INDOPOSCO.ID – Pembukaan Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) 2026 bukan sekadar agenda tahunan organisasi olahraga. Forum tersebut menjadi panggung penting untuk menyuarakan satu persoalan mendasar yang selama ini terus membayangi pembinaan atlet nasional: keberlanjutan pendanaan.
Di tengah target besar menuju Asian Games dan Olimpiade Los Angeles 2028, NOC Indonesia menilai sinkronisasi dukungan anggaran antar pemangku kepentingan menjadi faktor vital agar prestasi Indonesia mampu bersaing di level dunia.
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa pihaknya membawa langsung aspirasi berbagai cabang olahraga yang selama ini menghadapi tantangan pembiayaan program pembinaan atlet.
“Kami mendengarkan langsung berbagai masukan dan keluhan dari cabang olahraga, khususnya terkait pembiayaan. Prestasi tidak bisa instan, butuh proses panjang dan dukungan berkelanjutan. Karena itu, semua kepentingan harus diselaraskan dengan satu tujuan utama: mendorong prestasi olahraga Indonesia di panggung dunia,” ujar Okto -sapaan Raja Sapta Oktohari-, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Okto, dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor olahraga sudah terlihat nyata. Namun ia berharap komitmen tersebut dapat diterjemahkan lebih konkret dalam kebijakan pembiayaan, terutama untuk program pembinaan atlet yang berjalan secara berkesinambungan.
“Kami berharap ada keberpihakan yang lebih maksimal dalam pembiayaan. NOC Indonesia bersama 72 anggota dalam waktu dekat akan bersurat kepada Kementerian Keuangan untuk membuka ruang komunikasi langsung. Kami yakin, dengan duduk bersama, akan ada solusi konkret,” jelas Okto.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, memastikan pemerintah tetap membuka ruang dialog dengan NOC Indonesia dan seluruh cabang olahraga terkait kebutuhan anggaran pembinaan.
“Kami di Kemenpora mendengarkan masukan dari NOC Indonesia dan cabang olahraga mengenai pendanaan. Namun jangan pernah meragukan komitmen Presiden dalam membangun olahraga nasional. Beliau adalah bagian dari olahraga itu sendiri,” ucap Erick.
Ia menjelaskan, pemerintah kini tengah melakukan penyesuaian dan efisiensi anggaran agar pembinaan atlet lebih tepat sasaran dan berorientasi jangka panjang.
“Untuk pengiriman ke Asian Games 2026 sudah aman. Saat ini kami juga mengajukan skema pelatnas jangka panjang kepada Menteri Keuangan, sesuai arahan Presiden. Karena pembinaan tidak hanya untuk satu event, tapi berkelanjutan, mulai dari jangka pendek, menengah hingga Olimpiade,” jelasnya.
Tak hanya membahas pendanaan, Rapat Anggota NOC Indonesia 2026 juga menampilkan arah baru olahraga nasional melalui penguatan inovasi dan diplomasi internasional. Kehadiran sejumlah tokoh olahraga dunia menjadi simbol upaya Indonesia memperluas pengaruh dan memperkuat posisi strategis di panggung olahraga global.
Melalui forum ini, NOC Indonesia ingin memastikan bahwa mimpi besar menuju prestasi dunia tidak hanya dibangun lewat ambisi, tetapi juga melalui sistem pembinaan yang kuat, konsisten, dan didukung pendanaan yang berkelanjutan. (her)











