INDOPOSCO.ID – Persija Jakarta memasuki pekan-pekan penentuan Super League 2025/2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Tantangan besar sudah menanti di depan mata saat Macan Kemayoran bersua Persib Bandung dalam laga pekan ke-32 yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) sore WIB.
Atmosfer pertandingan dipastikan membara. Namun di balik rivalitas panjang dua klub besar tersebut, pelatih Persija Mauricio Souza berharap laga tetap berjalan dalam nuansa sportivitas dan rasa hormat antarpemain.
“Ini adalah pertandingan berkelas, sebuah derby besar. Kita tahu rivalitas yang ada di antara kedua tim, derby sepak bola Indonesia. Jadi harapan saya adalah agar pertandingan di lapangan aman bagi semua orang, agar para pemain dapat saling menghormati satu sama lain, sehingga kita benar-benar dapat menyajikan pertandingan yang sesuai dengan kebesaran kedua tim ini,” ujar Mauricio dalam keterangan resmi klub, Minggu (10/5/2026).
“Semoga kami bisa menciptakan pertandingan yang luar biasa dari kedua klub besar ini,” sambungnya.
Ucapan Mauricio bukan tanpa alasan. Persija sedang berada dalam momentum yang sangat baik. Dalam lima laga terakhir, mereka tampil impresif dengan mengoleksi empat kemenangan dan satu hasil imbang. Produktivitas lini depan juga meningkat tajam lewat torehan 11 gol, sementara pertahanan tampil disiplin dengan empat clean sheet dan hanya sekali kebobolan.
Modal tersebut menjadi energi tambahan bagi skuad ibu kota untuk menghadapi salah satu lawan terkuat musim ini. Persib datang dengan reputasi sebagai tim dengan lini pertahanan paling solid di kompetisi. Hingga pekan ke-31, mereka baru kebobolan 20 kali, catatan yang memperlihatkan betapa rapinya organisasi permainan tim asal Bandung itu.
Mauricio pun menyadari laga nanti tidak akan mudah. Ia menilai timnya harus bermain lebih cerdas dan efektif untuk menembus rapatnya pertahanan lawan.
“Tim (Persija) harus mampu menemukan celah untuk membongkar organisasi pertahanan lawan agar dapat membawa pulang hasil maksimal dari Stadion Segiri,” tambahnya.
Meski tengah dalam tren positif, Persija tetap menghadapi persoalan komposisi pemain. Hanif Sjahbandi masih harus menepi akibat cedera lutut yang belum pulih sepenuhnya. Situasi semakin berat setelah Jean Mota mengalami cedera hamstring saat menjalani sesi latihan. Absennya pemain yang telah menyumbang empat assist musim ini tentu menjadi kehilangan tersendiri bagi lini tengah Macan Kemayoran.
Kini, Persija dituntut membuktikan kedalaman skuad mereka dalam laga sarat gengsi yang diprediksi berlangsung sengit sejak menit awal. Di tengah tekanan dan rivalitas besar, Mauricio ingin anak asuhnya tetap fokus menghadirkan pertandingan berkualitas, bukan sekadar soal hasil akhir, tetapi juga tentang menjaga marwah salah satu derby terbesar sepak bola Indonesia. (her)











