• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Bioetanol Kejar E20, Singkong-Jagung-Sorgum Disiapkan Jadi ‘Bensin’ Baru

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:24
in Ekonomi
fgd

Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Produksi, Pengolahan dan Kelayakan Ekonomi Industri Bioetanol Berbahan Jagung, Sorgum, dan Singkong” yang digelar Fakultas Pertanian IPB University dan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero). Foto: istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Target implementasi campuran bensin dengan bioetanol 20 persen atau E20 mulai dikebut. Bukan hanya urusan membangun pabrik, pemerintah dan pelaku industri kini dihadapkan pada pekerjaan rumah yang lebih besar: memastikan singkong, sorgum, dan jagung tersedia dalam jumlah besar, berkelanjutan, sekaligus ekonomis.

PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama IPB University pun mulai mematangkan ekosistem industri bioetanol berbasis multifeedstock tersebut. Langkah itu dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Produksi, Pengolahan dan Kelayakan Ekonomi Industri Bioetanol Berbahan Jagung, Sorgum, dan Singkong” yang digelar Fakultas Pertanian IPB University.

BacaJuga:

G20 Tolak Pangan Jadi Alat Tekan Geopolitik, Mendag: Itu Keberlangsungan Hidup

Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 

Batik yang Memberi Ruang: Kisah UMKM Binaan Pertamina dan Pekerja Disabilitas

Forum tersebut turut dihadiri Managing Director Teknologi Advancement Danantara Dwi Susanto dan menjadi bagian dari tindak lanjut kerja sama Agrinas Palma dengan Pertamina.

Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengatakan, pengembangan bioetanol tidak bisa hanya dilihat dari sisi industri pengolahan. Rantai pasok dari lahan hingga produk akhir harus disiapkan secara terintegrasi.

Menurut dia, Agrinas Palma telah melakukan pemetaan lahan dan menyiapkan roadmap pengembangan bahan baku bioetanol dengan pendekatan multifeedstock.

“Target tersebut harus dibangun dari kepastian bahan baku, kesesuaian lahan, produktivitas, teknologi, hingga keekonomian dan partisipasi masyarakat. Karena itu, pendekatan multifeedstock dan integrasi hulu-hilir menjadi penting,” ujar Ghani dalam keterangan, Minggu (4/10/2026).

Dalam roadmap tersebut, dikatakan dia, Agrinas Palma menargetkan pengembangan hingga 1 juta hektare lahan pada 2029 untuk tanaman singkong, sorgum, dan jagung. Dari kawasan tersebut, kapasitas produksi bioetanol ditargetkan sedikitnya mencapai 5 juta kiloliter per tahun.

“Artinya, tantangan terbesar bukan sekadar bagaimana menghasilkan bioetanol, tetapi bagaimana memastikan bahan bakunya tidak putus di tengah jalan,” ujarnya.

Dekan Fakultas Pertanian IPB University Prof. Suryo Wiyono mengatakan, pengembangan bioetanol membutuhkan kolaborasi lintas disiplin agar tidak berhenti sebatas konsep.

Menurut dia, berbagai kompetensi di Faperta IPB dapat dikolaborasikan mulai dari budidaya, peningkatan produktivitas bahan baku, teknologi pengolahan, aspek ekonomi hingga model pengembangan industri.

“Pengembangan bioetanol membutuhkan kontribusi berbagai disiplin ilmu. Keberhasilannya terletak pada detail. Karena itu, aspek on-farm maupun pengolahan perlu dipetakan, dikuasai, dan dikelola dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor I IPB Prof. Deni Noviana menilai kebijakan pengembangan bioetanol perlu dibangun berdasarkan scientific base dan kompetensi lintas fakultas. Sebab, bioetanol tidak hanya menyangkut sektor pertanian. Di dalamnya terdapat persoalan teknologi, ekonomi, lingkungan hingga aspek sosial masyarakat.

“Kami berharap forum ini menghasilkan kajian berbasis data dan rekomendasi yang jelas, termasuk bagaimana rekomendasi tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah,” ujarnya.

Diketahui, FGD tersebut menghasilkan delapan arah penting dalam pengembangan industri bioetanol nasional. Di antaranya: Pertama, bioetanol dipandang sebagai agenda strategis untuk mengurangi ketergantungan impor energi sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060.

Kedua, kontinuitas bahan baku menjadi kunci. Tidak hanya jumlah, tetapi juga kualitas, varietas, waktu panen, dan kesinambungan pasokan harus dipastikan. Ketiga, lokasi pengembangan bahan baku bioetanol perlu dibedakan dengan kawasan produksi pangan. Hal ini untuk menghindari persaingan harga antara kebutuhan energi dan pangan.

Keempat, kesesuaian komoditas dan lokasi harus divalidasi melalui uji lapangan. Setiap tanaman memiliki kebutuhan lingkungan serta teknologi budidaya yang berbeda. Kelima, desain industri harus mengintegrasikan sektor on-farm dan off-farm sebagai satu rantai nilai.

Keenam, kawasan industri diharapkan memiliki kemandirian teknologi pendukung, termasuk penyediaan enzim, sehingga tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar kawasan. Ketujuh, bioetanol diarahkan agar kompetitif secara komersial dan dikembangkan tanpa ketergantungan terhadap subsidi.

Kedelapan, IPB siap menindaklanjuti penyusunan Feasibility Study (FS) terintegrasi, termasuk pendampingan lapangan untuk aspek on-farm maupun off-farm. (nas)

Tags: AgrinasBioetanolE20ipbjagungSingkongSorgum

Berita Terkait.

Kabinet Makin Gemuk, Senator Tagih Bukti Efisiensi Prabowo
Ekonomi

G20 Tolak Pangan Jadi Alat Tekan Geopolitik, Mendag: Itu Keberlangsungan Hidup

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:04
Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 
Ekonomi

Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:28
Batik yang Memberi Ruang: Kisah UMKM Binaan Pertamina dan Pekerja Disabilitas
Ekonomi

Batik yang Memberi Ruang: Kisah UMKM Binaan Pertamina dan Pekerja Disabilitas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:59
Menggerakkan Desa dari Bawah, Grup PHI Sabet CSR & PDB Award 2026
Ekonomi

Menggerakkan Desa dari Bawah, Grup PHI Sabet CSR & PDB Award 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:26
Pascabencana, UMKM Sumbar Didorong Tak Sekadar Bangkit tapi Naik Kelas
Ekonomi

Pascabencana, UMKM Sumbar Didorong Tak Sekadar Bangkit tapi Naik Kelas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:54
Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jakarta Akhir Pekan
Ekonomi

Amonia Mulai “Dibakar” di PLTU, PLN EPI Siapkan Uji Coba 2027

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:02

OLAHRAGA

Todotua
Olahraga

Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

Editor Ali Rachman
Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:04

INDOPOSCO.ID - Perjuangan kontingen Merah Putih di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 resmi ditutup dengan catatan manis. Tim Indonesia sukses...

SelengkapnyaDetails
Hardiyanto-Kenneth

Kejurda Piala Gubernur 2026: 420 Pecatur Adu Strategi, Targetkan Tiket Kejurnas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:03
Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 

Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:13
Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:33
Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Indonesia Tembus Final FIFA ASEAN Cup, Justin Hubner Bungkam Sindiran Suporter Malaysia

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:38

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3898 shares
    Share 1559 Tweet 975
  • Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    1840 shares
    Share 736 Tweet 460
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    807 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    760 shares
    Share 304 Tweet 190
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.