• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Gubes UIN Jakarta: Pancasila Hidup di Pidato, Pragmatisme di Praktik Kekuasaan

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 1 Oktober 2026 - 00:30
in Politik
uin

Guru Besar Ilmu Politik Program Studi Ilmu Politik FISIP UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. A. Bakir Ihsan, M.Si (2 dari kanan). Foto: Dok Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Demokrasi Indonesia dinilai menghadapi persoalan mendasar yang tak sekadar bersumber dari buruknya elite politik, korupsi, maupun menguatnya oligarki. Problem yang lebih dalam disebut berasal dari pembelahan ideologi politik antara nilai Pancasila dan praktik politik yang pragmatis transaksional.

Pernyataan tersebut diungkapkan Prof. Dr. A. Bakir Ihsan dalam orasi ilmiahnya setelah dikukuhkan sebagai Guru Besar (Gubes) Ilmu Politik Program Studi Ilmu Politik FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (30/9/2026).

BacaJuga:

Jokowi Mulai Bangun Jalur Politik Sendiri di PSI, Pisah dengan Prabowo?

Bukan Sekadar Lapas Cibinong, DPR Minta Pengawasan Ombudsman Diperkuat Secara Nasional

PDIP: Pertemuan Lanjutan Prabowo-Megawati Mudah-mudahan saat Ultah Presiden

Dalam orasi berjudul “Ideologi Politik yang Terbelah: Institusionalisasi Pancasila untuk Konsolidasi Demokrasi di Indonesia”, Bakir mengatakan Indonesia tengah menghadapi paradoks. Pancasila tetap kokoh dalam konstitusi dan seremoni kenegaraan, tetapi nilai-nilainya belum sepenuhnya menjadi pedoman dalam praktik politik.

“Selama ini kita sering menganggap persoalan demokrasi Indonesia hanya terletak pada elite yang buruk, korupsi, atau oligarki. Padahal masalah yang lebih mendasar adalah terjadinya pembelahan ideologi politik. Pancasila hidup dalam konstitusi, pidato, dan seremoni kenegaraan, tetapi pragmatisme-transaksional justru hidup dalam praktik politik sehari-hari,” tegasnya.

Menurut Bakir, Indonesia sejatinya tidak sedang mengalami krisis ideologi. Hampir seluruh kekuatan politik masih mengakui Pancasila sebagai dasar negara. Persoalannya justru terletak pada lemahnya pelembagaan nilai-nilai Pancasila dalam institusi politik.

Di sisi lain, lanjutnya, pragmatisme transaksional justru berkembang melalui politik patronase, mahalnya biaya politik, transaksi kekuasaan, pembagian jabatan berbasis kompromi, oligarki hingga politik dinasti.

“Ketika berbagai lembaga internasional secara konsisten mencatat penurunan kualitas demokrasi Indonesia, persoalannya bukan lagi sekadar siapa yang berkuasa. Pertanyaan yang lebih penting adalah nilai apa yang sebenarnya mengendalikan institusi politik kita,” ujarnya.

Bakir menilai kondisi tersebut membuat demokrasi Indonesia lebih banyak berjalan secara prosedural melalui pemilu berkala. Namun, demokrasi secara substantif menghadapi kemunduran.

Fenomena tersebut, lanjut dia, menunjukkan gejala democratic backsliding, ketika prosedur demokrasi tetap berlangsung tetapi kualitas institusi, akuntabilitas, representasi, dan praktik politik mengalami pelemahan.

Karena itu, Bakir menawarkan agenda institusionalisasi Pancasila sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi demokrasi. Menurut dia, setiap sila harus diterjemahkan ke dalam tata kelola politik dan kelembagaan negara.

Sila pertama, misalnya, harus melahirkan etika publik. Sila kedua diwujudkan dalam perlindungan martabat manusia. Sila ketiga menjadi dasar politik integrasi. Sila keempat diterjemahkan melalui deliberasi dan representasi, sedangkan sila kelima diwujudkan dalam keadilan distributif.

“Menguatkan demokrasi tidak cukup hanya dengan mengganti pemimpin melalui pemilu lima tahunan. Yang harus diperbaiki adalah institusi yang memungkinkan pragmatisme transaksional terus direproduksi,” katanya.

Bakir menyebut reformasi pembiayaan politik, demokratisasi partai politik, serta penguatan masyarakat sipil sebagai sejumlah agenda yang perlu diperkuat untuk memperbaiki kualitas demokrasi.

