi.
Petaka muncul di tikungan La Source. BMW WRT 32 kehilangan kontrol dan menghantam Ferrari 51. Benturan keras itu langsung memicu masuknya Safety Car dan menjadi salah satu momen krusial sepanjang lomba.
Akibat insiden tersebut, Ferrari 51 gagal menyentuh garis finis. Sementara WRT 32 yang sebelumnya konsisten bertarung di papan tengah atas harus melorot jauh setelah masuk pit untuk mengganti bagian depan mobil yang rusak.
Padahal sebelum tabrakan terjadi, Sean bersama Farfus dan Darren Leung tampil cukup solid. Mereka stabil menjaga posisi di kisaran lima besar hingga tujuh besar dan tampak berada di jalur aman untuk mengamankan poin penting.
Di balik drama itu, Team WRT tetap punya alasan besar untuk berpesta di kandang sendiri, Belgia. BMW M Team WRT tampil dominan dengan finis satu-dua di kelas Hypercar melalui mobil nomor 20 sebagai pemenang dan nomor 15 di posisi kedua.
Sementara di kelas LMGT3, kemenangan jatuh kepada Team Garage 59 yang mengandalkan McLaren 720S Evo.
FIA WEC kini bersiap memasuki panggung paling bergengsi musim ini: 24 Hours of Le Mans pada 13-14 Juni mendatang. Dan setelah drama Spa, sorotan terhadap Sean Gelael dan Antonio Giovinazzi dipastikan akan semakin besar. (her)











