INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menyambut baik penguatan organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui peresmian 204 satuan baru. Namun, ia mengingatkan agar penambahan struktur tersebut harus diikuti dengan peningkatan kemampuan operasional dan daya tangkal pertahanan Indonesia.
Hal itu disampaikan Sukamta dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI. Ia mengucapkan selamat kepada seluruh prajurit, purnawirawan, serta keluarga besar TNI di seluruh Indonesia.
“Saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia kepada seluruh prajurit, purnawirawan dan keluarga besar TNI di seluruh Indonesia,” kata Sukamta.
Menurutnya, TNI selama ini telah menunjukkan pengabdian dalam menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). TNI juga dinilai selalu hadir dalam berbagai situasi sulit yang dihadapi masyarakat.
Di tengah situasi keamanan global yang semakin tidak menentu, kata Sukamta, Indonesia membutuhkan TNI yang kuat, profesional, modern, sekaligus tetap dekat dengan rakyat.
Momentum HUT ke-81 TNI tahun ini, lanjutnya, menjadi istimewa karena bertepatan dengan peresmian 204 satuan baru oleh Presiden Prabowo Subianto.
Dari jumlah tersebut, terdapat enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru, 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, serta sejumlah satuan baru di lingkungan TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara.
Sukamta menilai penguatan tersebut relevan dengan kondisi geografis Indonesia yang sangat luas, terdiri atas ribuan pulau dan berada di kawasan strategis.
“Dinamika keamanan juga terus berkembang. Karena itu, kemampuan TNI untuk hadir dan bergerak cepat di seluruh wilayah Indonesia memang perlu terus diperkuat,” ujarnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa penambahan satuan tidak boleh berhenti pada aspek organisasi. Setiap satuan baru harus dipastikan memiliki kesiapan personel, alutsista, logistik, infrastruktur, serta sistem komando dan kendali yang memadai.
“Jangan sampai organisasinya tumbuh, tetapi kemampuan operasionalnya tidak tumbuh sebanding,” tegasnya.
Menurut Sukamta, tujuan utama pembentukan satuan-satuan baru bukan sekadar memperbanyak Kodam, brigade, batalyon, atau skadron. Yang lebih penting adalah memastikan peningkatan daya tempur dan daya tangkal pertahanan Indonesia.
Ia juga menyoroti karakteristik enam Kodam baru yang berada di wilayah dengan kondisi berbeda. Kepulauan Riau, misalnya, memiliki lingkungan strategis yang berbeda dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku Utara maupun Papua Tengah.
Karena itu, Sukamta meminta pengembangan masing-masing Kodam mempertimbangkan kondisi geografis, demografis, serta potensi ancaman di wilayah masing-masing. “Tidak harus semuanya dikembangkan dengan pola yang sama,” katanya.
Sementara terkait pembentukan satuan teritorial pembangunan dalam jumlah besar, Sukamta menilai keberadaan TNI dalam membantu masyarakat dan pembangunan di berbagai daerah tetap penting, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan dukungan.
Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaan tugas tersebut tetap proporsional sehingga tugas utama TNI sebagai alat pertahanan negara tidak bergeser.
Selain penguatan struktur kewilayahan, Sukamta menilai modernisasi pertahanan harus menjadi perhatian. Sebab, bentuk ancaman saat ini terus berubah dan semakin berbasis teknologi.
Ia menyebut sejumlah tantangan baru, mulai dari drone, rudal presisi, sistem tanpa awak, serangan siber, kecerdasan buatan, peperangan elektronik hingga operasi informasi.
“Karena itu, penguatan struktur kewilayahan perlu berjalan beriringan dengan modernisasi alutsista, penguasaan teknologi, penguatan intelijen serta peningkatan kemampuan operasi gabungan antarmatra,” ujar Sukamta.
Pada akhirnya, menurut dia, keberhasilan pembentukan 204 satuan baru tersebut tidak semata-mata diukur dari bertambahnya struktur organisasi TNI. Ukuran utamanya adalah seberapa jauh perubahan tersebut mampu membuat TNI semakin siap menghadapi ancaman, semakin cepat merespons berbagai situasi, dan semakin mampu menjaga seluruh wilayah Indonesia. “Itu yang perlu kita dukung sekaligus kita kawal bersama,” katanya.
Lebih lanjut Sukamta berharap TNI pada usia ke-81 semakin profesional, modern dan kuat, serta tetap bersama rakyat dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Dirgahayu TNI. Semoga TNI semakin profesional, modern dan kuat, tetap bersama rakyat serta senantiasa menjadi penjaga kedaulatan Republik Indonesia,” pungkasnya. (dil)

















