INDOPOSCO.ID – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap delapan orang yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten diperluas hingga wilayah Bengkulu.
Delapan orang yang masih berstatus dalam pencarian terdiri atas Warta, 55 tahun, selaku kapten kapal; Surakman, 60 tahun, ABK; Heriyanto, 49 tahun, guide; serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan, bahwa Tim SAR Gabungan akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk memperluas wilayah pencarian dan meningkatkan peluang ditemukannya para korban.
“Pada hari kedelapan ini, pencarian kembali kami perluas melalui beberapa sektor laut dengan melibatkan unsur SAR gabungan, baik dari Basarnas, TNI, Polri, maupun potensi SAR lainnya,” kata Al Amrad dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).
“Kami juga melakukan pemantauan terhadap wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya pergerakan korban atau benda yang berkaitan dengan kejadian ini,” tambahnya.
Pada pelaksanaan operasi SAR hari kedelapan, Tim SAR Gabungan merencanakan penyisiran di lima sektor pencarian laut dengan total luas area sekitar 3.962 mil laut persegi.
Pencarian melibatkan sejumlah unsur utama, di antaranya KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KRI Gilimanuk, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Kerambit, KAL Anyer, KAL Pahowang, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta sejumlah kapal KP Polairud.
Sektor A dengan luas 1.026 mil laut persegi akan dilakukan oleh KRI Gilimanuk dan KRI Leuser. Sektor B seluas 780 mil laut persegi melibatkan KN SAR Antasena dan KP Sanjaya. Selanjutnya, sektor C dengan luas 825 mil laut persegi akan disisir oleh KN SAR Tetuka, KRI Lepu, dan KRI Kerambit.
Pada sektor D seluas 872 mil laut persegi, pencarian melibatkan KN SAR Basudewa, RIB 02 Lampung, KAL Anyer, dan KAL Pahowang. Sementara itu, sektor F dengan luas 459 mil laut persegi akan dilakukan oleh RIB 02 Banten, RBB Pulau Peucang, sejumlah kapal KP Polairud, serta unsur pendukung lainnya. Mereka dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026), setelah meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. (dan)















