• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Geopolitik Memanas, Rupiah Diprediksi Bergerak Fluktuatif di Awal Pekan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 5 Oktober 2026 - 12:12
in Ekonomi
uang

Ilustrasi petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta akhir April 2024 lalu. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penguatan rupiah pada penghujung pekan lalu belum sepenuhnya menghapus ancaman tekanan terhadap mata uang Garuda. Memasuki perdagangan Senin (5/10/2026), rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pelaku pasar kini menghadapi sejumlah sentimen yang berpotensi mengubah arah pergerakan rupiah. Selain perkembangan geopolitik global, perhatian tertuju pada kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) serta sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat yang dapat memengaruhi langkah The Federal Reserve (The Fed).

BacaJuga:

3 Sektor Unggulan NTT Jadi Fokus FCE 2026, Bidik Pasar Nasional hingga Global

Suzuki dan Susi Air Tanam 1.500 Mangrove, Rawat Pesisir Pangandaran

Hilirisasi Nikel Ubah Wajah Ekonomi Indonesia

Pada perdagangan Jumat (2/10/2026), rupiah di pasar spot sebenarnya mampu mencatat penguatan 84 poin atau 0,47 persen ke posisi Rp17.882 per dolar AS.

Pergerakan positif juga terlihat pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI. Nilainya menguat sekitar 0,22 persen dari Rp17.937 per dolar AS pada Kamis (1/10/2026) menjadi Rp17.898 per dolar AS pada Jumat (2/10/2026). Namun, tren tersebut diperkirakan belum menjadi sinyal bahwa rupiah akan terus menguat pada awal pekan.

Analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah masih akan bergerak naik-turun dengan peluang berakhir di zona merah. Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.880 hingga Rp17.930 per dolar AS pada perdagangan Senin.

Salah satu penopang rupiah pada akhir pekan lalu adalah meredanya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed setelah publikasi data inflasi AS. Kebijakan BI yang memperluas jenis surat berharga yang dapat digunakan sebagai underlying operasi moneter turut memberikan sentimen positif bagi rupiah.

Akan tetapi, memasuki pekan baru, perhatian pasar kembali tertuju ke Timur Tengah. Potensi memburuknya hubungan Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu risiko yang bisa mengganggu pasar keuangan global.

“Namun, memasuki awal pekan, sentimen eksternal masih menjadi perhatian. Pasar mencermati potensi eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran yang dapat mengganggu pasokan energi global, terutama melalui Selat Hormuz,” kata Ibrahim dalam keterangan yang diterima wartawan, Senin (5/10/2026).

Selat Hormuz menjadi titik krusial karena gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi memengaruhi pasokan energi dunia. Jika ketegangan meningkat dan harga minyak mentah ikut terdorong naik, tekanan inflasi global berpotensi kembali menguat.

Situasi tersebut pada akhirnya dapat menjadi tantangan bagi bank sentral utama dunia, termasuk The Fed. Pasar bisa kembali memperkirakan bahwa suku bunga tinggi perlu dipertahankan lebih lama.

“Kondisi itu dapat memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral utama dunia akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama dan pada akhirnya menopang dolar AS,” jelas Ibrahim.

Jika dolar kembali mendapatkan tenaga dari ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat, rupiah berpotensi menghadapi tekanan lebih besar. Pergerakan dolar AS juga akan menjadi semakin penting karena pasar keuangan global memasuki pekan yang sarat dengan data ekonomi.

Tak hanya konflik geopolitik, investor akan mencermati kondisi pasar tenaga kerja AS. Data nonfarm payrolls dan tingkat pengangguran menjadi indikator penting dalam membaca arah kebijakan The Fed selanjutnya.

“Selain geopolitik, pelaku pasar juga mencermati data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Data nonfarm payrolls dan tingkat pengangguran AS menjadi penting karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap langkah The Fed berikutnya,” tambahnya. (her)

Tags: geopolitikrupiah

Berita Terkait.

ntt
Ekonomi

3 Sektor Unggulan NTT Jadi Fokus FCE 2026, Bidik Pasar Nasional hingga Global

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:22
sis
Ekonomi

Suzuki dan Susi Air Tanam 1.500 Mangrove, Rawat Pesisir Pangandaran

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:10
qonhar
Ekonomi

Hilirisasi Nikel Ubah Wajah Ekonomi Indonesia

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:39
fgd
Ekonomi

Bioetanol Kejar E20, Singkong-Jagung-Sorgum Disiapkan Jadi ‘Bensin’ Baru

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:24
Kabinet Makin Gemuk, Senator Tagih Bukti Efisiensi Prabowo
Ekonomi

G20 Tolak Pangan Jadi Alat Tekan Geopolitik, Mendag: Itu Keberlangsungan Hidup

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:04
Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 
Ekonomi

Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:28

OLAHRAGA

bolaa
Olahraga

Final FIFA ASEAN Cup: Polisi Siapkan Pengamanan Ketat Indonesia vs Thailand di GBK

Editor Ali Rachman
Senin, 5 Oktober 2026 - 13:24

INDOPOSCO.ID - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menyiapkan pengamanan laga final FIFA ASEAN Cup 2026 yang mempertemukan Timnas Indonesia kontra...

SelengkapnyaDetails
asian

Tutup Asian Games dengan Rekor dan Sejarah, CdM Ungkap Kunci Sukses Tim Indonesia

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:32
diks

Kevin Diks Ungkap Modal Garuda Jelang Final FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:21
squad

Indonesia vs Thailand: Herdman Tantang Garuda Putus Kutukan Final

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:11
bola

Final FIFA ASEAN Cup: Rekor Head to Head Indonesia vs Thailand

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:37

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3899 shares
    Share 1560 Tweet 975
  • Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2667 shares
    Share 1067 Tweet 667
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1140 shares
    Share 456 Tweet 285
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    947 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    769 shares
    Share 308 Tweet 192
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.