Dia juga mengingatkan agar Pancasila tidak berhenti sebagai slogan dan simbol kenegaraan. Menurutnya, persoalan demokrasi Indonesia bukan karena Pancasila ditinggalkan, melainkan karena nilai-nilainya belum sepenuhnya menjadi institusi yang mengatur perilaku politik.

“Kita terlalu berhasil menjadikan Pancasila sebagai simbol, tetapi belum cukup berhasil menjadikannya sebagai praktik,” ungkapnya.

Bakir menegaskan, kekuatan politik Pancasila baru akan terlihat ketika nilai-nilainya mampu diterjemahkan dalam kehidupan bernegara. “Pancasila akan menjadi kekuatan politik yang nyata bukan ketika paling sering diucapkan, melainkan ketika mampu diwujudkan menjadi hukum yang adil, birokrasi yang bersih, partai yang demokratis, dan kekuasaan yang akuntabel,” katanya.

“Di situlah sesungguhnya kualitas demokrasi Indonesia diuji,” imbuhnya.

Diketahui, dengan pengukuhan tersebut sekaligus menegaskan posisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai salah satu PTKIN dengan jumlah profesor terbanyak. Program Studi Ilmu Politik FISIP UIN Jakarta juga telah berstatus akreditasi Unggul.

Bakir sendiri merupakan mantan Wakil Dekan FISIP UIN Jakarta selama dua periode. Kajian akademiknya selama ini berfokus pada demokrasi, politik Islam, dan kebijakan publik. (nas)

Tags: Demokrasi IndonesiapancasilaUIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Berita Terkait.

Jokowi Mulai Bangun Jalur Politik Sendiri di PSI, Pisah dengan Prabowo?
Politik

Jokowi Mulai Bangun Jalur Politik Sendiri di PSI, Pisah dengan Prabowo?

Rabu, 30 September 2026 - 11:32
Bukan Sekadar Lapas Cibinong, DPR Minta Pengawasan Ombudsman Diperkuat Secara Nasional
Politik

Bukan Sekadar Lapas Cibinong, DPR Minta Pengawasan Ombudsman Diperkuat Secara Nasional

Rabu, 30 September 2026 - 08:45
PDIP: Pertemuan Lanjutan Prabowo-Megawati Mudah-mudahan saat Ultah Presiden
Politik

PDIP: Pertemuan Lanjutan Prabowo-Megawati Mudah-mudahan saat Ultah Presiden

Selasa, 29 September 2026 - 23:47
Paripurna DPR Setujui UU APBN 2027, Ekonomi Dibidik Tumbuh 6 Persen dan Belanja Negara Tembus Rp4.106 Triliun
Politik

Revisi UU Pemilu Resmi Dimulai, Komisi II DPR Bentuk Panja

Selasa, 29 September 2026 - 21:06
ummat
Politik

Partai Ummat Resmikan Pengurus Baru Periode 2026-2031

Sabtu, 26 September 2026 - 21:21
bara
Politik

Tsunami Politik Jika Permohonan Gugatan PHPU Pilpres 2024 Dikabulkan MK

Sabtu, 26 September 2026 - 02:20

OLAHRAGA

gp
Olahraga

BRI Dukung MotoGP Mandalika 2026, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal

Editor Dilianto
Rabu, 30 September 2026 - 21:11

INDOPOSCO.ID – Indonesia kembali menjadi tuan rumah Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober...

SelengkapnyaDetails
Sabet Emas Ketiga Indonesia, Todotua Pasaribu: Perjuangan Belum Selesai!

Sabet Emas Ketiga Indonesia, Todotua Pasaribu: Perjuangan Belum Selesai!

Rabu, 30 September 2026 - 08:30
Jawab Kepercayaan di Menit Akhir, Leo/Daniel Sabet Emas Ketiga Indonesia di Asian Games 2026

Jawab Kepercayaan di Menit Akhir, Leo/Daniel Sabet Emas Ketiga Indonesia di Asian Games 2026

Rabu, 30 September 2026 - 07:53
Jaga Asa ke Final, Indonesia Wajib Pesta Gol ke Gawang Bangladesh

Jaga Asa ke Final, Indonesia Wajib Pesta Gol ke Gawang Bangladesh

Selasa, 29 September 2026 - 15:30
ganda

Amri/Nita Naik Level Usai Persembahkan Perak Buat Tim Indonesia di Asian Games 2026

Selasa, 29 September 2026 - 13:52

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3889 shares
    Share 1556 Tweet 972
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3917 shares
    Share 1567 Tweet 979
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1128 shares
    Share 451 Tweet 282
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1009 shares
    Share 404 Tweet 252
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.