INDOPOSCO.ID – Suasana peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monas, Jakarta, pada Jumat (1/5/2026) memanas ketika Presiden Prabowo Subianto melontarkan pertanyaan langsung kepada massa buruh soal program makan bergizi gratis (MBG) yang mendapat respons yang datang justru di luar dugaan.
“Kami juga beri MBG. Saya bertanya kepada saudara-saudara (massa buruh), MBG bermanfaat atau tidak?” tanya Prabowo.
Alih-alih mendapat dukungan, jawaban kompak terdengar dari kerumunan.
“Tidak,” jawab para buruh menimpali pertanyaan Prabowo.
Momen itu menjadi kontras di tengah pidato yang awalnya mengangkat optimisme terhadap program unggulan pemerintah tersebut. Namun, Prabowo tidak menghentikan langkahnya. Ia tetap melanjutkan pidato dengan menegaskan urgensi MBG, terutama bagi generasi muda Indonesia.
Menurutnya, persoalan gizi masih menjadi tantangan serius yang berdampak pada tumbuh kembang anak. Program MBG disebutnya sebagai salah satu solusi konkret.
“MBG itu sangat penting untuk anak-anak kita. Saudara-saudara sekalian anak-anak kita banyak yang mengalami kurang gizi, badannya kecil, sel (tubuh) nya tidak berkembang. Dengan MBG, ekonomi kita hidup di mana-mana,” jelas Prabowo.
Tak hanya aspek kesehatan, Prabowo juga mengaitkan program ini dengan perputaran ekonomi nasional. Ia menilai MBG berpotensi menciptakan efek berantai bagi berbagai sektor, mulai dari peternakan hingga pertanian.
“Ekonomi kita hidup, petani dapat penghasilan, saudara-saudara sekalian. Uang ini semua beredar. Indonesia tambah sejahtera,” tambahnya.
Pemerintah sendiri tengah mempercepat realisasi program MBG dengan target menjangkau sekitar 82 juta penerima manfaat. Program ini menjadi salah satu janji utama Prabowo sejak masa kampanye Pilpres 2024.
Peristiwa di Monas ini mencerminkan dinamika di lapangan, antara visi pemerintah dan respons langsung dari masyarakat pekerja. Meski mendapat penolakan spontan, pemerintah tampaknya tetap berkomitmen mendorong MBG sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi nasional. (her)










