INDOPOSCO.ID – Memasuki usia 80 tahun, Bea Cukai terus berkomitmen menjalankan perannya dalam melindungi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Semangat ini terangkum dalam tema Peringatan Hari Bea dan Cukai (HBC) ke-80, yakni “Teguh Melindungi, Tumbuh Menguatkan Negeri”.
Sebagai community protector, Bea Cukai konsisten memperketat pengawasan dan penegakan hukum guna mencegah peredaran barang ilegal serta berbahaya. Pengawasan tersebut dilaksanakan tidak hanya demi mengamankan penerimaan negara, tetapi juga melindungi industri dalam negeri, petani, dan masyarakat luas dari dampak buruk perdagangan ilegal.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa penindakan terhadap barang ilegal merupakan bagian krusial dari upaya menjaga stabilitas perekonomian nasional.
”Pengawasan tidak diukur hanya dari banyaknya penindakan, tetapi dari seberapa besar manfaatnya bagi perekonomian Indonesia, melindungi petani, industri dalam negeri, masyarakat, dan kepentingan negara,” ujar Suahasil dalam amanatnya pada Upacara Peringatan Hari Bea dan Cukai Tahun 2026 di Jakarta.
Penindakan terhadap impor ilegal terbukti efektif mencegah masuknya komoditas berbahaya yang dapat merusak ekosistem usaha lokal. Suahasil mencontohkan, peredaran pakaian bekas ilegal berpotensi mematikan usaha penjahit dan industri tekstil dalam negeri, sementara masuknya beras ilegal dapat mengancam ketahanan pangan serta merugikan petani.
Di sisi lain, fungsi pengawasan tersebut dijalankan secara selaras dengan peningkatan pelayanan yang memberikan kemudahan serta kepastian bagi pelaku ekonomi legal. Bea Cukai terus mengoptimalkan perannya sebagai trade facilitator dan industrial assistance melalui berbagai fasilitas kepabeanan dan cukai.
Kepala Subdit Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Netty Hartawati menegaskan komitmen instansinya untuk memberikan layanan yang transparan dan akuntabel.
“Bea Cukai terus berupaya memberikan pelayanan yang semakin mudah, cepat, transparan, dan pasti. Masukan dari masyarakat dan pelaku usaha menjadi bagian penting untuk melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki,” tegas Netty.
Selain perbaikan internal, partisipasi publik juga menjadi kunci utama dalam menjaga efektivitas pengawasan. Masyarakat diimbau untuk mematuhi ketentuan kepabeanan, menghindari konsumsi barang ilegal, serta melaporkan dugaan pelanggaran. Di saat yang sama, pelaku usaha dapat memanfaatkan berbagai fasilitas kepabeanan untuk mendukung ekspansi bisnis.
Guna menyeimbangkan fungsi pengawasan dan pelayanan, Bea Cukai mengakselerasi transformasi digital, pemanfaatan data intelijen, manajemen risiko, serta penguatan sinergi antarlembaga. Melalui pendekatan ini, penindakan hukum dapat dilakukan secara tepat sasaran tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas barang legal. (ipo)

















