INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 42 kejadian bencana di penghujung Juli, tepatnya pada periode 30–31 Juli 2026. Dari total tersebut, 36 kejadian di antaranya berdampak signifikan.
Berdasarkan hasil pemantauan, sejumlah kejadian baru didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana kekeringan di beberapa wilayah Indonesia.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, kejadian baru karhutla terjadi di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Kamis (30/7/2026). Titik api dilaporkan berada di area Kawasan Hutan Lindung Seulawah atau persisnya di daerah Seunapet.
“Penyebab kebakaran dipicu kondisi cuaca yang panas dan terik membuat lahan mudah terbakar dan api cepat menjalar,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Hasil kaji cepat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, kebakaran menghanguskan sekitar 20 hektare lahan yang masuk wilayah Desa Suka Damai, Kecamatan Lembah Seulawah dan Desa Data Makmur di Kecamatan Blang Bintang.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Kamis (30/7/2026) dengan luas lahan terdampak sekitar 3 hektare. Titik api diketahui berada di Desa Tampanombo, Kecamatan Ulubongka.
“Hingga kini (pagi tadi) petugas masih melakukan pemadaman. Api pada ranting-ranting kecil telah berhasil dipadamkan, namun bara masih tersisa pada batang pohon yang berada di area tebing sehingga proses penanganan terus dilakukan untuk mencegah api kembali meluas,” ujar Abdul Muhari.
Akibat kondisi cuaca yang kering dan tiupan angin, api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian lain dari lahan sehingga tidak dapat dikendalikan oleh pemilik. Setelah tim gabungan turun melakukan pemadaman, api telah berhasil ditaklukkan sehingga kondisi di lokasi dinyatakan terkendali.
Sementara itu, kejadian karhutla di Kota Sorong, Papua Barat Daya, yang membakar sekitar 2 hektare lahan juga telah berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan.
Selain karhutla, BNPB juga mencatat dua kejadian baru bencana kekeringan di Provinsi Gorontalo. Di Kabupaten Gorontalo, kekeringan berdampak pada 1.060 kepala keluarga atau 2.194 jiwa.
“BPBD Provinsi Gorontalo bersama BPBD Kabupaten Gorontalo saat ini masih melakukan pendataan dan asesmen terhadap warga terdampak sekaligus mengidentifikasi kebutuhan air bersih,” imbuh Abdul Muhari. Sementara itu, di Kabupaten Bone Bolango, kekeringan berdampak pada 453 kepala keluarga atau 1.192 jiwa.(dan)


















